Follow Us :              

Hadiri Festival Kebaya, Gubernur Gaungkan Berbangga Pada Budaya Bangsa

  21 August 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 271 
Kategori :
Bagikan :


Hadiri Festival Kebaya, Gubernur Gaungkan Berbangga Pada Budaya Bangsa

21 August 2022 | 10:00:00 | dibaca : 271
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KAB. SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, larut dalam kemeriahan festival 1000 Kebaya Untukmu Indonesiaku yang digelar di kompleks Hotel Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (21/8/2022). Di tengah-tengah ribuan perempuan berkebaya itu, Ganjar menggaungkan bagaimana tingginya adat, budaya, dan produk kebudayaan yang ada di Indonesia. 

"Percaya atau tidak bahwa kebudayaan kita menghasilkan produk budaya yang banyak sekali. Ada kuliner, baju, lagu, kesenian, dan banyak lagi. Begitu banyak tetapi jangan dibanding-bandingkan. Akar budaya kita bagus. Bukan yang receh, remeh-temeh, dan pasti lahir dari pemikiran yang dalam dari leluhur," jelasnya saat memberikan sambutan di tengah acara. 

Sejak tiba di lokasi, Ganjar sudah melihat bagaimana antusias warga untuk menunjukkan tingginya budaya masyarakat. Setidaknya ada sekitar 1.400 orang dari usia dewasa hingga anak-anak tumpah ruah mengikuti acara itu. Mereka tampak mengenakan berbagai macam kebaya dan mengikuti karnaval sebelum rangkaian puncak di Griya Persada. 

"Ini menarik, di Kabupaten Semarang ini membuat acara festival kebaya dengan 1000 kebaya. Mereka tampil, dandan cantik-cantik, dan kemudian berkeliling. Mereka sedang menunjukkan bahwa budaya kita tinggi, bahwa baju adat kita juga sangat bagus dan mereka mengembangkan itu dengan desain yang macam-macam." 

Antusias tinggi itulah yang kemudian membuat Gubernur berharapan agar pakaian adat tidak hanya digunakan di hari-hari pada peringatan tertentu tetapi bisa dipakai secara rutin. Jajarannya di Pemerintah Provinsi Jateng sudah mengawalinya dengan rutinitas itu mengenakan pakaian adat setiap hari Kamis dengan pakaian batik dan lurik secara bergantian di hari lainnya. 

"Ternyata partisipasinya hebat maka saya ajak mereka untuk nantinya bisa menggunakan secara rutin seperti di Pemprov. Kalau dari Kabupaten Semarang bisa memulai setiap hari Kamis, semua saja tidak hanya aparatur pemerintah tapi swasta juga ikut mengenakan baju adat, pasti akan sangat bagus. Pasti ekonomi kreatif juga akan naik," jelasnya. 

Maka dari itu, Gubernur berpesan agar budaya yang tinggi itu tidak hanya dilestarikan tetapi juga dikembangkan. Ia mencontohkan dalam hal pakaian dapat dikembangkan dengan berbagai desain selain pakem yang ada. Sehingga kreativitas masyarakat bisa terus melahirkan karya-karya baru. 

"Desain batik tidak hanya itu saja, bisa dikembangkan macam-macam. Bajunya juga didesain tidak hanya yang konvensional tapi bisa dikombinasikan dengan apa pun sehingga jauh lebih menarik. Kreatif yang bisa dikembangkan," ungkap Gubernur. 

Selain kebaya atau pakaian adat, budaya tinggi juga diperlihatkan dari produk alat musik, seperti gamelan. Gamelan merupakan produk kebudayaan hasil buah karya ilmu para leluhur yang dapat mengolah bahan metal menjadi alat musik.


Bagikan :

KAB. SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, larut dalam kemeriahan festival 1000 Kebaya Untukmu Indonesiaku yang digelar di kompleks Hotel Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (21/8/2022). Di tengah-tengah ribuan perempuan berkebaya itu, Ganjar menggaungkan bagaimana tingginya adat, budaya, dan produk kebudayaan yang ada di Indonesia. 

"Percaya atau tidak bahwa kebudayaan kita menghasilkan produk budaya yang banyak sekali. Ada kuliner, baju, lagu, kesenian, dan banyak lagi. Begitu banyak tetapi jangan dibanding-bandingkan. Akar budaya kita bagus. Bukan yang receh, remeh-temeh, dan pasti lahir dari pemikiran yang dalam dari leluhur," jelasnya saat memberikan sambutan di tengah acara. 

Sejak tiba di lokasi, Ganjar sudah melihat bagaimana antusias warga untuk menunjukkan tingginya budaya masyarakat. Setidaknya ada sekitar 1.400 orang dari usia dewasa hingga anak-anak tumpah ruah mengikuti acara itu. Mereka tampak mengenakan berbagai macam kebaya dan mengikuti karnaval sebelum rangkaian puncak di Griya Persada. 

"Ini menarik, di Kabupaten Semarang ini membuat acara festival kebaya dengan 1000 kebaya. Mereka tampil, dandan cantik-cantik, dan kemudian berkeliling. Mereka sedang menunjukkan bahwa budaya kita tinggi, bahwa baju adat kita juga sangat bagus dan mereka mengembangkan itu dengan desain yang macam-macam." 

Antusias tinggi itulah yang kemudian membuat Gubernur berharapan agar pakaian adat tidak hanya digunakan di hari-hari pada peringatan tertentu tetapi bisa dipakai secara rutin. Jajarannya di Pemerintah Provinsi Jateng sudah mengawalinya dengan rutinitas itu mengenakan pakaian adat setiap hari Kamis dengan pakaian batik dan lurik secara bergantian di hari lainnya. 

"Ternyata partisipasinya hebat maka saya ajak mereka untuk nantinya bisa menggunakan secara rutin seperti di Pemprov. Kalau dari Kabupaten Semarang bisa memulai setiap hari Kamis, semua saja tidak hanya aparatur pemerintah tapi swasta juga ikut mengenakan baju adat, pasti akan sangat bagus. Pasti ekonomi kreatif juga akan naik," jelasnya. 

Maka dari itu, Gubernur berpesan agar budaya yang tinggi itu tidak hanya dilestarikan tetapi juga dikembangkan. Ia mencontohkan dalam hal pakaian dapat dikembangkan dengan berbagai desain selain pakem yang ada. Sehingga kreativitas masyarakat bisa terus melahirkan karya-karya baru. 

"Desain batik tidak hanya itu saja, bisa dikembangkan macam-macam. Bajunya juga didesain tidak hanya yang konvensional tapi bisa dikombinasikan dengan apa pun sehingga jauh lebih menarik. Kreatif yang bisa dikembangkan," ungkap Gubernur. 

Selain kebaya atau pakaian adat, budaya tinggi juga diperlihatkan dari produk alat musik, seperti gamelan. Gamelan merupakan produk kebudayaan hasil buah karya ilmu para leluhur yang dapat mengolah bahan metal menjadi alat musik.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu