Follow Us :              

Dinkes Diminta Kumpulkan Data Pasien GGA, Gubernur: Agar Kita Tidak Keliru Treatment

  25 October 2022  |   10:30:00  |   dibaca : 129 
Kategori :
Bagikan :


Dinkes Diminta Kumpulkan Data Pasien GGA, Gubernur: Agar Kita Tidak Keliru Treatment

25 October 2022 | 10:30:00 | dibaca : 129
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus memantau perkembangan kasus Gagal Ginjal Akut (GGA) yang menyerang anak-anak di wilayahnya. Ia meminta agar seluruh rumah sakit dan pelayanan kesehatan mendata dengan baik semua kasus GGA yang terjadi di Jawa Tengah. 

Hal itu disampaikan usai menghadiri kegiatan dari Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Gets Hotel, Selasa (25/10). Saat itu Gubernur membenarkan, sudah saat ini sudah tercatat lima anak Jawa Tengah terkena GGA. 

“Sekarang kita pantau terus menerus alhamdulillah kemarin di Jawa Tengah indikasi-indikasi yang muncul dan beberapa di antaranya orang Jawa Tengah tapi dirawat di Sardjito,” katanya. 

Atas kejadian tersebut, Gubernur juga meminta Dinas Kesehatan untuk meminta seluruh data pasien GGA, khususnya dari rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Jawa Tengah. 

“Sehingga kita bisa tahu mereka yang terindikasi GGA itu agar cepat direspon dan diperhatikan langsung ke lab, sehingga treatment kita tidak keliru,” tegasnya. 

Gubernur juga meminta masyarakat untuk tidak menggunakan obat obatan yang sudah diumumkan dan ditetapkan tidak aman. 

“Maka saya minta untuk itu direkam semuanya. Maka dari catatan yang kurang lebih lima inilah, kemudian saya minta untuk seluruh yankes (pelayanan kesehatan) yang ada mencatat dengan baik,” ujarnya. “Disamping pemerintah sudah mengeluarkan imbauan untuk obat-obatan jenis tertentu itu tidak digunakan,” tambahnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus memantau perkembangan kasus Gagal Ginjal Akut (GGA) yang menyerang anak-anak di wilayahnya. Ia meminta agar seluruh rumah sakit dan pelayanan kesehatan mendata dengan baik semua kasus GGA yang terjadi di Jawa Tengah. 

Hal itu disampaikan usai menghadiri kegiatan dari Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Gets Hotel, Selasa (25/10). Saat itu Gubernur membenarkan, sudah saat ini sudah tercatat lima anak Jawa Tengah terkena GGA. 

“Sekarang kita pantau terus menerus alhamdulillah kemarin di Jawa Tengah indikasi-indikasi yang muncul dan beberapa di antaranya orang Jawa Tengah tapi dirawat di Sardjito,” katanya. 

Atas kejadian tersebut, Gubernur juga meminta Dinas Kesehatan untuk meminta seluruh data pasien GGA, khususnya dari rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Jawa Tengah. 

“Sehingga kita bisa tahu mereka yang terindikasi GGA itu agar cepat direspon dan diperhatikan langsung ke lab, sehingga treatment kita tidak keliru,” tegasnya. 

Gubernur juga meminta masyarakat untuk tidak menggunakan obat obatan yang sudah diumumkan dan ditetapkan tidak aman. 

“Maka saya minta untuk itu direkam semuanya. Maka dari catatan yang kurang lebih lima inilah, kemudian saya minta untuk seluruh yankes (pelayanan kesehatan) yang ada mencatat dengan baik,” ujarnya. “Disamping pemerintah sudah mengeluarkan imbauan untuk obat-obatan jenis tertentu itu tidak digunakan,” tambahnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu