Follow Us :              

Program Gubernur Jateng Untuk Memberdayakan UMKM, Dinilai Sangat Strategis  Entaskan Kemiskinan Jangka Panjang

  15 June 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 171 
Kategori :
Bagikan :


Program Gubernur Jateng Untuk Memberdayakan UMKM, Dinilai Sangat Strategis  Entaskan Kemiskinan Jangka Panjang

15 June 2022 | 11:00:00 | dibaca : 171
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Strategi pengentasan kemiskinan dengan melakukan pembinaan dan pelatihan UMKM yang selama ini dilakukan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), dinilai tepat oleh ekonom FX Sugiarto. Sebab menangani kemiskinan tidak bisa dilakukan jangka pendek. 

Salah satu upaya Ganjar Pranowo, yang baru-baru ini dilakukan untuk membantu memberdayakan UMKM, agar pemasaran produk UMKM semaki luas, adalah meluncurkan lapakjateng.id. Bukan hanya pemasaran makin meluas, Ganjar juga berharap, dengan marketplace ini, kualitas produk UMKM juga semakin meningkat. 

“Hari ini yang UMKM kita dampingi, mereka butuh bongkar persoalan apa yang muncul. bagaimana dengan produk knowledge (pengetahuan tentang produk) mereka, market, ekonomi digital dan sebagainya,” tutur Ganjar dalam acara peluncuran lapakjateng.id di Solo, Rabu (15/6) lalu. 

Sebelum lapakjateng.id, sejumlah program seperti Lapak Ganjar, Hetero Space, maupun inovasi kredit kerakyatan juga telah digagas. Bahkan Hetero Space kini menjadi rumah nyaman bagi pelaku UMKM serta start-up, sehingga memungkinkan diantara mereka saling berkolaborasi dalam mengembangkan bisnis. 

Untuk membantu permodalan, Ganjar juga melibatkan BUMD maupun pihak swasta. Salah satunya menginisiasai Kredit Lapak, yaitu kredit dengan plafon rendah yang dikhususkan untuk ibu-ibu pedagang pasar tradisional dan ibu-ibu usaha kreatif rumahan. 

Meskipun beragam upaya telah dilakukan Ganjar sebagai Gubernur Jateng, pengamat ekonomi FX. Sugiarto mengatakan, pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara bersama-sama dengan para bupati dan wali kota. Hal itu karena persoalan pengentasan kemiskinan ini bukan hanya tanggungjawab gubernur tetapi juga pemerintan kabupaten dan pemerintah kota. 

“Apa yang dilakukan Gubernur (Ganjar), sebetulnya itu mengakselerasi yang seharusnya dilakukan setiap pemimpin di Jawa Tengah, termasuk 35 bupati dan wali kota yang ada di Jawa Tengah,” kata FX Sugiarto saat dihubungi, Selasa (21/6). 

Sugiarto mengatakan, profil kemiskinan di kabupaten dan kota muncul dari sektor informal dan pertanian. Karena itu, pembinaan terhadap pelaku usaha kecil dan pertanian, adalah cara yang paling tepat dalam pengentasan kemiskinan. 

“Maka cara (pembinaan UMKN dan pertanian) yang paling tepat, tetapi memang tidak bisa langsung kelihatan hasilnya, karena itu proses jangka panjang,” ujar Sugiarto. 

Cara ini tepat karena mengatasi kemiskinan dari sisi pendapatan. Menurut Sugiarto, dengan menciptakan lapangan kerja akan berdampak langsung pada pendapatan. 
“Cara yang mendasar memperbaiki struktur pendapatan mereka, yakni dengan lapangan pekerjaan yang menghasilkan (upah) dan UMKM, menurut saya itu salah satu cara yang paling strategis, selain juga pertanian,” ujarnya. 

Adapun program-program bantuan seperti bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan listrik murah, juga bisa dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan dari sisi pengeluaran. Lewat program-program yang padat karya, pemerintah bisa menyerap tenaga kerja. 

“Dengan lapangan kerja itu cara mengatasi kemiskinan dengan mengembangkan sumber pendapatannya. Jadi ini berbeda tapi dua-duanya mengarah kepada bagaimana kemiskinan itu berkurang,” ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG - Strategi pengentasan kemiskinan dengan melakukan pembinaan dan pelatihan UMKM yang selama ini dilakukan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), dinilai tepat oleh ekonom FX Sugiarto. Sebab menangani kemiskinan tidak bisa dilakukan jangka pendek. 

Salah satu upaya Ganjar Pranowo, yang baru-baru ini dilakukan untuk membantu memberdayakan UMKM, agar pemasaran produk UMKM semaki luas, adalah meluncurkan lapakjateng.id. Bukan hanya pemasaran makin meluas, Ganjar juga berharap, dengan marketplace ini, kualitas produk UMKM juga semakin meningkat. 

“Hari ini yang UMKM kita dampingi, mereka butuh bongkar persoalan apa yang muncul. bagaimana dengan produk knowledge (pengetahuan tentang produk) mereka, market, ekonomi digital dan sebagainya,” tutur Ganjar dalam acara peluncuran lapakjateng.id di Solo, Rabu (15/6) lalu. 

Sebelum lapakjateng.id, sejumlah program seperti Lapak Ganjar, Hetero Space, maupun inovasi kredit kerakyatan juga telah digagas. Bahkan Hetero Space kini menjadi rumah nyaman bagi pelaku UMKM serta start-up, sehingga memungkinkan diantara mereka saling berkolaborasi dalam mengembangkan bisnis. 

Untuk membantu permodalan, Ganjar juga melibatkan BUMD maupun pihak swasta. Salah satunya menginisiasai Kredit Lapak, yaitu kredit dengan plafon rendah yang dikhususkan untuk ibu-ibu pedagang pasar tradisional dan ibu-ibu usaha kreatif rumahan. 

Meskipun beragam upaya telah dilakukan Ganjar sebagai Gubernur Jateng, pengamat ekonomi FX. Sugiarto mengatakan, pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara bersama-sama dengan para bupati dan wali kota. Hal itu karena persoalan pengentasan kemiskinan ini bukan hanya tanggungjawab gubernur tetapi juga pemerintan kabupaten dan pemerintah kota. 

“Apa yang dilakukan Gubernur (Ganjar), sebetulnya itu mengakselerasi yang seharusnya dilakukan setiap pemimpin di Jawa Tengah, termasuk 35 bupati dan wali kota yang ada di Jawa Tengah,” kata FX Sugiarto saat dihubungi, Selasa (21/6). 

Sugiarto mengatakan, profil kemiskinan di kabupaten dan kota muncul dari sektor informal dan pertanian. Karena itu, pembinaan terhadap pelaku usaha kecil dan pertanian, adalah cara yang paling tepat dalam pengentasan kemiskinan. 

“Maka cara (pembinaan UMKN dan pertanian) yang paling tepat, tetapi memang tidak bisa langsung kelihatan hasilnya, karena itu proses jangka panjang,” ujar Sugiarto. 

Cara ini tepat karena mengatasi kemiskinan dari sisi pendapatan. Menurut Sugiarto, dengan menciptakan lapangan kerja akan berdampak langsung pada pendapatan. 
“Cara yang mendasar memperbaiki struktur pendapatan mereka, yakni dengan lapangan pekerjaan yang menghasilkan (upah) dan UMKM, menurut saya itu salah satu cara yang paling strategis, selain juga pertanian,” ujarnya. 

Adapun program-program bantuan seperti bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan listrik murah, juga bisa dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan dari sisi pengeluaran. Lewat program-program yang padat karya, pemerintah bisa menyerap tenaga kerja. 

“Dengan lapangan kerja itu cara mengatasi kemiskinan dengan mengembangkan sumber pendapatannya. Jadi ini berbeda tapi dua-duanya mengarah kepada bagaimana kemiskinan itu berkurang,” ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu