Follow Us :              

Pengukuhan FPK Jateng, Wagub: Pembauran Kebangsaan Jateng Perkuat Persatuan Bangsa

  20 July 2022  |   13:00:00  |   dibaca : 390 
Kategori :
Bagikan :


Pengukuhan FPK Jateng, Wagub: Pembauran Kebangsaan Jateng Perkuat Persatuan Bangsa

20 July 2022 | 13:00:00 | dibaca : 390
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jawa Tengah (Jateng) merupakan bagian penting dari kerukunan nasional yang akan menguatkan dan memperkokoh persatuan bangsa, menghormati perbedaaan, menggaungkan Pancasila, menangkal penyebaran radikalisme dan intoleran, serta melestarikan budaya nusantara. 

"Pengukuhan FPK adalah lonceng dimulainya kinerja bahwa NKRI itu harus dijaga, Pancasila harus digaungkan dan disadarkan kembali kepada masyarakat. Dan itu kunci untuk menangkal paham-paham radikalisme, intoleransi, dan sebagainya," kata Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, di sela pengukuhan Pengurus FPK Jateng periode 2021-2026 di Gedung B lantai 5 Setda Jateng, (20/7/2022). 

Wagub mengatakan, organisasi masyarakat yang beranggotakan warga dari berbagai etnis dan suku di Indonesia tersebut, diharapkan mampu menyatukan pemikiran dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta bisa menumbuhkan kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara. 

Menurut Wagub, semua orang perlu memahami bahwa bermasyarakat tidak hanya menyangkut satu suku atau agama, karena dalam satu daerah tidak hanya dihuni oleh penduduk asli daerah setempat, melainkan juga warga dari berbagai pelosok nusantara. 

"Semua warga berbaur dan merajut pulau-pulau di Indonesia sehingga menjadi satu kesatuan Indonesia. Ini adalah kesempatan kita untuk mengokohkan, dan menguatkan NKRI. Semakin berat tugas kita maka semakin mulia kedudukan kita," katanya.

Pengurus dan anggota FPK Jateng yang telah dilantik, tidak hanya dari warga atau suku yang ada di Jateng saja, tetapi terdiri dari sekitar 19 etnis yang ada di nusantara. Warga Sabang sampai Merauke yang ada di Jateng telah mewakili menjadi pengurus FPK Jateng. Meskipun bukan penduduk asli Jateng, namun para pengurus FPK telah paham dan akrab dengan budaya-budaya Jateng. 

"Saya melihat, saya bahagia, saya senang panjenengan semua duduk dengan baju kebesaran adat masing-masing suku dan daerah. Dan saya melihat pengurus FPK yang ada di Jateng tidak hanya warga atau suku Jawa Tengah, tetapi ada pula dari Papua dan provinsi lainnya," bebernya. 

Wagub mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan suku, agama, ras yang beragam. Bahkan sejak sebelum merdeka tahun 1945, atau ratusan tahun silam, kebhinekaan telah ada dan mewarnai bumi Indonesia. Para nenek moyang atau pendahulu pun telah mempertaruhkan nyawa, harta, maupun keluarga untuk kemerdekaan Indonesia dan menjaga NKRI. 

Selama ini tidak sedikit orang asing yang memuji bangsa Indonesia sebagai negara yang hebat dan kuat. Karena banyaknya suku, ras, agama, golongan, dan sebagainya tetapi tetap bisa bersatu, melaksanakan musyawarah, gotong royong, dan bermacam kegiatan secara bersama-sama tanpa melihat latar belakang perbedaan. 

"Bahkan, tidak sedikit yang belajar kepada kita. Karena dengan jumlah penduduk besar dengan banyak perbedaan, tetapi saling menghormati dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan kebersamaan, kegotongroyongan kita," tutupnya. 

Ketua FPK Jateng, Muhammad Adnan, Wakil Ketua Joko Trihatmanto, bersama pengurus lain terlihat khidmat mengikuti prosesi pengukuhan. Penampilan mereka terlihat menarik dengan aneka ragam busana adat yang mereka kenakan, mulai dari pakaian adat Papua, Jawa, Batak, dan Aceh.


Bagikan :

SEMARANG - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jawa Tengah (Jateng) merupakan bagian penting dari kerukunan nasional yang akan menguatkan dan memperkokoh persatuan bangsa, menghormati perbedaaan, menggaungkan Pancasila, menangkal penyebaran radikalisme dan intoleran, serta melestarikan budaya nusantara. 

"Pengukuhan FPK adalah lonceng dimulainya kinerja bahwa NKRI itu harus dijaga, Pancasila harus digaungkan dan disadarkan kembali kepada masyarakat. Dan itu kunci untuk menangkal paham-paham radikalisme, intoleransi, dan sebagainya," kata Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, di sela pengukuhan Pengurus FPK Jateng periode 2021-2026 di Gedung B lantai 5 Setda Jateng, (20/7/2022). 

Wagub mengatakan, organisasi masyarakat yang beranggotakan warga dari berbagai etnis dan suku di Indonesia tersebut, diharapkan mampu menyatukan pemikiran dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta bisa menumbuhkan kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara. 

Menurut Wagub, semua orang perlu memahami bahwa bermasyarakat tidak hanya menyangkut satu suku atau agama, karena dalam satu daerah tidak hanya dihuni oleh penduduk asli daerah setempat, melainkan juga warga dari berbagai pelosok nusantara. 

"Semua warga berbaur dan merajut pulau-pulau di Indonesia sehingga menjadi satu kesatuan Indonesia. Ini adalah kesempatan kita untuk mengokohkan, dan menguatkan NKRI. Semakin berat tugas kita maka semakin mulia kedudukan kita," katanya.

Pengurus dan anggota FPK Jateng yang telah dilantik, tidak hanya dari warga atau suku yang ada di Jateng saja, tetapi terdiri dari sekitar 19 etnis yang ada di nusantara. Warga Sabang sampai Merauke yang ada di Jateng telah mewakili menjadi pengurus FPK Jateng. Meskipun bukan penduduk asli Jateng, namun para pengurus FPK telah paham dan akrab dengan budaya-budaya Jateng. 

"Saya melihat, saya bahagia, saya senang panjenengan semua duduk dengan baju kebesaran adat masing-masing suku dan daerah. Dan saya melihat pengurus FPK yang ada di Jateng tidak hanya warga atau suku Jawa Tengah, tetapi ada pula dari Papua dan provinsi lainnya," bebernya. 

Wagub mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan suku, agama, ras yang beragam. Bahkan sejak sebelum merdeka tahun 1945, atau ratusan tahun silam, kebhinekaan telah ada dan mewarnai bumi Indonesia. Para nenek moyang atau pendahulu pun telah mempertaruhkan nyawa, harta, maupun keluarga untuk kemerdekaan Indonesia dan menjaga NKRI. 

Selama ini tidak sedikit orang asing yang memuji bangsa Indonesia sebagai negara yang hebat dan kuat. Karena banyaknya suku, ras, agama, golongan, dan sebagainya tetapi tetap bisa bersatu, melaksanakan musyawarah, gotong royong, dan bermacam kegiatan secara bersama-sama tanpa melihat latar belakang perbedaan. 

"Bahkan, tidak sedikit yang belajar kepada kita. Karena dengan jumlah penduduk besar dengan banyak perbedaan, tetapi saling menghormati dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan kebersamaan, kegotongroyongan kita," tutupnya. 

Ketua FPK Jateng, Muhammad Adnan, Wakil Ketua Joko Trihatmanto, bersama pengurus lain terlihat khidmat mengikuti prosesi pengukuhan. Penampilan mereka terlihat menarik dengan aneka ragam busana adat yang mereka kenakan, mulai dari pakaian adat Papua, Jawa, Batak, dan Aceh.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu