Follow Us :              

Upayakan Penuhi Kebutuhan air Minum dan Sanitasi Aman Konsumsi, Pemprov Jateng Gandeng USAID IUWASH TANGGUH

  26 July 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 271 
Kategori :
Bagikan :


Upayakan Penuhi Kebutuhan air Minum dan Sanitasi Aman Konsumsi, Pemprov Jateng Gandeng USAID IUWASH TANGGUH

26 July 2022 | 11:00:00 | dibaca : 271
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bekerjasama lebih serius dengan United States Agency for International Development (USAID) Indonesia untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi aman, bagi masyarakat. Hal itu ditandai dengan pertemuan antara Mission Director USAID Indonesia, Jeffrey P. Cohen dengan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen di ruang rapat Wagub, Selasa (26/07/2022). 

Dalam pertemuan tersebut, Jeffrey memperkenalkan platform USAID, Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH TANGGUH). Disebutkan, proyek lima tahun yang dimulai pada awal April 2022 untuk membantu Pemerintah Indonesia meningkatkan akses ke layanan air bersih dan sanitasi. Selain itu juga untuk mengatasi risiko terkait iklim, seperti banjir dan kekeringan, serta membantu pemerintah daerah dalam memastikan data resiko dan langkah respon dalam pendekatan utilitas pasokan air dan pengelolaan sumber daya air. 

Wagub menyebutkan, terdapat delapan kabupaten/kota yang menjadi target program ini. Delapan wilayah tersebut yakni, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Temanggung. 

"(Wilayah) ini masih menunggu ketentuan Bappenas. Kita masih menunggu keputusan resmi. Tadi dalam pembicaraan, sejak kunjungan ini, Usaid (IUWASH Tangguh) berkantor di Surakarta. Nanti (lain waktu) kita bisa perdalam lagi. Kami berharap program yang USAID dengan pemerintah Indonesia khususnya di  Jateng dengan lembaga, berharapnya bisa segera terealisasi," kata Wagub usai berdiskusi dengan tim USAID Indonesia di ruang rapat Wagub, Selasa (26/07/2022). 

Turut dijelaskan, pada tahun 2021 capaian pemenuhan air minum di perkotaan mencapai 90,15 persen, sedangkan di perdesaan mencapai 83,42 persen. Sementara untuk pengelolaan sanitasi air limbah domestik mencapai 88,67 pada tahun 2021. Tidak hanya itu, Wagub juga memaparkan untuk program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (Pamsimas) tercatat 5.114 desa dari 8.559 desa yang ada. 

Lebih jauh, Wagub meminta agar program peningkatan kapasitas masyarakat dan institusi pengelola air juga dapat dioptimalkan. Menurutnya, pemberian wawasan dan pemahaman mengenai akses air aman konsumsi, sangat penting sebagai salah satu aspek penunjang kehidupan layak. 

"Kita sampaikan ke USAID, bahwa (program) di Jateng saat ini juga menjadi salah satu target pemenuhan air bersih atau air minum yang dibutuhkan masyarakat. Itu semua bukan hanya penyediaan saja, akan tetapi kami sampaikan juga, nanti (kita) memberikan materi, wawasan untuk menjaganya," tandasnya. 

Mission Director USAID Indonesia, Jeffrey P. Cohen, saat wawancara mengatakan, Amerika Serikat melalui USAID sangat gembira dapat mendukung Pemprov Jateng dalam mencapai tujuan pembangunan. Saat ini USAID telah bekerjasama dengan pemerintah dan berbagai mitra di Indonesia untuk membantu perawatan pasien TBC. Selain itu juga membantu mahasiswa Indonesia mendapatkan akses pendidikan perguruan tinggi di Amerika, serta beragam kerja sama lainnya. 

"(Saat ini, kerjasama) meningkatkan pengelolaan sampah, mengurangi polusi plastik, serta memperluas akses layanan air sanitasi aman. Meningkatkan kehidupan masyarakat di seluruh provinsi," kata Jeffrey. 

Menambahkan, Kepala Tim IUWASH TANGGUH, Alifah Lestari mengatakan pihaknya akan fokus memberikan wawasan pada masyarakat. Langkah itu untuk menumbuhkan kesadaran agar mau mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang aman. 

"Fokusnya peningkatan kapasitas, PDAM, operator air limbah, maupun masyarakat, untuk mereka bisa mendapatkan akses air minum dan sanitasi aman," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bekerjasama lebih serius dengan United States Agency for International Development (USAID) Indonesia untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi aman, bagi masyarakat. Hal itu ditandai dengan pertemuan antara Mission Director USAID Indonesia, Jeffrey P. Cohen dengan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen di ruang rapat Wagub, Selasa (26/07/2022). 

Dalam pertemuan tersebut, Jeffrey memperkenalkan platform USAID, Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH TANGGUH). Disebutkan, proyek lima tahun yang dimulai pada awal April 2022 untuk membantu Pemerintah Indonesia meningkatkan akses ke layanan air bersih dan sanitasi. Selain itu juga untuk mengatasi risiko terkait iklim, seperti banjir dan kekeringan, serta membantu pemerintah daerah dalam memastikan data resiko dan langkah respon dalam pendekatan utilitas pasokan air dan pengelolaan sumber daya air. 

Wagub menyebutkan, terdapat delapan kabupaten/kota yang menjadi target program ini. Delapan wilayah tersebut yakni, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Temanggung. 

"(Wilayah) ini masih menunggu ketentuan Bappenas. Kita masih menunggu keputusan resmi. Tadi dalam pembicaraan, sejak kunjungan ini, Usaid (IUWASH Tangguh) berkantor di Surakarta. Nanti (lain waktu) kita bisa perdalam lagi. Kami berharap program yang USAID dengan pemerintah Indonesia khususnya di  Jateng dengan lembaga, berharapnya bisa segera terealisasi," kata Wagub usai berdiskusi dengan tim USAID Indonesia di ruang rapat Wagub, Selasa (26/07/2022). 

Turut dijelaskan, pada tahun 2021 capaian pemenuhan air minum di perkotaan mencapai 90,15 persen, sedangkan di perdesaan mencapai 83,42 persen. Sementara untuk pengelolaan sanitasi air limbah domestik mencapai 88,67 pada tahun 2021. Tidak hanya itu, Wagub juga memaparkan untuk program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (Pamsimas) tercatat 5.114 desa dari 8.559 desa yang ada. 

Lebih jauh, Wagub meminta agar program peningkatan kapasitas masyarakat dan institusi pengelola air juga dapat dioptimalkan. Menurutnya, pemberian wawasan dan pemahaman mengenai akses air aman konsumsi, sangat penting sebagai salah satu aspek penunjang kehidupan layak. 

"Kita sampaikan ke USAID, bahwa (program) di Jateng saat ini juga menjadi salah satu target pemenuhan air bersih atau air minum yang dibutuhkan masyarakat. Itu semua bukan hanya penyediaan saja, akan tetapi kami sampaikan juga, nanti (kita) memberikan materi, wawasan untuk menjaganya," tandasnya. 

Mission Director USAID Indonesia, Jeffrey P. Cohen, saat wawancara mengatakan, Amerika Serikat melalui USAID sangat gembira dapat mendukung Pemprov Jateng dalam mencapai tujuan pembangunan. Saat ini USAID telah bekerjasama dengan pemerintah dan berbagai mitra di Indonesia untuk membantu perawatan pasien TBC. Selain itu juga membantu mahasiswa Indonesia mendapatkan akses pendidikan perguruan tinggi di Amerika, serta beragam kerja sama lainnya. 

"(Saat ini, kerjasama) meningkatkan pengelolaan sampah, mengurangi polusi plastik, serta memperluas akses layanan air sanitasi aman. Meningkatkan kehidupan masyarakat di seluruh provinsi," kata Jeffrey. 

Menambahkan, Kepala Tim IUWASH TANGGUH, Alifah Lestari mengatakan pihaknya akan fokus memberikan wawasan pada masyarakat. Langkah itu untuk menumbuhkan kesadaran agar mau mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang aman. 

"Fokusnya peningkatan kapasitas, PDAM, operator air limbah, maupun masyarakat, untuk mereka bisa mendapatkan akses air minum dan sanitasi aman," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu