Follow Us :              

Dikelola KUD Omzet TPI Naik Hingga Rp93 Miliar, Gubernur Jateng: Ini Bagus, Nelayannya Sejahtera

  26 July 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 186 
Kategori :
Bagikan :


Dikelola KUD Omzet TPI Naik Hingga Rp93 Miliar, Gubernur Jateng: Ini Bagus, Nelayannya Sejahtera

26 July 2022 | 09:00:00 | dibaca : 186
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Cerita keberhasilan KUD di Cilacap dalam mengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang meningkatkan omzet hingga miliaran rupiah, membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo gembira. Dia menilai, kondisi tersebut menujukkan bahwa keberadaan koperasi tersebut telah sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu memberi manfaat bagi masyarakat. 

“Begini bagus, koperasinya betul-betul bermanfaat dan mensejahterakan nelayan,” ungkap Gubernur usai membuka acara peringatan Hari Koperasi Hybrid Expo Jawa Tengah 2022 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (26/7). Seiring peningkatan itu, anggota koperasi tersebut juga bertambah. Saat ini KUD Mino Saroyo sudah beranggotakan 8.441 nelayan di wilayah Cilacap. 

“Kami dipercaya oleh Pemkab (Cilacap) untuk mengelola TPI. Alhamdulillah dibawah kelola kami, capaian hasilnya setiap tahun meningkat,” kata Ketua KUD Mino Saroyo Cilacap, Untung Jayanto saat acara. 

Turut dikatakan, koperasinya telah mengelola TPI sejak tahun 2009. Koperasinya merupakan satu-satunya yang diberikan kepercayaan oleh pemda untuk mengelola TPI. 

“Produksi hasil tangkapan meningkat. Alhamdulillah pada tahun 2009 hanya produksi Rp20-22 miliar, setelah dikelola koperasi produksinya tertinggi pernah sampai Rp93 miliar,” ujarnya. Saat ini terdapat delapan kelompok nelayan di bawah naungan KUD Mino Saroyo. Komoditas utamanya antara lain ikan layur, tuna, cakalang dan udang. 

Terkait pelaksanaan peringatan Hybrid Expo Jateng 2022, Gubernur menilai positif acara yang menampikan aneka produk UMKM binaan koperasi tersebut. Agar lebih siap masuk ke pasar global, Gubernur mengaku, pihaknya siap untuk lebih membantu lagi dalam memberikan pendampingan. 

“(Produk) baik-baik sedang kita pamerkan juga di acara ini. Betul-betul kerajinan yang bagus-bagus, yang bisa ditampilkan. Butuh dikurasi, diedukasi, difasilitasi agar mereka bisa naik ke skala yang lebih besar,” ujarnya. 

Selain itu, pihaknya juga siap mendorong instansi pemerintah untuk mengutamakan membeli produk UKM. Gubernur mencontohkan, salah satu binaan Kopinkra Batur Jaya di Kabupaten Klaten memproduksi rem untuk kereta api. Dulu PT. KAI pernah menggunakan produk mereka, namun kini sudah tidak lagi. 

“Tapi sekarang KAI pakai dari Australia. Saya nanti minta KAI belinya yang Klaten. Ini yang coba kita dorong,” ujarnya. Di sisi lain, ia juga terus mendorong pemerintah daerah agar terus mendukung koperasi dengan membina para UMKM agar terus meningkatkan kualitasnya. 

“Sehingga bisa masuk e-katalog lokal. Sehingga kita bisa beli dari mereka. Kalau mereka sudah tergabung di koperasi, bagus. Mensejahterakan anggotanya,” tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Cerita keberhasilan KUD di Cilacap dalam mengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang meningkatkan omzet hingga miliaran rupiah, membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo gembira. Dia menilai, kondisi tersebut menujukkan bahwa keberadaan koperasi tersebut telah sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu memberi manfaat bagi masyarakat. 

“Begini bagus, koperasinya betul-betul bermanfaat dan mensejahterakan nelayan,” ungkap Gubernur usai membuka acara peringatan Hari Koperasi Hybrid Expo Jawa Tengah 2022 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (26/7). Seiring peningkatan itu, anggota koperasi tersebut juga bertambah. Saat ini KUD Mino Saroyo sudah beranggotakan 8.441 nelayan di wilayah Cilacap. 

“Kami dipercaya oleh Pemkab (Cilacap) untuk mengelola TPI. Alhamdulillah dibawah kelola kami, capaian hasilnya setiap tahun meningkat,” kata Ketua KUD Mino Saroyo Cilacap, Untung Jayanto saat acara. 

Turut dikatakan, koperasinya telah mengelola TPI sejak tahun 2009. Koperasinya merupakan satu-satunya yang diberikan kepercayaan oleh pemda untuk mengelola TPI. 

“Produksi hasil tangkapan meningkat. Alhamdulillah pada tahun 2009 hanya produksi Rp20-22 miliar, setelah dikelola koperasi produksinya tertinggi pernah sampai Rp93 miliar,” ujarnya. Saat ini terdapat delapan kelompok nelayan di bawah naungan KUD Mino Saroyo. Komoditas utamanya antara lain ikan layur, tuna, cakalang dan udang. 

Terkait pelaksanaan peringatan Hybrid Expo Jateng 2022, Gubernur menilai positif acara yang menampikan aneka produk UMKM binaan koperasi tersebut. Agar lebih siap masuk ke pasar global, Gubernur mengaku, pihaknya siap untuk lebih membantu lagi dalam memberikan pendampingan. 

“(Produk) baik-baik sedang kita pamerkan juga di acara ini. Betul-betul kerajinan yang bagus-bagus, yang bisa ditampilkan. Butuh dikurasi, diedukasi, difasilitasi agar mereka bisa naik ke skala yang lebih besar,” ujarnya. 

Selain itu, pihaknya juga siap mendorong instansi pemerintah untuk mengutamakan membeli produk UKM. Gubernur mencontohkan, salah satu binaan Kopinkra Batur Jaya di Kabupaten Klaten memproduksi rem untuk kereta api. Dulu PT. KAI pernah menggunakan produk mereka, namun kini sudah tidak lagi. 

“Tapi sekarang KAI pakai dari Australia. Saya nanti minta KAI belinya yang Klaten. Ini yang coba kita dorong,” ujarnya. Di sisi lain, ia juga terus mendorong pemerintah daerah agar terus mendukung koperasi dengan membina para UMKM agar terus meningkatkan kualitasnya. 

“Sehingga bisa masuk e-katalog lokal. Sehingga kita bisa beli dari mereka. Kalau mereka sudah tergabung di koperasi, bagus. Mensejahterakan anggotanya,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu