Follow Us :              

Hadiri Musprov X GPFI Jateng 2022, Taj Yasin Minta Sosialisasikan Produk Farmasi Dalam Negeri

  24 September 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 139 
Kategori :
Bagikan :


Hadiri Musprov X GPFI Jateng 2022, Taj Yasin Minta Sosialisasikan Produk Farmasi Dalam Negeri

24 September 2022 | 10:00:00 | dibaca : 139
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menerangkan bahwa pemerintah terus memberikan dukungan bagi industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri. Dia menjelaskan, Pemprov Jateng berupaya mendorong peningkatan obat asli Indonesia. Seperti Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), Fitofarmaka. 

"Beberapa kali saya dampingi menkes keliling jateng untuk promosi produk (farmasi, alkes) dalam negeri. Kita harap bisa disosialisasikan," imbuhnya. 

Lebih jauh Taj Yasin berharap pada musyawarah ini, GPFI diharapkan menemukan langkah dan strategi untuk mengatasi berbagai kendala produksi obat-obatan. Salah satunya, strategi untuk bisa membuat bahan baku obat di dalam negeri.  

"Tentu dengan acara yang penting ini, saya berharap bahwa dengan adanya musyawarah Provinsi GPFI Jateng, saya harap ada sinambung, kebersamaan antara industri-industri farmasi," harapnya. 

Wagub juga mengapresiasi dedikasi perusahaan farmasi selama menghadapi Pandemi Covid-19. Bahkan, hingga saat ini obat-obatan untuk menangani Covid juga masih tersedia stoknya. 

"Saya ucapkan terima kasih karena perusahaan farmasi di kala Covid-19 benar-benar membantu kami. Apalagi tadi disampaikan bahwa untuk antisipasi Covid-19, peredaran obat tablet untuk penanganan Covid-19 ternyata masih banyak, terima kasih," kata Taj Yasin saat menghadiri Musyawarah Provinsi X  Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Jateng 2022, di Hotel Gumaya Semarang, Sabtu (24/09/2022). 

Menambahkan, ketua umum GPFI, F Tirto Kusnadi mengatakan pasa masa Pandeki Covid-19 pihaknya berupaya penuh mencukupi kebutuhan obat bagi masyarakat. Selain untuk Covid-19, lanjutnya, perusahaan farmasi juga tetap memproduksi obat-obatan umum lainnya, pada saat itu. 

"Memang pada waktu Covid-19 meletus di Indonesia, saya kira seluruh negara menghadapi masalah yang sama yaitu keterbatasan obat. Anggota kami (GPFI) kesulitan untuk melakukan produksi. Namun, dari Covid-19 Delta ke Omicron (kita) tidak pernah ada lagi kekurangan obat," terang Tirto. 

Tirto juga mengungkap produksi obat-obatan di Indonesia telah dilakukan hampir seluruhnya oleh perusahaan dalam negeri. Selain itu, lanjut dia, harga obat-obatan di Indonesia dinilai relatif lebih murah dibabding negara lainnya di Asean. 

"Ini merupakan komitmen anggota kami, bahwa penyediaan obat ini sangat penting, sangat diharapkan oleh masyarakat yang diorganisasikan oleh kementerian kesehatan, badan pom agar obat tersedia cukup," tandasnya. 

Usai acara, wagub melanjutkan kegiatan dengan melihat pameran stand farmasi di Hotel Gumaya Semarang.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menerangkan bahwa pemerintah terus memberikan dukungan bagi industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri. Dia menjelaskan, Pemprov Jateng berupaya mendorong peningkatan obat asli Indonesia. Seperti Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), Fitofarmaka. 

"Beberapa kali saya dampingi menkes keliling jateng untuk promosi produk (farmasi, alkes) dalam negeri. Kita harap bisa disosialisasikan," imbuhnya. 

Lebih jauh Taj Yasin berharap pada musyawarah ini, GPFI diharapkan menemukan langkah dan strategi untuk mengatasi berbagai kendala produksi obat-obatan. Salah satunya, strategi untuk bisa membuat bahan baku obat di dalam negeri.  

"Tentu dengan acara yang penting ini, saya berharap bahwa dengan adanya musyawarah Provinsi GPFI Jateng, saya harap ada sinambung, kebersamaan antara industri-industri farmasi," harapnya. 

Wagub juga mengapresiasi dedikasi perusahaan farmasi selama menghadapi Pandemi Covid-19. Bahkan, hingga saat ini obat-obatan untuk menangani Covid juga masih tersedia stoknya. 

"Saya ucapkan terima kasih karena perusahaan farmasi di kala Covid-19 benar-benar membantu kami. Apalagi tadi disampaikan bahwa untuk antisipasi Covid-19, peredaran obat tablet untuk penanganan Covid-19 ternyata masih banyak, terima kasih," kata Taj Yasin saat menghadiri Musyawarah Provinsi X  Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Jateng 2022, di Hotel Gumaya Semarang, Sabtu (24/09/2022). 

Menambahkan, ketua umum GPFI, F Tirto Kusnadi mengatakan pasa masa Pandeki Covid-19 pihaknya berupaya penuh mencukupi kebutuhan obat bagi masyarakat. Selain untuk Covid-19, lanjutnya, perusahaan farmasi juga tetap memproduksi obat-obatan umum lainnya, pada saat itu. 

"Memang pada waktu Covid-19 meletus di Indonesia, saya kira seluruh negara menghadapi masalah yang sama yaitu keterbatasan obat. Anggota kami (GPFI) kesulitan untuk melakukan produksi. Namun, dari Covid-19 Delta ke Omicron (kita) tidak pernah ada lagi kekurangan obat," terang Tirto. 

Tirto juga mengungkap produksi obat-obatan di Indonesia telah dilakukan hampir seluruhnya oleh perusahaan dalam negeri. Selain itu, lanjut dia, harga obat-obatan di Indonesia dinilai relatif lebih murah dibabding negara lainnya di Asean. 

"Ini merupakan komitmen anggota kami, bahwa penyediaan obat ini sangat penting, sangat diharapkan oleh masyarakat yang diorganisasikan oleh kementerian kesehatan, badan pom agar obat tersedia cukup," tandasnya. 

Usai acara, wagub melanjutkan kegiatan dengan melihat pameran stand farmasi di Hotel Gumaya Semarang.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu