Follow Us :              

Cegah GGA, Gubernur Minta Terus Sosialisasikan Data Obat Yang Dilarang

  26 October 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 107 
Kategori :
Bagikan :


Cegah GGA, Gubernur Minta Terus Sosialisasikan Data Obat Yang Dilarang

26 October 2022 | 14:00:00 | dibaca : 107
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

BLORA- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mentaati rekomendasi Kementerian Kesehatan untuk menarik sejumlah obat-obatan dari peredaran. Hal ini terkait maraknya Gagal Ginjal Akut (GGA) yang terjadi pada anak-anak. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pihaknya terus memantau perkembangan penyakit tersebut. Hingga saat baru ada lima kasus GGA pada anak yang tecatat di Jawa Tengah. 

"Selalu dalam pantauan karena dari Kemenkes sudah memberikan rekomendasi, hati-hati dengan beberapa obat, ada yang ditarik dari BPOM dan seterusnya. Kita sekarang musti eksekusi di lapangan dengan taat. Kalau kemarin yang terdata masih 5 kasus (GGA)," kata Gubernr saat kunjungan kerja di Blora, Rabu (26/10/2022). 

Selain melakukan penarikan obat yang dilarang beredar, Gubernur juga meminta agar sosialisasi tentang GGA pada para orang tua juga terus ditingkatkan, termasuk tentang pelarangan penggunaan obat-obat seperti yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan. 

"Kita sosialisasikan kepada orang tua beberapa obat-obatan yang kemarin itu sudah masuk catatan peringatan untuk tidak digunakan. Itu cara kita mencegah. Ini kita sosialisasi terus-menerus," jelasnya. 

Guna melihat perkembangan kasus GGA di wilayahnya, Gubernur telah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan Jawa Tengah untuk memantau seluruh rumah sakit dan layanan kesehatan yang merawat anak-anak dengan indikasi GGA. Gubernur juga meminta setiap fasilitas kesehatan memberikan laporan secepatnya ke Dinas Kesehatan Provinsi apabila di wilayahnya menemukan pasien dengan indikasi GGA. 

"Kita harapkan datanya cepat dikirim ke kita sehingga kita bisa merawat dengan baik dan bisa mengurangi potensi-potensi yang lebih fatal," ungkapnya. 

Laporan yang diberikan secara rutin dan cepat setiap hari menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kasus GGA. Untuk itu peran layanan kesehatan yang proaktif dalam memberikan laporan dan ikut sosialisasi juga penting. 

"Yankes ini kita proaktifkan, kita juga gerakkan dinas kesehatan, puskesmas, agar semua orang ngomong (sosialisasi) ke publik agar semua orang tahu. Memang tidak gampang tapi kita harus bekerja untuk itu," tandasnya.


Bagikan :

BLORA- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mentaati rekomendasi Kementerian Kesehatan untuk menarik sejumlah obat-obatan dari peredaran. Hal ini terkait maraknya Gagal Ginjal Akut (GGA) yang terjadi pada anak-anak. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pihaknya terus memantau perkembangan penyakit tersebut. Hingga saat baru ada lima kasus GGA pada anak yang tecatat di Jawa Tengah. 

"Selalu dalam pantauan karena dari Kemenkes sudah memberikan rekomendasi, hati-hati dengan beberapa obat, ada yang ditarik dari BPOM dan seterusnya. Kita sekarang musti eksekusi di lapangan dengan taat. Kalau kemarin yang terdata masih 5 kasus (GGA)," kata Gubernr saat kunjungan kerja di Blora, Rabu (26/10/2022). 

Selain melakukan penarikan obat yang dilarang beredar, Gubernur juga meminta agar sosialisasi tentang GGA pada para orang tua juga terus ditingkatkan, termasuk tentang pelarangan penggunaan obat-obat seperti yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan. 

"Kita sosialisasikan kepada orang tua beberapa obat-obatan yang kemarin itu sudah masuk catatan peringatan untuk tidak digunakan. Itu cara kita mencegah. Ini kita sosialisasi terus-menerus," jelasnya. 

Guna melihat perkembangan kasus GGA di wilayahnya, Gubernur telah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan Jawa Tengah untuk memantau seluruh rumah sakit dan layanan kesehatan yang merawat anak-anak dengan indikasi GGA. Gubernur juga meminta setiap fasilitas kesehatan memberikan laporan secepatnya ke Dinas Kesehatan Provinsi apabila di wilayahnya menemukan pasien dengan indikasi GGA. 

"Kita harapkan datanya cepat dikirim ke kita sehingga kita bisa merawat dengan baik dan bisa mengurangi potensi-potensi yang lebih fatal," ungkapnya. 

Laporan yang diberikan secara rutin dan cepat setiap hari menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kasus GGA. Untuk itu peran layanan kesehatan yang proaktif dalam memberikan laporan dan ikut sosialisasi juga penting. 

"Yankes ini kita proaktifkan, kita juga gerakkan dinas kesehatan, puskesmas, agar semua orang ngomong (sosialisasi) ke publik agar semua orang tahu. Memang tidak gampang tapi kita harus bekerja untuk itu," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu