Foto : Fajar (Humas Jateng)
Foto : Fajar (Humas Jateng)
SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Surakarta, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah di Jalan Monginsidi, Banjarsari, Kota Surakarta pada Senin, 14 Juli 2025.
Kedatangan Gubernur ke Balai Pengelolaan Jalan Surakarta (BPJS) itu tidak dijadwalkan sebelumnya. Sidak dilakukan untuk memantau pengerjaan infrastruktur jalan di daerah Sukoharjo dan Eromoko, Wonogiri yang progresnya baru sebesar 6 persen.
Setibanya di kantor tersebut, ia menyapa dan menyalami para pegawai, serta memanggil Kepala Balai Pengelolaan Jalan Surakarta dan sejumlah pejabat lainnya. Pada kesempatan itu, Gubernur meminta penjelasan mengenai pengerjaan jalan di Sukoharjo dan Eromoko, Wonogiri yang progresnya belum signifikan. Ia menyayangkan, pengerjaan jalan di dua lokasi itu yang membutuhkan waktu cukup lama.
"Masyarakat sudah berteriak-teriak jalan rusak. Tahunya masyarakat, jalannya mulus," tegas Gubernur.
Setelah bertemu dengan kepala balai dan sejumlah pejabat, diketahui ada kendala dalam pengerjaan jalan di dua wilayah tersebut.
"Kendalanya, menyesuaikan suhu dengan aspal. Ini perlu kita teliti. Jangan sampai kendala-kendala ini mempengaruhi atau menghambat pembangunan infrastruktur di wilayah lain," ucap Gubernur.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil Kepala Dinas PU dan pejabat lain, yang mengurusi persoalan jalan untuk melakukan evaluasi terkait persoalan dan kendala yang ada.
"Jadi, infrastruktur untuk (tahun) 2025 ini harus dipercepat. Jangan cuma 6 persen (pengerjaannya). Saya panggil, ubah spesifikasinya. Masyarakat gak mau tahu, tahunya jalannya mulus," ucapnya.
Tak hanya itu, Gubernur juga mengingatkan agar pengerjaan infrastruktur jalan dilakukan dengan baik, supaya masyarakat bisa segera merasakan hasil-hasil kerja dan pembangunan Jateng.
"Kalau itu dimungkinkan menghambat pembangunan jalan, ganti saja kontraktornya. Saya gak mau kerja-kerja yang elek-elek-an," paparnya.
Usai melakukan sidak di Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Surakarta, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Gubernur bersama timnya melakukan pengecekan di sejumlah jalan, baik di wilayah Eromoko, Wonogiri dan Sukoharjo, tepatnya di Jalan Raya Jaten-Karanganyar.
SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Surakarta, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah di Jalan Monginsidi, Banjarsari, Kota Surakarta pada Senin, 14 Juli 2025.
Kedatangan Gubernur ke Balai Pengelolaan Jalan Surakarta (BPJS) itu tidak dijadwalkan sebelumnya. Sidak dilakukan untuk memantau pengerjaan infrastruktur jalan di daerah Sukoharjo dan Eromoko, Wonogiri yang progresnya baru sebesar 6 persen.
Setibanya di kantor tersebut, ia menyapa dan menyalami para pegawai, serta memanggil Kepala Balai Pengelolaan Jalan Surakarta dan sejumlah pejabat lainnya. Pada kesempatan itu, Gubernur meminta penjelasan mengenai pengerjaan jalan di Sukoharjo dan Eromoko, Wonogiri yang progresnya belum signifikan. Ia menyayangkan, pengerjaan jalan di dua lokasi itu yang membutuhkan waktu cukup lama.
"Masyarakat sudah berteriak-teriak jalan rusak. Tahunya masyarakat, jalannya mulus," tegas Gubernur.
Setelah bertemu dengan kepala balai dan sejumlah pejabat, diketahui ada kendala dalam pengerjaan jalan di dua wilayah tersebut.
"Kendalanya, menyesuaikan suhu dengan aspal. Ini perlu kita teliti. Jangan sampai kendala-kendala ini mempengaruhi atau menghambat pembangunan infrastruktur di wilayah lain," ucap Gubernur.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil Kepala Dinas PU dan pejabat lain, yang mengurusi persoalan jalan untuk melakukan evaluasi terkait persoalan dan kendala yang ada.
"Jadi, infrastruktur untuk (tahun) 2025 ini harus dipercepat. Jangan cuma 6 persen (pengerjaannya). Saya panggil, ubah spesifikasinya. Masyarakat gak mau tahu, tahunya jalannya mulus," ucapnya.
Tak hanya itu, Gubernur juga mengingatkan agar pengerjaan infrastruktur jalan dilakukan dengan baik, supaya masyarakat bisa segera merasakan hasil-hasil kerja dan pembangunan Jateng.
"Kalau itu dimungkinkan menghambat pembangunan jalan, ganti saja kontraktornya. Saya gak mau kerja-kerja yang elek-elek-an," paparnya.
Usai melakukan sidak di Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Surakarta, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Gubernur bersama timnya melakukan pengecekan di sejumlah jalan, baik di wilayah Eromoko, Wonogiri dan Sukoharjo, tepatnya di Jalan Raya Jaten-Karanganyar.
Berita Terbaru