Follow Us :              

Canangkan Zona Integritas WBBM, Balatkop UKM Jateng Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik

  23 June 2022  |   08:00:00  |   dibaca : 91 
Kategori :
Bagikan :


Canangkan Zona Integritas WBBM, Balatkop UKM Jateng Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik

23 June 2022 | 08:00:00 | dibaca : 91
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Balai Pelatihan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Bakatkop UKM) Jawa Tengah, mencanangkan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Kamis (23/6/2022). Melalui pencanangan tersebut, Balatkop UKM Jateng berkomitmen mewujudkan zona integritas WBBM di lingkungannya, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Pencanangan yang dilaksanakan di Aula Teratai Balatkop UKM, ditandai dengan penekanan tombol oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng), Sumarno. Selain itu Sekda Jateng juga melakukan penandatangan pakta integritas yang kemudian diikuti oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Ema Rachmawati, Plt Inspektur Jateng Dhoni Widianto, perwakilan dari Biro Organisasi Setda, Kepala Balatkop UKM, Hatta Hatnansya Yunus, serta beberapa staf perwakilan Balatkop UKM. 

Dalam sambutannya, Sekda mengapresiasi keberhasilan Balatkop UKM Jateng memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2021, dan sekarang akan naik kelas menuju WBBM. Menurutnya, ketika sudah memperoleh predikat WBK kemudian menuju WBBM itu akan lebih mudah, karena beberapa indikator sudah dilaksanakan di WBK. 

Menurut Sekda, baik predikat WBK maupun WBBM, yang terpenting adalah implementasi dan konsistensinya di lapangan. Wilayah harus bebas dari korupsi, birokrasi bersih, serta memberikan pelayanan prima. Sebenarnya dengan predikat WBK, bisa menjadi indikasi birokrasi bersih sudah berjalan. Namun untuk pencanangan menuju WBBM, terdapat instrumen-instrumen yang harus disiapkan dan membutuhkan upaya yang lebih. 

"Yang terpenting adalah implementasinya. Jadi jangan sekadar mendapat predikat WBK, tapi predikat yang diperoleh tersebut harus diimplementasikan di lapangan. Ini juga perlu konsistensi dan istiqomah (tanpa henti)," katanya. 

Sekda mengatakan, terkait pelayanan bersih sudah dilaksanakan di tahap WBK. Sehingga untuk menuju WBBM harus fokus pada pelayanan masyarakat secara cepat, tepat, responsif, mudah, dan murah. Terlebih status abdi negara merupakan abdinya rakyat, sehingga harus senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada tuannya, yakni masyarakat. 

Dalam kegiatan pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBBM sekaligus pembukaan pelatihan produk kopi dan minuman herbal itu, Sekda berharap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Sekda berharap pelatihan ini bisa memberikan keahlian yang bermanfaat sebagai bekal berwirausaha. 

"Mohon panjenengan (Anda) mengambil manfaat dari yang disampaikan narasumber, sehingga menambah keahlian dan pengetahuan. Yang lebih penting lagi, Dinas Koperasi dan UKM dapat mengevaluasi hasil dari pelatihan. Evaluasi sangat penting, karena (untuk tahu) bagaimana kelanjutan dari pelatihan-pelatihan dan bisa memberi hasil," harap Sumarno. 

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Ema Rachmawati mengatakan, sebelum menuju WBBM, Balatkop UKM Jateng telah mencanangkan pembangunan zona integritas menuju WBK dan memperoleh predikat WBK. Menurutnya, untuk menuju WBBM menguras tenaga dan pikiran, salah satunya adalah menyangkut kesiapan infrastruktur. Sehingga pihaknya mengalokasikan anggaran untuk menyiapkan infrastruktur agar sesuai yang diharapkan. 

"Karena ini naik kelas, agak sulit memang. Berbagai persiapan dilakukan Balatkop UKM Jateng untuk menuju zona integritas WBBM. Kegiatan ini harus dilakukan satu tahun sebelum memajukan WBBM. Memang tidak mudah tetapi bismillah," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Balai Pelatihan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Bakatkop UKM) Jawa Tengah, mencanangkan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Kamis (23/6/2022). Melalui pencanangan tersebut, Balatkop UKM Jateng berkomitmen mewujudkan zona integritas WBBM di lingkungannya, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Pencanangan yang dilaksanakan di Aula Teratai Balatkop UKM, ditandai dengan penekanan tombol oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng), Sumarno. Selain itu Sekda Jateng juga melakukan penandatangan pakta integritas yang kemudian diikuti oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Ema Rachmawati, Plt Inspektur Jateng Dhoni Widianto, perwakilan dari Biro Organisasi Setda, Kepala Balatkop UKM, Hatta Hatnansya Yunus, serta beberapa staf perwakilan Balatkop UKM. 

Dalam sambutannya, Sekda mengapresiasi keberhasilan Balatkop UKM Jateng memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2021, dan sekarang akan naik kelas menuju WBBM. Menurutnya, ketika sudah memperoleh predikat WBK kemudian menuju WBBM itu akan lebih mudah, karena beberapa indikator sudah dilaksanakan di WBK. 

Menurut Sekda, baik predikat WBK maupun WBBM, yang terpenting adalah implementasi dan konsistensinya di lapangan. Wilayah harus bebas dari korupsi, birokrasi bersih, serta memberikan pelayanan prima. Sebenarnya dengan predikat WBK, bisa menjadi indikasi birokrasi bersih sudah berjalan. Namun untuk pencanangan menuju WBBM, terdapat instrumen-instrumen yang harus disiapkan dan membutuhkan upaya yang lebih. 

"Yang terpenting adalah implementasinya. Jadi jangan sekadar mendapat predikat WBK, tapi predikat yang diperoleh tersebut harus diimplementasikan di lapangan. Ini juga perlu konsistensi dan istiqomah (tanpa henti)," katanya. 

Sekda mengatakan, terkait pelayanan bersih sudah dilaksanakan di tahap WBK. Sehingga untuk menuju WBBM harus fokus pada pelayanan masyarakat secara cepat, tepat, responsif, mudah, dan murah. Terlebih status abdi negara merupakan abdinya rakyat, sehingga harus senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada tuannya, yakni masyarakat. 

Dalam kegiatan pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBBM sekaligus pembukaan pelatihan produk kopi dan minuman herbal itu, Sekda berharap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Sekda berharap pelatihan ini bisa memberikan keahlian yang bermanfaat sebagai bekal berwirausaha. 

"Mohon panjenengan (Anda) mengambil manfaat dari yang disampaikan narasumber, sehingga menambah keahlian dan pengetahuan. Yang lebih penting lagi, Dinas Koperasi dan UKM dapat mengevaluasi hasil dari pelatihan. Evaluasi sangat penting, karena (untuk tahu) bagaimana kelanjutan dari pelatihan-pelatihan dan bisa memberi hasil," harap Sumarno. 

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Ema Rachmawati mengatakan, sebelum menuju WBBM, Balatkop UKM Jateng telah mencanangkan pembangunan zona integritas menuju WBK dan memperoleh predikat WBK. Menurutnya, untuk menuju WBBM menguras tenaga dan pikiran, salah satunya adalah menyangkut kesiapan infrastruktur. Sehingga pihaknya mengalokasikan anggaran untuk menyiapkan infrastruktur agar sesuai yang diharapkan. 

"Karena ini naik kelas, agak sulit memang. Berbagai persiapan dilakukan Balatkop UKM Jateng untuk menuju zona integritas WBBM. Kegiatan ini harus dilakukan satu tahun sebelum memajukan WBBM. Memang tidak mudah tetapi bismillah," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu