Follow Us :              

Tinjau Festival Blangkon, Gubernur Jateng Jelaskan Makna Bentuk Blangkon

  09 September 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 144 
Kategori :
Bagikan :


Tinjau Festival Blangkon, Gubernur Jateng Jelaskan Makna Bentuk Blangkon

09 September 2022 | 10:00:00 | dibaca : 144
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, mendorong lebih banyak ruang pameran bagi pengrajin blangkon untuk menunjukkan karyanya. Tidak hanya melihat beragam bentuk blangkon, dari festival ini masyarakat juga dapat teredukasi tentang makna di setiap bentuk blangkon.  

"Bagus dan ini bisa dilombakan, bahannya bisa macam-macam. Anak-anak bisa menggunakan dengan menarik untuk apa pun, dan dia bisa berkreasi," ujar Gubernur usai melihat Blangkon Fest 2022 di Lodji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Surakarta, Jumat (9/9/2022). 

Turut dijelaskan dari festival blangkon itu banyak karya yang dapat dilihat. Selain modelnya yang beragam, masing-masing bentuk ternyata menunjukkan identitas tertentu. Misalnya, dari mondolan (tonjolan bagian belakang blangkon, ternyata dari ukurannya dapat menunjukkan usia dan jabatan pemakainya. 

"Tenyata mondolan yang gede itu masih muda dan yang tua agak kecil. Jadi sebenarnya blangkon bisa menunjukkan umur karena ada tua muda. Ada satu lagi tadi menunjukkan jabatan. Yang agak diikat atau ada mondolnya itu menunjukkan abdi dalem yang rendah. Itu sebenarnya bisa melihat orang dengan menggunakan blangkon dilihat belakangnya itu bisa menunjukkan jabatan dan umur. Keren ini," katanya. 

Sebagai kolektor blangkon, Gubernur tidak melewatkan kesempatan  untuk  menambah koleksi. Saat berkeliling di Blangkon Fest 2022 itu, ia sempat membeli blangkon dari salah satu stand. Biasanya blangkon-blangkon itu ia kenakan saat memakai pakaian adat Jawa tiap hari Kamis yang sudah menjadi kebijakan di lingkungan Pemprov Jateng. 

Atika, pengrajin yang blangkonnya yang produknya dibeli Gubernur, mengaku sangat terbantu dengan kebijakan pemerintah yang mengharuskan memakai baju adat itu setiap pekannya. 

"Kita UMKM baju atau busana adat diangkat, pemerintah bertujuan untuk mendidik karyawan dan pegawainya agar mencintai produk asli Indonesia dan pakaian budaya Indonesia asli. Kita pengrajin juga terbantu," ujarnya. 

Mewakili pengrajin blangkon, Atika berharap acara seperti ini bisa rutin dilakukan. "(Pengrajin) antusias sekali karena baru sekali ini ada festival blangkon, saya berharap bisa reguler. Biar kita ada lompatan buat pengrajin blangkon, naik kelas istilahnya."


Bagikan :

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, mendorong lebih banyak ruang pameran bagi pengrajin blangkon untuk menunjukkan karyanya. Tidak hanya melihat beragam bentuk blangkon, dari festival ini masyarakat juga dapat teredukasi tentang makna di setiap bentuk blangkon.  

"Bagus dan ini bisa dilombakan, bahannya bisa macam-macam. Anak-anak bisa menggunakan dengan menarik untuk apa pun, dan dia bisa berkreasi," ujar Gubernur usai melihat Blangkon Fest 2022 di Lodji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Surakarta, Jumat (9/9/2022). 

Turut dijelaskan dari festival blangkon itu banyak karya yang dapat dilihat. Selain modelnya yang beragam, masing-masing bentuk ternyata menunjukkan identitas tertentu. Misalnya, dari mondolan (tonjolan bagian belakang blangkon, ternyata dari ukurannya dapat menunjukkan usia dan jabatan pemakainya. 

"Tenyata mondolan yang gede itu masih muda dan yang tua agak kecil. Jadi sebenarnya blangkon bisa menunjukkan umur karena ada tua muda. Ada satu lagi tadi menunjukkan jabatan. Yang agak diikat atau ada mondolnya itu menunjukkan abdi dalem yang rendah. Itu sebenarnya bisa melihat orang dengan menggunakan blangkon dilihat belakangnya itu bisa menunjukkan jabatan dan umur. Keren ini," katanya. 

Sebagai kolektor blangkon, Gubernur tidak melewatkan kesempatan  untuk  menambah koleksi. Saat berkeliling di Blangkon Fest 2022 itu, ia sempat membeli blangkon dari salah satu stand. Biasanya blangkon-blangkon itu ia kenakan saat memakai pakaian adat Jawa tiap hari Kamis yang sudah menjadi kebijakan di lingkungan Pemprov Jateng. 

Atika, pengrajin yang blangkonnya yang produknya dibeli Gubernur, mengaku sangat terbantu dengan kebijakan pemerintah yang mengharuskan memakai baju adat itu setiap pekannya. 

"Kita UMKM baju atau busana adat diangkat, pemerintah bertujuan untuk mendidik karyawan dan pegawainya agar mencintai produk asli Indonesia dan pakaian budaya Indonesia asli. Kita pengrajin juga terbantu," ujarnya. 

Mewakili pengrajin blangkon, Atika berharap acara seperti ini bisa rutin dilakukan. "(Pengrajin) antusias sekali karena baru sekali ini ada festival blangkon, saya berharap bisa reguler. Biar kita ada lompatan buat pengrajin blangkon, naik kelas istilahnya."


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu