Follow Us :              

Gubernur Jateng Sampaikan Belasungkawa Bagi Korban Tragedi Suporter di Malang

  02 October 2022  |   08:00:00  |   dibaca : 196 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Jateng Sampaikan Belasungkawa Bagi Korban Tragedi Suporter di Malang

02 October 2022 | 08:00:00 | dibaca : 196
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan duka cita dan berdoa bagi semua korban, tragedi kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. 127 jiwa dikabarkan meninggal dunia akibat insiden itu menjadi duka mendalam bagi dunia persepakbolaan Indonesia. 

"Kita sedih betul melihat dunia persepakbolaan kita. Tentu sejumlah 127 kalau tidak salah di beritanya, itu jumlah yang sangat tidak sedikit. Mudah-mudahan korban yang meninggal itu husnul khotimah," ungkap Gubernur di sela olahraga jalan sehat keliling Kota Semarang, Minggu (2/10/2022). 

Sebagai penggemar berat sepakbola, ia tidak memungkiri kalau suporter selalu antusias dan penuh semangat saat mendukung tim kebanggaannya berlaga. Semangat itu selalu membuat suasana di seluruh stadion membara. Namun tragedi seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan seharusnya dapat dihindari ketika semua bisa saling menjaga. 

"Memang kalau kita bertanding dengan suasana yang "wah" pasti semangat. Tapi ada yang harus kita jaga bahwa itu adalah saudara kita. Bahwa itu adalah tim-tim yang hebat yang kita dukung dan kita pendukungnya itu juga orang-orang yang punya nilai kemanusiaan. Maka emosionalnya musti betul-betul dijaga," ungkapnya. 

Seperti ramai diberitakan, pasca pertandingan Derby Jatim antara Arema FC vs Persebaya, tim tuan rumah Arema FC harus menelan kekalahan dari Persebaya dengan skor 2-3. Tidak terima dengan kekalahan tersebut sporter terjadi kerusuhan. Ada aksi pembakaran dan perusakan yang hingga polisi melakukan tembakan gas air mata. 

Akibat kejadian itu, sejauh ini dilaporkan ada 127 jiwa meninggal dunia. Ratusan korban jiwa tersebut terdiri atas ratusan suporter, dua di antaranya merupakan anggota polisi. Diduga banyak korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen. 

Gubernur berharap tragedi di Malang ini bisa menjadi momen untuk evaluasi bagi dunia persepakbolaan Indonesia. Baik pihak penyelenggara maupun para suporter tim sepakbola dan petugas keamanan. Khusus terkait suporter, ia berharap ada sebuah pertemuan besar yang melibatkan seluruh kelompok suporter di Indonesia. Tujuannya untuk mencari solusi agar tindakan serupa tidak terulang kembali. 

"Para suporter harus bisa menahan diri, saling menjaga. Sepertinya penting dibuat satu pertemuan, kongres antarsuporter agar mereka punya value bersama untuk bisa saling menjaga. Sehingga setiap pertandingan ada code of conduct-nya, ada PAC yang bisa mengontrol teman-temannya sendiri, dan tidak boleh terulang lagi," tegasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan duka cita dan berdoa bagi semua korban, tragedi kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. 127 jiwa dikabarkan meninggal dunia akibat insiden itu menjadi duka mendalam bagi dunia persepakbolaan Indonesia. 

"Kita sedih betul melihat dunia persepakbolaan kita. Tentu sejumlah 127 kalau tidak salah di beritanya, itu jumlah yang sangat tidak sedikit. Mudah-mudahan korban yang meninggal itu husnul khotimah," ungkap Gubernur di sela olahraga jalan sehat keliling Kota Semarang, Minggu (2/10/2022). 

Sebagai penggemar berat sepakbola, ia tidak memungkiri kalau suporter selalu antusias dan penuh semangat saat mendukung tim kebanggaannya berlaga. Semangat itu selalu membuat suasana di seluruh stadion membara. Namun tragedi seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan seharusnya dapat dihindari ketika semua bisa saling menjaga. 

"Memang kalau kita bertanding dengan suasana yang "wah" pasti semangat. Tapi ada yang harus kita jaga bahwa itu adalah saudara kita. Bahwa itu adalah tim-tim yang hebat yang kita dukung dan kita pendukungnya itu juga orang-orang yang punya nilai kemanusiaan. Maka emosionalnya musti betul-betul dijaga," ungkapnya. 

Seperti ramai diberitakan, pasca pertandingan Derby Jatim antara Arema FC vs Persebaya, tim tuan rumah Arema FC harus menelan kekalahan dari Persebaya dengan skor 2-3. Tidak terima dengan kekalahan tersebut sporter terjadi kerusuhan. Ada aksi pembakaran dan perusakan yang hingga polisi melakukan tembakan gas air mata. 

Akibat kejadian itu, sejauh ini dilaporkan ada 127 jiwa meninggal dunia. Ratusan korban jiwa tersebut terdiri atas ratusan suporter, dua di antaranya merupakan anggota polisi. Diduga banyak korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen. 

Gubernur berharap tragedi di Malang ini bisa menjadi momen untuk evaluasi bagi dunia persepakbolaan Indonesia. Baik pihak penyelenggara maupun para suporter tim sepakbola dan petugas keamanan. Khusus terkait suporter, ia berharap ada sebuah pertemuan besar yang melibatkan seluruh kelompok suporter di Indonesia. Tujuannya untuk mencari solusi agar tindakan serupa tidak terulang kembali. 

"Para suporter harus bisa menahan diri, saling menjaga. Sepertinya penting dibuat satu pertemuan, kongres antarsuporter agar mereka punya value bersama untuk bisa saling menjaga. Sehingga setiap pertandingan ada code of conduct-nya, ada PAC yang bisa mengontrol teman-temannya sendiri, dan tidak boleh terulang lagi," tegasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu