Follow Us :              

Keluhkan Pungli di Jalanan, Komunitas Sopir Truk Banyumas Temui Gubernur Jateng

  27 July 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 315 
Kategori :
Bagikan :


Keluhkan Pungli di Jalanan, Komunitas Sopir Truk Banyumas Temui Gubernur Jateng

27 July 2022 | 14:00:00 | dibaca : 315
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

BANYUMAS - Komunitas sopir truk se-Banyumas Raya menemui Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo untuk melaporkan masih adanya praktik pungli yang mereka alami. Sambil makan siang bersama Gubernur, para supir mengadukan pengeluaran rata-rata mereka untuk membayar pungli yang mencapai Rp150.000 dalam sehari. Sekali pungutan rata-rata para sopir harus membayar Rp 50.000. 

"Tadi masih ada laporan pungli di jalan. Kita bersihkan yuk" tegas Gubernur. 

Mengenai laporan itu, Gubernur secara tegas mengatakan akan membersihkannya. Ia akan berkoordinasi dengan inatansi terkait untuk memberantas pungli tersebut. 

Selain berusaha mencari solusi permasalahan para supir, di sisi lain Gubernur juga berpesan kepada para sopir truk agar mereka menaati ketentuan di jalan raya. Misalnya terkait over dimensi over load (ODOL) yang masih sering dilakukan oleh para sopir truk. 

"Kapasitas truknya juga jangan melebihi sehingga over dimensi over load. Itu tidak boleh lagi. Kalau itu bisa ditertibkan dan kesadaran dibangun oleh mereka sendiri, insyaallah akan berjalan baik," ungkapnya. 

Koordinator sopir truk se-Banyumas Raya, Damsik, mengaku senang bisa menyampaikan persoalan yang dihadapi komunitasnya pada Gubernur. "Ini pertama kali Pak Ganjar menemui komunitas sopir truk Banyumas Raya. Beliau menerima aspirasi dan keluh kesah tentang kejadian dan permasalahan para driver yang ada di perjalanan. Kebanyakan itu pungli, karena di tol itu masih banyak pungli-pungli yang luar biasa," ujarnya usai bertemu Gubernur. 

Dalam kesempatan itu, para sopir truk juga meminta dukungan Gubernur terkait keinginan komunitasnya yang berencana membentuk koperasi sopir dan kenek truk se-Banyumas Raya yang jumlahnya sekitar 10 ribuan. Mengetahui rencana ini, Gubernur sangat antusias untuk membantu. Ia mengaku siap mendorong terwujudnya koperasi ini dan memberikan pendampingan. 

"Mereka ingin membuat koperasi, saya dukung ini. Umpama pasokan solar untuk truk itu kadang-kadang tidak gampang. Kalau kemudian dari organisasi ini, kelompok sopir truk ini, bisa memfasilitasi melalui koperasi. Cita-cita mereka mau punya pom bensin sendiri. Ini bisa dirintis. Kalau nanti bentuknya koperasi dan unit usaha apa yang musti ada, Pemprov akan siap mendampingi," pungkas Gubernur.


Bagikan :

BANYUMAS - Komunitas sopir truk se-Banyumas Raya menemui Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo untuk melaporkan masih adanya praktik pungli yang mereka alami. Sambil makan siang bersama Gubernur, para supir mengadukan pengeluaran rata-rata mereka untuk membayar pungli yang mencapai Rp150.000 dalam sehari. Sekali pungutan rata-rata para sopir harus membayar Rp 50.000. 

"Tadi masih ada laporan pungli di jalan. Kita bersihkan yuk" tegas Gubernur. 

Mengenai laporan itu, Gubernur secara tegas mengatakan akan membersihkannya. Ia akan berkoordinasi dengan inatansi terkait untuk memberantas pungli tersebut. 

Selain berusaha mencari solusi permasalahan para supir, di sisi lain Gubernur juga berpesan kepada para sopir truk agar mereka menaati ketentuan di jalan raya. Misalnya terkait over dimensi over load (ODOL) yang masih sering dilakukan oleh para sopir truk. 

"Kapasitas truknya juga jangan melebihi sehingga over dimensi over load. Itu tidak boleh lagi. Kalau itu bisa ditertibkan dan kesadaran dibangun oleh mereka sendiri, insyaallah akan berjalan baik," ungkapnya. 

Koordinator sopir truk se-Banyumas Raya, Damsik, mengaku senang bisa menyampaikan persoalan yang dihadapi komunitasnya pada Gubernur. "Ini pertama kali Pak Ganjar menemui komunitas sopir truk Banyumas Raya. Beliau menerima aspirasi dan keluh kesah tentang kejadian dan permasalahan para driver yang ada di perjalanan. Kebanyakan itu pungli, karena di tol itu masih banyak pungli-pungli yang luar biasa," ujarnya usai bertemu Gubernur. 

Dalam kesempatan itu, para sopir truk juga meminta dukungan Gubernur terkait keinginan komunitasnya yang berencana membentuk koperasi sopir dan kenek truk se-Banyumas Raya yang jumlahnya sekitar 10 ribuan. Mengetahui rencana ini, Gubernur sangat antusias untuk membantu. Ia mengaku siap mendorong terwujudnya koperasi ini dan memberikan pendampingan. 

"Mereka ingin membuat koperasi, saya dukung ini. Umpama pasokan solar untuk truk itu kadang-kadang tidak gampang. Kalau kemudian dari organisasi ini, kelompok sopir truk ini, bisa memfasilitasi melalui koperasi. Cita-cita mereka mau punya pom bensin sendiri. Ini bisa dirintis. Kalau nanti bentuknya koperasi dan unit usaha apa yang musti ada, Pemprov akan siap mendampingi," pungkas Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu