Follow Us :              

Tinjau TMMD, Gubernur Jateng Apresiasi Dukungan TNI untuk Membangun Pedesaan

  28 July 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 268 
Kategori :
Bagikan :


Tinjau TMMD, Gubernur Jateng Apresiasi Dukungan TNI untuk Membangun Pedesaan

28 July 2022 | 09:00:00 | dibaca : 268
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

TEGAL - Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah meninjau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler yang dilaksanakan di Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Warga menyambut dengan sangat antusias. Baru kali ini desa yang berada di paling Timur Kabupaten Tegal itu, dikunjungi Gubernur. 

Melihat hasil pelaksanaan program itu, Gubernur terlihat puas. "TMMD ini ada aktivitas fisiknya, ada aktivitas sosialnya, mungkin juga pendidikan termasuk, tadi kesehatannya juga disiapkan. Pola-pola ini yang bisa kita kembangkan," katanya usai berkeliling Desa Kedungkelor. 

Program TMMD dilaksanakan di Desa Kedungkelor selama satu bulan. Program ini meliputi kegiatan fisik seperti perbaikan jalan desa dan talud di delapan titik dengan panjang mencapai 3000 meter. Pengerjaan dilakukan oleh anggota TNI bergotong royong bersama warga setempat. 

"Saya sampaikan terima kasih TMMD dari TNI hadir di sini, dari Pemkab dan Kepolisian juga hadir. Masyarakat bergotong royong, jadi jalan yang tadi sudah disiapkan, sekarang mulai di bereskan. Mudah-mudahan dalam waktu 32 hari ini akan selesai. Ada delapan titik, empat pekerjaan. Panjangnya sekitar 3000an yang dikerjakan," ujar Gubernur menjelaskan. 

Sumber dana TMMD Reguler di Desa Kedungkelor berasal dari dana APBD Kabupaten Tegal dan APBD Pemprov Jateng. Secara rinci, dana yang bersumber dari APBD Pemprov Jateng sekitar Rp110.000.000 untuk pengerasan jalan desa sepanjang 268 meter dengan lebar 3 meter dan pemasangan box culvert dengan panjang 5 meter. 

Sementara dana dari APBD Kabupaten Tegal sebanyak Rp800.000.000 yang digunakan untuk perkerasan jalan desa sepanjang 900 meter, pengaspalan jalan desa sepanjang 1.570 meter, dan talud jalan sepanjang 268 meter. 

"(Anggaran) ada dari Kabupaten, ada dari Provinsi, bukan tidak mungkin muncul juga dari partisipasi masyarakat. Jadi jumlahnya bisa banyak. Dari provinsi kita dukung terus kalau memang pekerjaan itu bagus, ya kita TMMD-kan. Karena kadang-kadang ada juga yang sulit kalau kita TMMD." 

Selain programnya yang partisipatif, Gubernur juga terkesan dengan kesesuaian kualitas dan kuantitas program TMMD. 

"Biasanya TMMD itu kalau mengerjakan speknya pasti sesuai. Kualitas sesuai spek juga, terus kemudian kuantitasnya akan bertambah karena partisipasinya cukup baik. Inilah model-model yang bisa kembangkan dan nanti akan kita teruskan," ujarnya. 

Terkait partisipasi, Gubernur juga mencontohkan Sekolah Lansia Bakti Ibu yang diluncurkan pada Maret 2022 lalu. Menurutnya, kegiatan sosial yang sudah ada tersebut dapat disinergikan dengan program TMMD. Program itu bisa mendukung Sekolah Lansia yang merupakan media para lansia untuk berkumpul, berdiskusi dan menimba pengetahuan serta belajar ketrampilan, juga berolahraga.


Bagikan :

TEGAL - Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah meninjau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler yang dilaksanakan di Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Warga menyambut dengan sangat antusias. Baru kali ini desa yang berada di paling Timur Kabupaten Tegal itu, dikunjungi Gubernur. 

Melihat hasil pelaksanaan program itu, Gubernur terlihat puas. "TMMD ini ada aktivitas fisiknya, ada aktivitas sosialnya, mungkin juga pendidikan termasuk, tadi kesehatannya juga disiapkan. Pola-pola ini yang bisa kita kembangkan," katanya usai berkeliling Desa Kedungkelor. 

Program TMMD dilaksanakan di Desa Kedungkelor selama satu bulan. Program ini meliputi kegiatan fisik seperti perbaikan jalan desa dan talud di delapan titik dengan panjang mencapai 3000 meter. Pengerjaan dilakukan oleh anggota TNI bergotong royong bersama warga setempat. 

"Saya sampaikan terima kasih TMMD dari TNI hadir di sini, dari Pemkab dan Kepolisian juga hadir. Masyarakat bergotong royong, jadi jalan yang tadi sudah disiapkan, sekarang mulai di bereskan. Mudah-mudahan dalam waktu 32 hari ini akan selesai. Ada delapan titik, empat pekerjaan. Panjangnya sekitar 3000an yang dikerjakan," ujar Gubernur menjelaskan. 

Sumber dana TMMD Reguler di Desa Kedungkelor berasal dari dana APBD Kabupaten Tegal dan APBD Pemprov Jateng. Secara rinci, dana yang bersumber dari APBD Pemprov Jateng sekitar Rp110.000.000 untuk pengerasan jalan desa sepanjang 268 meter dengan lebar 3 meter dan pemasangan box culvert dengan panjang 5 meter. 

Sementara dana dari APBD Kabupaten Tegal sebanyak Rp800.000.000 yang digunakan untuk perkerasan jalan desa sepanjang 900 meter, pengaspalan jalan desa sepanjang 1.570 meter, dan talud jalan sepanjang 268 meter. 

"(Anggaran) ada dari Kabupaten, ada dari Provinsi, bukan tidak mungkin muncul juga dari partisipasi masyarakat. Jadi jumlahnya bisa banyak. Dari provinsi kita dukung terus kalau memang pekerjaan itu bagus, ya kita TMMD-kan. Karena kadang-kadang ada juga yang sulit kalau kita TMMD." 

Selain programnya yang partisipatif, Gubernur juga terkesan dengan kesesuaian kualitas dan kuantitas program TMMD. 

"Biasanya TMMD itu kalau mengerjakan speknya pasti sesuai. Kualitas sesuai spek juga, terus kemudian kuantitasnya akan bertambah karena partisipasinya cukup baik. Inilah model-model yang bisa kembangkan dan nanti akan kita teruskan," ujarnya. 

Terkait partisipasi, Gubernur juga mencontohkan Sekolah Lansia Bakti Ibu yang diluncurkan pada Maret 2022 lalu. Menurutnya, kegiatan sosial yang sudah ada tersebut dapat disinergikan dengan program TMMD. Program itu bisa mendukung Sekolah Lansia yang merupakan media para lansia untuk berkumpul, berdiskusi dan menimba pengetahuan serta belajar ketrampilan, juga berolahraga.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu