Follow Us :              

IFBC Expo Tingkatkan Pertumbuhan dan Kualitas UMKM di Jateng

  22 July 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 130 
Kategori :
Bagikan :


IFBC Expo Tingkatkan Pertumbuhan dan Kualitas UMKM di Jateng

22 July 2022 | 10:00:00 | dibaca : 130
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus berupaya keras meningkatkan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Berbagai usaha juga dilakukan untuk memperbaiki kualitas UMKM agar mampu bersaing di pasar global. 

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, pameran atau expo mampu menjadi penunjang bagi pertumbuhan UMKM. Seperti event Info Franchise and Business Concept (IFBC) Expo 2022 yang digelar oleh Asosiasi Franchise Indonesia bekerjasama dengan Neo Expo Promosindo yang hari ini ia kunjungi. 

"Saya senang dengan adanya pertemuan atau pameran IFBC 2022 Expo yang ada di Semarang. Saya berharap para pelaku franchise ini bisa bertemu dengan pengusaha-pengusaha di Jawa Tengah. Dan mungkin bukan hanya pengusaha kecil, tetapi pengusaha besar juga nanti bisa (bekerjasama) menumbuhkan perekonomian," ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen di sela pembukaan IFBC Expo 2022 di UTC Convention & Hotel, Jumat (22/7/2022). 

Wagub menambahkan, dalam pameran ini terdapat 35 usaha franchise (waralaba)  dengan produk merek lokal dan nasional dari skala kecil, menengah, bahkan skala besar. Dia berharap para pelaku UMKM dapat bertemu, saling mendukung, dan memberi masukan. Serta menginspirasi untuk bersama-sama mengembangkan produk daerah. 

Di sisi lain, Wagub ingin agar masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk belajar membuka peluang usaha. Menurutnya, bagi yang memiliki kemampuan namun terkendala perihal modal, bisa melakukan sharing atau kerja sama dengan pelaku usaha lainnya, sehingga dapat memajukan usaha bersama-sama. 

"Franchise yang ada di sini dapat menjadi motivasi, penggerak, dan inspirasi pelaku usaha yang kemungkinan di rumah mempunyai usaha tetapi tidak memiliki modal besar untuk mengembangkan, maka dapat dengan franchise. Sehingga franchise itu dapat menambah modal secara langsung dan tanpa ribet," katanya. 

Potensi UMKM Jateng sangat tinggi. Bahkan Wagub menyebutkan, beberapa produk UMKM Jateng yang telah merambah pasar internasional. Namun demikian, tidak sedikit pelaku UMKM yang terkendala permodalan, keterbatasan pengetahuan tentang pemasaran, peningkatan kualitas produk dan sebagainya. Maka dengan sistem waralaba, cukup dengan MoU atau nota kesepakatan kerja sama, pelatihan mengolah produk, pemasaran, dan lainnya dapat diatasi, sehingga pelaku usaha di Jateng  lebih maju. 

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, waralaba akan menjadi fokus pelaku bisnis agar UMKM dapat berkembang cepat. Kuncinya adalah jaringan untuk mengembangkan market jaringan bisnis, mengembangkan dan memperluas usaha sehingga bisa untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. 

"Selain itu, syarat utuh UMKM sebagai waralaba adalah memiliki sistem bisnis yang jelas supaya banyak membuka cabang usaha. Berdasarkan laporan harian, kegiatan usaha waralaba tahun 2020, waralaba memiliki kontribusi sebesar 1,9% APBD  tahun 2020. Sedangkan data dari Kementerian Perdagangan ada 2.309 bisnis waralaba yang siap dikembangkan," terang Teten saat menyampaikan sambutan via virtual. 

Pemeran yang mengusung tema "Ready, Get Set, Grow" itu diikuti pengusaha berbagai sektor. Diantaranya sektor retail, kuliner, jasa binatu, pendukung bisnis, konsultan bisnis, dan usaha menarik lainnya. Para pengunjung akan ditawarkan bermacam bisnis waralaba dan peluang usaha dengan nilai di bawah Rp10 juta, puluhan juta, hingga ratusan juta rupiah. 

Pada kesempatan tersebut, Wagub bersama Ketua Asosiasi Franchise, Anang Sukandar, serta CEO DK Consulting, Joko Kurniawan, dan CEO PT NEO Expo Promosindo Veronica Linda, menyerahkan penghargaan IFBC Franchise & Business Opportunity 2022 kepada sejumlah pelaku usaha Waralaba Padat Karya, Best B2B Provider 2022, Inspirational Womenpreneur 2022 Central Java, Promising Business Opportunity, Sustainable Business, dan sebagainya.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus berupaya keras meningkatkan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Berbagai usaha juga dilakukan untuk memperbaiki kualitas UMKM agar mampu bersaing di pasar global. 

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, pameran atau expo mampu menjadi penunjang bagi pertumbuhan UMKM. Seperti event Info Franchise and Business Concept (IFBC) Expo 2022 yang digelar oleh Asosiasi Franchise Indonesia bekerjasama dengan Neo Expo Promosindo yang hari ini ia kunjungi. 

"Saya senang dengan adanya pertemuan atau pameran IFBC 2022 Expo yang ada di Semarang. Saya berharap para pelaku franchise ini bisa bertemu dengan pengusaha-pengusaha di Jawa Tengah. Dan mungkin bukan hanya pengusaha kecil, tetapi pengusaha besar juga nanti bisa (bekerjasama) menumbuhkan perekonomian," ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen di sela pembukaan IFBC Expo 2022 di UTC Convention & Hotel, Jumat (22/7/2022). 

Wagub menambahkan, dalam pameran ini terdapat 35 usaha franchise (waralaba)  dengan produk merek lokal dan nasional dari skala kecil, menengah, bahkan skala besar. Dia berharap para pelaku UMKM dapat bertemu, saling mendukung, dan memberi masukan. Serta menginspirasi untuk bersama-sama mengembangkan produk daerah. 

Di sisi lain, Wagub ingin agar masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk belajar membuka peluang usaha. Menurutnya, bagi yang memiliki kemampuan namun terkendala perihal modal, bisa melakukan sharing atau kerja sama dengan pelaku usaha lainnya, sehingga dapat memajukan usaha bersama-sama. 

"Franchise yang ada di sini dapat menjadi motivasi, penggerak, dan inspirasi pelaku usaha yang kemungkinan di rumah mempunyai usaha tetapi tidak memiliki modal besar untuk mengembangkan, maka dapat dengan franchise. Sehingga franchise itu dapat menambah modal secara langsung dan tanpa ribet," katanya. 

Potensi UMKM Jateng sangat tinggi. Bahkan Wagub menyebutkan, beberapa produk UMKM Jateng yang telah merambah pasar internasional. Namun demikian, tidak sedikit pelaku UMKM yang terkendala permodalan, keterbatasan pengetahuan tentang pemasaran, peningkatan kualitas produk dan sebagainya. Maka dengan sistem waralaba, cukup dengan MoU atau nota kesepakatan kerja sama, pelatihan mengolah produk, pemasaran, dan lainnya dapat diatasi, sehingga pelaku usaha di Jateng  lebih maju. 

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, waralaba akan menjadi fokus pelaku bisnis agar UMKM dapat berkembang cepat. Kuncinya adalah jaringan untuk mengembangkan market jaringan bisnis, mengembangkan dan memperluas usaha sehingga bisa untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. 

"Selain itu, syarat utuh UMKM sebagai waralaba adalah memiliki sistem bisnis yang jelas supaya banyak membuka cabang usaha. Berdasarkan laporan harian, kegiatan usaha waralaba tahun 2020, waralaba memiliki kontribusi sebesar 1,9% APBD  tahun 2020. Sedangkan data dari Kementerian Perdagangan ada 2.309 bisnis waralaba yang siap dikembangkan," terang Teten saat menyampaikan sambutan via virtual. 

Pemeran yang mengusung tema "Ready, Get Set, Grow" itu diikuti pengusaha berbagai sektor. Diantaranya sektor retail, kuliner, jasa binatu, pendukung bisnis, konsultan bisnis, dan usaha menarik lainnya. Para pengunjung akan ditawarkan bermacam bisnis waralaba dan peluang usaha dengan nilai di bawah Rp10 juta, puluhan juta, hingga ratusan juta rupiah. 

Pada kesempatan tersebut, Wagub bersama Ketua Asosiasi Franchise, Anang Sukandar, serta CEO DK Consulting, Joko Kurniawan, dan CEO PT NEO Expo Promosindo Veronica Linda, menyerahkan penghargaan IFBC Franchise & Business Opportunity 2022 kepada sejumlah pelaku usaha Waralaba Padat Karya, Best B2B Provider 2022, Inspirational Womenpreneur 2022 Central Java, Promising Business Opportunity, Sustainable Business, dan sebagainya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu