Follow Us :              

Gubernur Dorong Peningkatan Kualitas dan Integritas Para Tenaga Konstruksi Bangunan

  18 November 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 71 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Dorong Peningkatan Kualitas dan Integritas Para Tenaga Konstruksi Bangunan

18 November 2022 | 10:00:00 | dibaca : 71
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG -  Keberadaan tenaga kerja kontruksi yang berkualitas sangat penting dalam menentukan kualitas bangunan. Agar semakin banyak tenaga kontruksi mumpumi yang bisa diberdayakan dalam pembangunan, termasuk pada proyek-proyek pemerintah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus mendorong adanya pelatihan-pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga kerja konstruksi. 

Hal itu disampaikan usai acara Pembukaan Pelaksanaan Pelatihan Tenaga Kerja Konstruksi Kerjasama dengan PT Waskita Karya di BLK 1 Jawa Tengah, Jumat (18/11). “Ini kesempatan pendek yang bisa digunakan oleh mereka satu yang sudah bekerja untuk menambah kapasitas diri,” ujar Gubernur. 

Pelatihan tersebut diikuti 50 pekerja terampil dan 70 pekerja untuk desain interior. Mereka terdiri dari pekerja konstruksi yang berpengalaman dan juga mahasiswa. 

Gubernur terlihat senang menyaksikan dua peserta yang diajaknya berbincang mampu menjelaskan padanya dengan lugas dan tepat perbedaan kualitas bangunan yang baik dan yang buruk. Diyakini, usai mengikuti pelatihan ini kemampuan para dalam ilmu konstruksi akan meningkat pesat. 

“Harapan saya mereka sadar betul bahwa untuk membangun konstruksi, interior dan seluruh pekerjaan itu mesti the best. Kalau bisa the best, maka kamu akan diakui kualitasmu bagus. Kalau kualitasmu bagus kamu akan dibayar mahal dan kemudian pekerjaan kita awet, dihargai diakui,” ujarnya. 

Turut ditambahkan, etos menjaga kualitas juga harus diterapakan saat mengerjakan infrastruktur pemerintah. Uang rakyat yang dipakai untuk membangun harus dipertanggungjawabkan dengan cara hasil pengerjaan yang berkualitas. Gubernur menyebut, rakyat sebagai konsumen juga pasti akan senang menerima hasil pekerjaan yang baik. 

“Inilah kesempatan-kesempatan yang kita bisa berikan kepada kawan-kawan. Tidak hanya cerita bagaimana teknis pelatihannya, tapi mereka saya ingatkan betul tantangan global kita itu SDM berkualitas, bukan yang ledha ledhe (malas). Bukan yang hanya bisanya bengok-bengok (teriak-teriak), tapi bisa membangun integritas juga,” tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG -  Keberadaan tenaga kerja kontruksi yang berkualitas sangat penting dalam menentukan kualitas bangunan. Agar semakin banyak tenaga kontruksi mumpumi yang bisa diberdayakan dalam pembangunan, termasuk pada proyek-proyek pemerintah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus mendorong adanya pelatihan-pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga kerja konstruksi. 

Hal itu disampaikan usai acara Pembukaan Pelaksanaan Pelatihan Tenaga Kerja Konstruksi Kerjasama dengan PT Waskita Karya di BLK 1 Jawa Tengah, Jumat (18/11). “Ini kesempatan pendek yang bisa digunakan oleh mereka satu yang sudah bekerja untuk menambah kapasitas diri,” ujar Gubernur. 

Pelatihan tersebut diikuti 50 pekerja terampil dan 70 pekerja untuk desain interior. Mereka terdiri dari pekerja konstruksi yang berpengalaman dan juga mahasiswa. 

Gubernur terlihat senang menyaksikan dua peserta yang diajaknya berbincang mampu menjelaskan padanya dengan lugas dan tepat perbedaan kualitas bangunan yang baik dan yang buruk. Diyakini, usai mengikuti pelatihan ini kemampuan para dalam ilmu konstruksi akan meningkat pesat. 

“Harapan saya mereka sadar betul bahwa untuk membangun konstruksi, interior dan seluruh pekerjaan itu mesti the best. Kalau bisa the best, maka kamu akan diakui kualitasmu bagus. Kalau kualitasmu bagus kamu akan dibayar mahal dan kemudian pekerjaan kita awet, dihargai diakui,” ujarnya. 

Turut ditambahkan, etos menjaga kualitas juga harus diterapakan saat mengerjakan infrastruktur pemerintah. Uang rakyat yang dipakai untuk membangun harus dipertanggungjawabkan dengan cara hasil pengerjaan yang berkualitas. Gubernur menyebut, rakyat sebagai konsumen juga pasti akan senang menerima hasil pekerjaan yang baik. 

“Inilah kesempatan-kesempatan yang kita bisa berikan kepada kawan-kawan. Tidak hanya cerita bagaimana teknis pelatihannya, tapi mereka saya ingatkan betul tantangan global kita itu SDM berkualitas, bukan yang ledha ledhe (malas). Bukan yang hanya bisanya bengok-bengok (teriak-teriak), tapi bisa membangun integritas juga,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu