Follow Us :              

Gubernur Minta Muhammadiyah dan Aisyiyah Berikan Contoh dan Teladan Yang baik

  19 November 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 97 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Minta Muhammadiyah dan Aisyiyah Berikan Contoh dan Teladan Yang baik

19 November 2022 | 09:00:00 | dibaca : 97
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SOLO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi kiprah Muhammadiyah dalam membantu memajukan bangsa, baik dibidang kesehatan, pendidikan hingga politik. Hal ini disampaikan saat menghadiri pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (19/11/2022). 

Acara dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. Agenda rutin setiap lima tahun sekali ini digelar 18-20 November 2022. Muktamar Muhammadiyah kali ini mengusung tema ‘Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta’. Sedangkan Muktamar Aisyiyah bertema ‘Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa’. 

"Saya senang, baik Aisyiyah maupun Muhammadiyah semua memberi perhatian pada kondisi bangsa," ungkapnya usai mengikuti acara tersebut. 

Gubernur berharap, menjelang tahun-tahun politik ini Muhammadiyah dan Aisyiyah mampu memberikan keteladanan yang baik. "Mereka semua punya pesan menjelang tahun politik. Berikan contoh yang baik. Para elit kasih teladan yang baik. Maka, kasih cerita-cerita maupun komunikasi politik yang baik dimanapun medianya. Ini menyejukkan sekali," tuturnya. 

Perjuangan Muhammadiyah, lanjutnya, sangat intens memperbaiki dunia pendidikan dan pemberian layanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Asyiyah juga berperan dalam pemberdayaan perempuan. 

"Tentu saja kepedulian dari sisi kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas perhatian mereka. Aisyiyah juga memiliki perhatian besar kepada perempuan," paparnya. 

Tidak hanya itu, Gubernur juga melihat, baik Muhammadiyah maupun Aisyiyah juga sangat peduli pada perubahan kondisi geopolitik. "Dua-duanya, baik Aisyiyah maupun Muhammadiyah semua peduli pada kondisi keamanan dunia. Ya pangannya, ya politiknya, yang diharapkan suasana semakin damai." 

Mengingat kontribusi besar Muhammadiyah dan Aisyiyah pada bangsa Indonesia, Gubernur mendoakan agar berjalan lancar dan mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi bagi persoalan-persoalan mutakhir bangsa hari ini. 

"Mudah-mudahan dalam tiga hari ini akan ada rekomendasi-rekomendasi untuk persoalan-persoalan mutakhir hari ini yang keluar dari buah pemikiran Muhammadiyah," harapnya. 

Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 selain dihadiri Presiden dihadiri pula sejumlah tokoh nasional. Di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto, Menko Polhukam Mahfud MD, Yenny Wahid, Din Syamsudin, dan lainnya. Diperkirakan, Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah kali ini diikuti 3,5 juta peserta. 


Bagikan :

SOLO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi kiprah Muhammadiyah dalam membantu memajukan bangsa, baik dibidang kesehatan, pendidikan hingga politik. Hal ini disampaikan saat menghadiri pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (19/11/2022). 

Acara dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. Agenda rutin setiap lima tahun sekali ini digelar 18-20 November 2022. Muktamar Muhammadiyah kali ini mengusung tema ‘Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta’. Sedangkan Muktamar Aisyiyah bertema ‘Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa’. 

"Saya senang, baik Aisyiyah maupun Muhammadiyah semua memberi perhatian pada kondisi bangsa," ungkapnya usai mengikuti acara tersebut. 

Gubernur berharap, menjelang tahun-tahun politik ini Muhammadiyah dan Aisyiyah mampu memberikan keteladanan yang baik. "Mereka semua punya pesan menjelang tahun politik. Berikan contoh yang baik. Para elit kasih teladan yang baik. Maka, kasih cerita-cerita maupun komunikasi politik yang baik dimanapun medianya. Ini menyejukkan sekali," tuturnya. 

Perjuangan Muhammadiyah, lanjutnya, sangat intens memperbaiki dunia pendidikan dan pemberian layanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Asyiyah juga berperan dalam pemberdayaan perempuan. 

"Tentu saja kepedulian dari sisi kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas perhatian mereka. Aisyiyah juga memiliki perhatian besar kepada perempuan," paparnya. 

Tidak hanya itu, Gubernur juga melihat, baik Muhammadiyah maupun Aisyiyah juga sangat peduli pada perubahan kondisi geopolitik. "Dua-duanya, baik Aisyiyah maupun Muhammadiyah semua peduli pada kondisi keamanan dunia. Ya pangannya, ya politiknya, yang diharapkan suasana semakin damai." 

Mengingat kontribusi besar Muhammadiyah dan Aisyiyah pada bangsa Indonesia, Gubernur mendoakan agar berjalan lancar dan mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi bagi persoalan-persoalan mutakhir bangsa hari ini. 

"Mudah-mudahan dalam tiga hari ini akan ada rekomendasi-rekomendasi untuk persoalan-persoalan mutakhir hari ini yang keluar dari buah pemikiran Muhammadiyah," harapnya. 

Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 selain dihadiri Presiden dihadiri pula sejumlah tokoh nasional. Di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto, Menko Polhukam Mahfud MD, Yenny Wahid, Din Syamsudin, dan lainnya. Diperkirakan, Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah kali ini diikuti 3,5 juta peserta. 


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu