Follow Us :              

Belanda Bangun Pabrik di KITB, Gubernur Jateng: Ini Bukti Kepercayaan Investor

  03 October 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 191 
Kategori :
Bagikan :


Belanda Bangun Pabrik di KITB, Gubernur Jateng: Ini Bukti Kepercayaan Investor

03 October 2022 | 14:00:00 | dibaca : 191
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

BATANG - Pada kondisi ekonomi dunia sedang sulit, investasi yang sudah masuk ke Jawa Tengah menjadi bukti kuat kepercayaan investor kepada Indonesia. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik Wavin di Grand Batang City atau Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Senin (3/10/2022). 

"Kita senang sekali di tengah situasi ekonomi yang lagi sulit, ternyata kepercayaan investor cukup bagus, dan masuk di Batang, Jawa Tengah. Menurut saya itu menunjukkan kepercayaan pada Indonesia di kancah luar bahwa kita negara yang siap dalam situasi apa pun dan kondusif sehingga investasi masuk," kata Gubernur. 

Sebagai informasi, Wavin merupakan anak usaha Orbia dan bergerak pada bidang bangunan dan infrastruktur. Perusahaan asal Belanda itu akan mendirikan pabrik di lahan seluas 20 hektar yang ditarget akan mulai beroperasi pada tahun 2024. 

Menurut laporan Kementerian Investasi/BKPM pada 23 November 2020, komitmen investasi Wavin tercapai dalam pertemuan di Den Haag, Belanda, pada 11 November 2020. Dalam laporan tersebut disebutkan pula nilai investasi Wavin di Indonesia sebesar 125 juta dolar AS (sekitar Rp1,9 triliun berdasarkan kurs 3 Oktober 2022) dengan proyeksi penyerapan 400-500 tenaga kerja secara langsung. 

"Tentu senang ya hari ini Presiden hadir dan bisa menunjukkan kepada dunia di tengah situasi ekonomi yang sulit, investasi masih masuk di Jawa Tengah dan kita tunjukkan bahwa tingkat layanan kita pada investasi sangat serius," katanya. Seperti disampaikan Presiden, Gubernur menambahkan, jika sebuah negara tidak dipercaya tidak mungkin dalam situasi ekonomi yang sulit seperti ini ada investasi masuk. 

"Jadi ini pelajaran yang cukup bagus di mana kawan-kawan di daerah, di Kabupaten Batang, tentu banyak di kabupaten/kota lain yang lain yang pra Bupati/Walikotanya sungguh-sungguh. Bagaimana investasi bisa masuk, layanannya mudah, murah, cepat dan integritasnya terjaga. Mudah-mudahan ini men-trigger daerah-daerah lain untuk nanti mempercepat atau mendorong investasi bisa berjalan," jelas Gubernur. 

Berdasarkan laporan dari Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, sudah ada 10 perusahaan yang berinvestasi dan dalam proses konstruksi di Grand Batang City atau KITB. Mulai dari pabrik baterai mobil listrik, kaca, alkes, dan lainnya. Gubernur mengatakan, hal itu mendorong pemerintah daerah untuk segera menarik perusahaan-perusahaan lain yang sudah menjalin kerja sama untuk masuk secepatnya. 

"Tadi juga mendapatkan laporan dari Batang, baik dari pengelola maupun bupatinya, bahwa yang disampaikan oleh Pak Bahlil sekian ribu hektar itu sudah terisi, tinggal kita mendorong satu persatu. Maka kesempatan yang bisa kita ambil adalah semua yang sudah deal agar segera ditarik untuk masuk dan itu tentu di daerah diminta untuk menjaga termasuk kondusifitasnya. Maka pas tadi pagi kita rapat dengan Forkompimda untuk kita bisa sama-sama menjaga. Kalau Jawa Tengah kondusif maka investasi akan masuk terus," pungkasnya. 

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan bahwa investasi saat ini menjadi rebutan banyak negara. Sebab dalam situasi dunia yang sedang sulit, investasi dapat memberikan nilai tambah sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan. Selain itu penerimaan negara, baik dalam bentu pajak maupun cadangan devisa akan muncul. 

"Dulu kita impor, setelah ada pabrik jadi impor sudah tidak ada lagi. Di Jateng tercipta lapangan kerja yang tidak kecil. Inilah yang terus akan kita kejar, investasi apapun karena sekali lagi itu menciptakan lapangan kerja. Pajak menambah penerimaan negara. Ini juga men-trigger (dorong) perekonomian negara," ungkapnya.


Bagikan :

BATANG - Pada kondisi ekonomi dunia sedang sulit, investasi yang sudah masuk ke Jawa Tengah menjadi bukti kuat kepercayaan investor kepada Indonesia. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik Wavin di Grand Batang City atau Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Senin (3/10/2022). 

"Kita senang sekali di tengah situasi ekonomi yang lagi sulit, ternyata kepercayaan investor cukup bagus, dan masuk di Batang, Jawa Tengah. Menurut saya itu menunjukkan kepercayaan pada Indonesia di kancah luar bahwa kita negara yang siap dalam situasi apa pun dan kondusif sehingga investasi masuk," kata Gubernur. 

Sebagai informasi, Wavin merupakan anak usaha Orbia dan bergerak pada bidang bangunan dan infrastruktur. Perusahaan asal Belanda itu akan mendirikan pabrik di lahan seluas 20 hektar yang ditarget akan mulai beroperasi pada tahun 2024. 

Menurut laporan Kementerian Investasi/BKPM pada 23 November 2020, komitmen investasi Wavin tercapai dalam pertemuan di Den Haag, Belanda, pada 11 November 2020. Dalam laporan tersebut disebutkan pula nilai investasi Wavin di Indonesia sebesar 125 juta dolar AS (sekitar Rp1,9 triliun berdasarkan kurs 3 Oktober 2022) dengan proyeksi penyerapan 400-500 tenaga kerja secara langsung. 

"Tentu senang ya hari ini Presiden hadir dan bisa menunjukkan kepada dunia di tengah situasi ekonomi yang sulit, investasi masih masuk di Jawa Tengah dan kita tunjukkan bahwa tingkat layanan kita pada investasi sangat serius," katanya. Seperti disampaikan Presiden, Gubernur menambahkan, jika sebuah negara tidak dipercaya tidak mungkin dalam situasi ekonomi yang sulit seperti ini ada investasi masuk. 

"Jadi ini pelajaran yang cukup bagus di mana kawan-kawan di daerah, di Kabupaten Batang, tentu banyak di kabupaten/kota lain yang lain yang pra Bupati/Walikotanya sungguh-sungguh. Bagaimana investasi bisa masuk, layanannya mudah, murah, cepat dan integritasnya terjaga. Mudah-mudahan ini men-trigger daerah-daerah lain untuk nanti mempercepat atau mendorong investasi bisa berjalan," jelas Gubernur. 

Berdasarkan laporan dari Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, sudah ada 10 perusahaan yang berinvestasi dan dalam proses konstruksi di Grand Batang City atau KITB. Mulai dari pabrik baterai mobil listrik, kaca, alkes, dan lainnya. Gubernur mengatakan, hal itu mendorong pemerintah daerah untuk segera menarik perusahaan-perusahaan lain yang sudah menjalin kerja sama untuk masuk secepatnya. 

"Tadi juga mendapatkan laporan dari Batang, baik dari pengelola maupun bupatinya, bahwa yang disampaikan oleh Pak Bahlil sekian ribu hektar itu sudah terisi, tinggal kita mendorong satu persatu. Maka kesempatan yang bisa kita ambil adalah semua yang sudah deal agar segera ditarik untuk masuk dan itu tentu di daerah diminta untuk menjaga termasuk kondusifitasnya. Maka pas tadi pagi kita rapat dengan Forkompimda untuk kita bisa sama-sama menjaga. Kalau Jawa Tengah kondusif maka investasi akan masuk terus," pungkasnya. 

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan bahwa investasi saat ini menjadi rebutan banyak negara. Sebab dalam situasi dunia yang sedang sulit, investasi dapat memberikan nilai tambah sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan. Selain itu penerimaan negara, baik dalam bentu pajak maupun cadangan devisa akan muncul. 

"Dulu kita impor, setelah ada pabrik jadi impor sudah tidak ada lagi. Di Jateng tercipta lapangan kerja yang tidak kecil. Inilah yang terus akan kita kejar, investasi apapun karena sekali lagi itu menciptakan lapangan kerja. Pajak menambah penerimaan negara. Ini juga men-trigger (dorong) perekonomian negara," ungkapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu