Follow Us :              

Dorong Transparansi dan Akuntabilitas, MTQ XXIX Jateng Manfaatkan IT

  22 July 2022  |   19:00:00  |   dibaca : 425 
Kategori :
Bagikan :


Dorong Transparansi dan Akuntabilitas, MTQ XXIX Jateng Manfaatkan IT

22 July 2022 | 19:00:00 | dibaca : 425
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Sebanyak 832 kafilah dari 35 kabupaten/kota mengikuti  Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX Jawa Tengah (Jateng) yang digelar di Semarang. Ajang tersebut merupakan gelaran luar jaringan (luring) pertama sejak Pandemi tahun 2020. 

Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wagub dan didampingi oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama  Jateng, Musta'in Ahmad. Pada sambutan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang dibacakan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Gubernur yakin MTQ Jateng kali ini lebih menarik karena dilakukan secara luring. Hal ini akan menambah semangat bertanding masing-masing kafilah. 

"Terima kasih Pak Wali (Hedrar Prihadi) telah bersedia menjadi tuan rumah, mengingat dalam lima tahun terakhir MTQ diselenggarakan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Dan selama 2 tahun ini kegiatan keagamaan dilaksanakan secara virtual. Alhamdulillah, Covid-19 berhasil kita kendalikan, dan berbagai kegiatan masyarakat sudah dapat diselenggarakan secara normal," ungkap Wagub saat pembukaan MTQ XXIX 2022 Jateng, di Lapangan Pancasila Semarang, Jumat (22/07/2022) malam. 

Wagub juga mengingatkan kepada para peserta untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan selama berlomba. Covid-19 masih ada, sehingga masyarakat perlu berhati-hati, salah satu caranya dengan mengenakan masker saat bepergian. "Kewaspadaan harus terus ditingkatkan, karena Covid-19 masih ada. Protokol kesehatan harus tetap dijaga," tandas ketua LPTQ Jateng ini. 

Wagub berharap, pada penyelenggaraan MTQ yang akan datang, jumlah peserta bisa  bertambah. Sebab, dirinya saat ini masih melihat beberapa cabang lomba yang tidak diikuti kabupaten/ kota. 

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Jateng saat ini sudah berbasis IT. Mulai dari pendaftaran, pelaksanaan hingga penilaiannya. Penerapan IT ini selaras dengan MTQ tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Kalimantan Selatan pada Oktober nanti. Pemanfaatan IT akan mendorong transparansi dan menciptakan akuntabilitas. 

"Ini supaya masyarakat bisa mengetahui bagaimana MTQ ini dilaksanakan, penilaiannya bagaimana, mereka bisa mengikuti lewat IT di rumahnya masing-masing, Sehingga tidak ada pertanyaan-pertanyaan lagi, seolah-olah bahwa itu hasil dari kami, bukan ini dari juri. Seleksi memang benar-benar dilakukan secara adil, jujur dan terbuka," pungkasnya.
Sebagai bagian dari upaya menjaga objektivitas penilaian, sebelum pembukaan acara Wagub telah mengukuhkan 66 dewan hakim. Mereka terdiri dari Koordinator Dewan, Sekretaris Dewan Hakim, 16 Ketua Majelis Hakim, dan anggota. Koordinator dewan hakim dijabat oleh KH Ahmad Darodji, sementara Sekretaris dijabat oleh H Badrussalam. 

"Kami juga menyiapkan dewan hakim, yang menentukan bagaimana seleksi awal dari Provinsi Jawa Tengah untuk dikirim ke MTQ tingkat nasional. Benar-benar kami berharap dari dewan hakim menguji (peserta) MTQ tingkat provinsi dengan baik, adil, jujur," tegasnya. 

Sebagai informasi, MTQ XXIX Jateng tahun ini mempertandingkan 16 cabang lomba yaitu; Tartil Al-Qur'an; Tilawah anak-anak, remaja dan dewasa; Tilawah tuna netra dan Qiraat Mujawwad dewasa; Qiraat Murattal remaja dan dewasa; Hafalan 1 juz dan tilawah; Hafalan 5 juz dan tilawah; Hafalan 10 juz; Hafalan 20 juz; Hafalan 30 juz; Tafsir Bahasa Inggris dan Hafalan 15 juz; Tafsir Bahasa Indonesia dan Hafalan 3 juz; Tafsir Bahasa Arab dan Hafalan 3 juz; kemudian Fahm Al Qur'an; Syahr Al'Qur'an; Seni Kaligrafi Al Qur'an; dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an Mahasiswa.


Bagikan :

SEMARANG - Sebanyak 832 kafilah dari 35 kabupaten/kota mengikuti  Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX Jawa Tengah (Jateng) yang digelar di Semarang. Ajang tersebut merupakan gelaran luar jaringan (luring) pertama sejak Pandemi tahun 2020. 

Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wagub dan didampingi oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama  Jateng, Musta'in Ahmad. Pada sambutan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang dibacakan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Gubernur yakin MTQ Jateng kali ini lebih menarik karena dilakukan secara luring. Hal ini akan menambah semangat bertanding masing-masing kafilah. 

"Terima kasih Pak Wali (Hedrar Prihadi) telah bersedia menjadi tuan rumah, mengingat dalam lima tahun terakhir MTQ diselenggarakan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Dan selama 2 tahun ini kegiatan keagamaan dilaksanakan secara virtual. Alhamdulillah, Covid-19 berhasil kita kendalikan, dan berbagai kegiatan masyarakat sudah dapat diselenggarakan secara normal," ungkap Wagub saat pembukaan MTQ XXIX 2022 Jateng, di Lapangan Pancasila Semarang, Jumat (22/07/2022) malam. 

Wagub juga mengingatkan kepada para peserta untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan selama berlomba. Covid-19 masih ada, sehingga masyarakat perlu berhati-hati, salah satu caranya dengan mengenakan masker saat bepergian. "Kewaspadaan harus terus ditingkatkan, karena Covid-19 masih ada. Protokol kesehatan harus tetap dijaga," tandas ketua LPTQ Jateng ini. 

Wagub berharap, pada penyelenggaraan MTQ yang akan datang, jumlah peserta bisa  bertambah. Sebab, dirinya saat ini masih melihat beberapa cabang lomba yang tidak diikuti kabupaten/ kota. 

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Jateng saat ini sudah berbasis IT. Mulai dari pendaftaran, pelaksanaan hingga penilaiannya. Penerapan IT ini selaras dengan MTQ tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Kalimantan Selatan pada Oktober nanti. Pemanfaatan IT akan mendorong transparansi dan menciptakan akuntabilitas. 

"Ini supaya masyarakat bisa mengetahui bagaimana MTQ ini dilaksanakan, penilaiannya bagaimana, mereka bisa mengikuti lewat IT di rumahnya masing-masing, Sehingga tidak ada pertanyaan-pertanyaan lagi, seolah-olah bahwa itu hasil dari kami, bukan ini dari juri. Seleksi memang benar-benar dilakukan secara adil, jujur dan terbuka," pungkasnya.
Sebagai bagian dari upaya menjaga objektivitas penilaian, sebelum pembukaan acara Wagub telah mengukuhkan 66 dewan hakim. Mereka terdiri dari Koordinator Dewan, Sekretaris Dewan Hakim, 16 Ketua Majelis Hakim, dan anggota. Koordinator dewan hakim dijabat oleh KH Ahmad Darodji, sementara Sekretaris dijabat oleh H Badrussalam. 

"Kami juga menyiapkan dewan hakim, yang menentukan bagaimana seleksi awal dari Provinsi Jawa Tengah untuk dikirim ke MTQ tingkat nasional. Benar-benar kami berharap dari dewan hakim menguji (peserta) MTQ tingkat provinsi dengan baik, adil, jujur," tegasnya. 

Sebagai informasi, MTQ XXIX Jateng tahun ini mempertandingkan 16 cabang lomba yaitu; Tartil Al-Qur'an; Tilawah anak-anak, remaja dan dewasa; Tilawah tuna netra dan Qiraat Mujawwad dewasa; Qiraat Murattal remaja dan dewasa; Hafalan 1 juz dan tilawah; Hafalan 5 juz dan tilawah; Hafalan 10 juz; Hafalan 20 juz; Hafalan 30 juz; Tafsir Bahasa Inggris dan Hafalan 15 juz; Tafsir Bahasa Indonesia dan Hafalan 3 juz; Tafsir Bahasa Arab dan Hafalan 3 juz; kemudian Fahm Al Qur'an; Syahr Al'Qur'an; Seni Kaligrafi Al Qur'an; dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an Mahasiswa.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu