Follow Us :              

Sekda: Kebhinekaan Jadi Modal Bangkitkan NKRI

  30 June 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 102 
Kategori :
Bagikan :


Sekda: Kebhinekaan Jadi Modal Bangkitkan NKRI

30 June 2022 | 10:00:00 | dibaca : 102
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

BANYUMAS - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng), Sumarno mengatakan, kebhinekaan suku, agama, ras, dan perbedaan lain adalah kekayaan bangsa Indonesia dan menjadi modal. Keberadaannya untuk membangkitkan serta memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Perbedaan juga menjadi motor bagaimana dinamika untuk perubahan. Harapannya, kebhinekaan menjadi modal bagaimana menjadi bangsa dan negara yang besar, sejahtera, dan unggul dari bangsa lain," kata Sekda di sela sarasehan politik kebangsaan di Gedung Kesenian Soetedja Banyumas, Kamis (30/6/2022). 

Selain Sekda, kegiatan bertajuk "Toleransi dan Kebhinekaan Jembatan Emas Kejayaan" menghadirkan sejumlah narasumber, yakni pendakwah Habib Husein Ja'far Al Hadar, Bupati Banyumas Achmad Husein, serta Bupati Tegal Umi Azizah. 

Pada kesempatan itu Sekda Jateng menjelaskan, kegiatan sarasehan politik kebangsaan hari ini merupakan momen penting dalam upaya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila pada kehidupan sehari-hari. Terlebih nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal yang baik, sehingga perlu ada momen-momen sebagai pengingat. 

"Harapannya dengan momen seperti ini, nilai-nilai toleransi dalam masyarakat kita bisa lebih ditekankan lagi," katanya. 

Pada kondisi seperti sekarang, masyarakat perlu terus diingatkan tentang pentingnya mengamalkan  Pancasila. Nilai ini diterapkan pada semua bidang, terlebih pada bidang penyelenggaraan pemerintahan, berbangsa, dan bernegara. 

"Saya berharap para peserta di sini, para generasi muda sebagai pewaris bangsa, tentunya bisa lebih dini memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dan menjadi suri teladan," kata Sumarno. 

Sejurus yang disampaikan Sekda, Habib Jafar juga menyampaikan, bahwa Pancasila sudah sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal ini karena lima sila yang tercantum di Pancasila disarikan dari nilai-nilai luhur yang ada dalam Al-Qur'an. Selain itu Pancasila juga disusun tidak hanya oleh satu kelompok melainkan oleh berbagai unsur masyarakat yang ada di negara Indonesia, sehingga Pancasila merupakan kesepakatan bersama. 

Dihadapan ribuan peserta, yang hadir di Gedung Kesenian Soetedja maupun yang mengikuti secara daring, Habib Jafar mengajak semua warga Indonesia  menggaungkan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai media, terutama media digital. Pada era digitalisasi seperti sekarang, semua media massa sudah bergeser ke media informasi digital dan media sosial. 

"Buat teman-teman generasi muda yang ada di sini, mari kita hadir di media digital untuk menggaungkan nilai-nilai Pancasila. Simpel, kamu duduk dengan orang yang berbeda suku atau beda agama lalu share di media sosial," harapnya. 

Kampanye, adalah cara yang juga dilakukan Bung Karno setelah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Setiap hari ia menulis di media cetak dan menyiarkan nilai-nilai persatuan Indonesia melalui radio. Bung Karno selalu menyerukan bahwa semua rakyat, baik di Papua, Aceh, dan dimanapun, muslim atau nonmuslim adalah satu Indonesia. 

Acara Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Provinsi Jateng itu, ditutup dengan penyerahan penghargaan pada para pemenang lomba film pendek dan artikel bertema Pancasila dari berbagai daerah di Jateng.


Bagikan :

BANYUMAS - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng), Sumarno mengatakan, kebhinekaan suku, agama, ras, dan perbedaan lain adalah kekayaan bangsa Indonesia dan menjadi modal. Keberadaannya untuk membangkitkan serta memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Perbedaan juga menjadi motor bagaimana dinamika untuk perubahan. Harapannya, kebhinekaan menjadi modal bagaimana menjadi bangsa dan negara yang besar, sejahtera, dan unggul dari bangsa lain," kata Sekda di sela sarasehan politik kebangsaan di Gedung Kesenian Soetedja Banyumas, Kamis (30/6/2022). 

Selain Sekda, kegiatan bertajuk "Toleransi dan Kebhinekaan Jembatan Emas Kejayaan" menghadirkan sejumlah narasumber, yakni pendakwah Habib Husein Ja'far Al Hadar, Bupati Banyumas Achmad Husein, serta Bupati Tegal Umi Azizah. 

Pada kesempatan itu Sekda Jateng menjelaskan, kegiatan sarasehan politik kebangsaan hari ini merupakan momen penting dalam upaya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila pada kehidupan sehari-hari. Terlebih nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal yang baik, sehingga perlu ada momen-momen sebagai pengingat. 

"Harapannya dengan momen seperti ini, nilai-nilai toleransi dalam masyarakat kita bisa lebih ditekankan lagi," katanya. 

Pada kondisi seperti sekarang, masyarakat perlu terus diingatkan tentang pentingnya mengamalkan  Pancasila. Nilai ini diterapkan pada semua bidang, terlebih pada bidang penyelenggaraan pemerintahan, berbangsa, dan bernegara. 

"Saya berharap para peserta di sini, para generasi muda sebagai pewaris bangsa, tentunya bisa lebih dini memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dan menjadi suri teladan," kata Sumarno. 

Sejurus yang disampaikan Sekda, Habib Jafar juga menyampaikan, bahwa Pancasila sudah sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal ini karena lima sila yang tercantum di Pancasila disarikan dari nilai-nilai luhur yang ada dalam Al-Qur'an. Selain itu Pancasila juga disusun tidak hanya oleh satu kelompok melainkan oleh berbagai unsur masyarakat yang ada di negara Indonesia, sehingga Pancasila merupakan kesepakatan bersama. 

Dihadapan ribuan peserta, yang hadir di Gedung Kesenian Soetedja maupun yang mengikuti secara daring, Habib Jafar mengajak semua warga Indonesia  menggaungkan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai media, terutama media digital. Pada era digitalisasi seperti sekarang, semua media massa sudah bergeser ke media informasi digital dan media sosial. 

"Buat teman-teman generasi muda yang ada di sini, mari kita hadir di media digital untuk menggaungkan nilai-nilai Pancasila. Simpel, kamu duduk dengan orang yang berbeda suku atau beda agama lalu share di media sosial," harapnya. 

Kampanye, adalah cara yang juga dilakukan Bung Karno setelah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Setiap hari ia menulis di media cetak dan menyiarkan nilai-nilai persatuan Indonesia melalui radio. Bung Karno selalu menyerukan bahwa semua rakyat, baik di Papua, Aceh, dan dimanapun, muslim atau nonmuslim adalah satu Indonesia. 

Acara Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Provinsi Jateng itu, ditutup dengan penyerahan penghargaan pada para pemenang lomba film pendek dan artikel bertema Pancasila dari berbagai daerah di Jateng.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu