Follow Us :              

Ikuti Detik-detik Proklamasi, Gubernur dan Wagub Kompak Berpakaian Adat Jawa

  17 August 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 389 
Kategori :
Bagikan :


Ikuti Detik-detik Proklamasi, Gubernur dan Wagub Kompak Berpakaian Adat Jawa

17 August 2022 | 10:00:00 | dibaca : 389
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur (Jateng) Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, tampil serasi saat mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia secara virtual di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (17/8/2022). Keduanya kompak mengenakan pakaian adat Jateng saat upacara yang dihadiri Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara. 

Keduanya terlihat sama-sama memakai beskap warna hitam lengkap dengan blangkon dan keris. Selain mereka, seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jateng yang mengikuti upacara tersebut juga mengenakan pakaian adat.  

Penampilan Gubernur itu sesuai dengan apa yang ia katakan sehari sebelumnya, tepatnya usai mendengarkan pidato kenegaraan dari Presiden Joko Widodo. Seperti keteladanan yang ditunjukkan Presiden, bahwa ada kepedulian pada seni, budaya, dan adat, tidak hanya sekadar dikatakan, tetapi harus dilakukan. Salah satu wujudnya adalah dangan simbol baju adat. 

Pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut, selain didampingi Wakil Gubernur, Gubernur juga didampingi oleh Forkompimda Jateng. Mereka terlihat khidmat mengikuti rangkaian upacara. 

Usia acara, Gubernur mengatakan, rangkaian peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia di Istana Negara kali ini berlangsung lebih meriah. Banyak kejutan-kejutan yang diberikan, termasuk kejutan dari penyanyi cilik asal Banyuwangi Jawa Timur, Farel Prayoga, yang tampil dengan membawakan lagu "Ojo Dibandingke" (Jangan Dibandingkan) di depan Presiden. 

"Hari ini lebih meriah dan lebih "renyah" (merakyat). Jadi presiden di istana memberikan ruang berekspresi bagi rakyatnya. Menunjukkan kemeriahan pesta ulang tahun ke-77 Republik Indonesia dan rakyat bisa bernyanyi bersama di istana. Itu menyenangkan sekali," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur (Jateng) Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, tampil serasi saat mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia secara virtual di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (17/8/2022). Keduanya kompak mengenakan pakaian adat Jateng saat upacara yang dihadiri Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara. 

Keduanya terlihat sama-sama memakai beskap warna hitam lengkap dengan blangkon dan keris. Selain mereka, seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jateng yang mengikuti upacara tersebut juga mengenakan pakaian adat.  

Penampilan Gubernur itu sesuai dengan apa yang ia katakan sehari sebelumnya, tepatnya usai mendengarkan pidato kenegaraan dari Presiden Joko Widodo. Seperti keteladanan yang ditunjukkan Presiden, bahwa ada kepedulian pada seni, budaya, dan adat, tidak hanya sekadar dikatakan, tetapi harus dilakukan. Salah satu wujudnya adalah dangan simbol baju adat. 

Pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut, selain didampingi Wakil Gubernur, Gubernur juga didampingi oleh Forkompimda Jateng. Mereka terlihat khidmat mengikuti rangkaian upacara. 

Usia acara, Gubernur mengatakan, rangkaian peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia di Istana Negara kali ini berlangsung lebih meriah. Banyak kejutan-kejutan yang diberikan, termasuk kejutan dari penyanyi cilik asal Banyuwangi Jawa Timur, Farel Prayoga, yang tampil dengan membawakan lagu "Ojo Dibandingke" (Jangan Dibandingkan) di depan Presiden. 

"Hari ini lebih meriah dan lebih "renyah" (merakyat). Jadi presiden di istana memberikan ruang berekspresi bagi rakyatnya. Menunjukkan kemeriahan pesta ulang tahun ke-77 Republik Indonesia dan rakyat bisa bernyanyi bersama di istana. Itu menyenangkan sekali," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu