Follow Us :              

Jalan Alternatif Banyumas-Brebes Putus Akibat Longsor, Gubernur Upayakan Berbagai Alternatif Solusi

  23 November 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 720 
Kategori :
Bagikan :


Jalan Alternatif Banyumas-Brebes Putus Akibat Longsor, Gubernur Upayakan Berbagai Alternatif Solusi

23 November 2022 | 11:00:00 | dibaca : 720
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

BANYUMAS - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau langsung jalan alternatif Banyumas-Brebes di Desa Samudra Kulon, Kecamatan Gumelar, Rabu (23/11). Ruas jalan tersebut terputus akibat longsor karena terus digerus hujan. 

Saat Gubernur tiba, lokasi sudah dipasangi garis pembatas di area jalan yang longsor. Panjang badan jalan yang longsor mencapai sekitar 25 meter. Adapun kedalaman tebing dan sungai lebih dari 50 meter. 

Akibat putusnya jalan tersebut, menurut warga, telah melumpuhkan perekonomian mereka. Sebab jalan itu merupakan penghubung Kecamatan Gumelar dengan Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. 

Gubernur didampingi Bupati Banyumas, Achmad Husein, juga berdialog dengan warga yang terisolir. Pasalnya jalan tersebut adalah jalur utama yang biasa digunakan warga sehari-hari. 

“Bupati sebenarnya sudah menyiapkan perbaikan jalan, sudah bagus. Ini sedang kita siapkan desain agar kita carikan jalan alternatif,” katanya. 

Longsor yang terjadi disebabkan kontur dan posisi jalan yang berada di lereng bukit yang cukup curam. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah membuat jalan memutar. 

“Mungkin diputar karena ini ada punggungan bukit di sebelahnya, tanahnya Kodam. Jadi nanti kita bisa komunikasi dengan Pangdam atau kemudian tetap di sini,” tuturnya. 

Gubernur menyebutkan, sembari mencari alternatif itu akan dibuat jembatan sementara. Sehingga warga yang terisolir bisa dievakuasi. 

“Tapi alhamdulillah warganya aman, warganya sehat, tinggal nanti kalau kebutuhan sehari-hari tadi saya usul pedagang sayurnya yang datang ke sini, kan ini ada jalan daruratnya, bisa dipikul. Intinya dari mereka semuanya akan terlayani dengan baik,” ujarnya. 

Gubernur juga meminta agar para siswa yang tinggal di sisi terisolir diberi kelonggaran. Terutama saat hujan deras kembali mengguyur, karena situasinya bisa membahayakan. 

“Sebenarnya dalam kondisi darurat bisa kita kerjakan apapun, yang penting tidak terganggu. Dan pemerintah siap untuk segera merespons ini,” katanya. 

Pada musim penghujan yang rawan bencana ini, Gubernur mengimbau seluruh masyarakat Jawa Tengah agar tetap waspada dan saling peduli. Sebab tidak hanya di Kecamatan Gumelar, banjir dan longsor juga terjadi di banyak tempat. 

“Termasuk tetangga kita yang di Jabar (Jawa Barat), di Cianjur sekarang kondisinya sekarang juga lagi seperti itu. Bencana jadi perhatian semua pihak agar kita semua bisa saling membantu itu,” tandasnya.


Bagikan :

BANYUMAS - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau langsung jalan alternatif Banyumas-Brebes di Desa Samudra Kulon, Kecamatan Gumelar, Rabu (23/11). Ruas jalan tersebut terputus akibat longsor karena terus digerus hujan. 

Saat Gubernur tiba, lokasi sudah dipasangi garis pembatas di area jalan yang longsor. Panjang badan jalan yang longsor mencapai sekitar 25 meter. Adapun kedalaman tebing dan sungai lebih dari 50 meter. 

Akibat putusnya jalan tersebut, menurut warga, telah melumpuhkan perekonomian mereka. Sebab jalan itu merupakan penghubung Kecamatan Gumelar dengan Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. 

Gubernur didampingi Bupati Banyumas, Achmad Husein, juga berdialog dengan warga yang terisolir. Pasalnya jalan tersebut adalah jalur utama yang biasa digunakan warga sehari-hari. 

“Bupati sebenarnya sudah menyiapkan perbaikan jalan, sudah bagus. Ini sedang kita siapkan desain agar kita carikan jalan alternatif,” katanya. 

Longsor yang terjadi disebabkan kontur dan posisi jalan yang berada di lereng bukit yang cukup curam. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah membuat jalan memutar. 

“Mungkin diputar karena ini ada punggungan bukit di sebelahnya, tanahnya Kodam. Jadi nanti kita bisa komunikasi dengan Pangdam atau kemudian tetap di sini,” tuturnya. 

Gubernur menyebutkan, sembari mencari alternatif itu akan dibuat jembatan sementara. Sehingga warga yang terisolir bisa dievakuasi. 

“Tapi alhamdulillah warganya aman, warganya sehat, tinggal nanti kalau kebutuhan sehari-hari tadi saya usul pedagang sayurnya yang datang ke sini, kan ini ada jalan daruratnya, bisa dipikul. Intinya dari mereka semuanya akan terlayani dengan baik,” ujarnya. 

Gubernur juga meminta agar para siswa yang tinggal di sisi terisolir diberi kelonggaran. Terutama saat hujan deras kembali mengguyur, karena situasinya bisa membahayakan. 

“Sebenarnya dalam kondisi darurat bisa kita kerjakan apapun, yang penting tidak terganggu. Dan pemerintah siap untuk segera merespons ini,” katanya. 

Pada musim penghujan yang rawan bencana ini, Gubernur mengimbau seluruh masyarakat Jawa Tengah agar tetap waspada dan saling peduli. Sebab tidak hanya di Kecamatan Gumelar, banjir dan longsor juga terjadi di banyak tempat. 

“Termasuk tetangga kita yang di Jabar (Jawa Barat), di Cianjur sekarang kondisinya sekarang juga lagi seperti itu. Bencana jadi perhatian semua pihak agar kita semua bisa saling membantu itu,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu