Follow Us :              

Bentuk Timsus Percepatan Pembanguan Tol Semarang-Demak, Gubernur: Lakukan Pendekatan Personal

  25 November 2022  |   09:30:00  |   dibaca : 116 
Kategori :
Bagikan :


Bentuk Timsus Percepatan Pembanguan Tol Semarang-Demak, Gubernur: Lakukan Pendekatan Personal

25 November 2022 | 09:30:00 | dibaca : 116
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SURAKARTA - Setelah tersendat sekian lama akibat masalah pembebasan lahan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya membentuk tim yang akan bertugas untuk membereskan persoalan pada pelaksanaan Proyek Tol Semarang-Demak seksi 1. Gubernur memastikan tim tersebut akan mengutamakan pendekatan personal dan diskusi hingga mencapai kesepakatan bersama. 

Gubernur menyampaikan hal itu usai membuka Musyawarah Nasional XIX Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) di Novotel Hotel, Surakarta, Jumat (25/11). Sebelumnya, Gubernur sempat mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta kementerian terkait proyek tersebut. 

Pada rapat tersebut diketahui terdapat warga yang menolak lahannya dibebaskan untuk proyek tol itu. Penolakan itu terkait dengan perdebatan tanah musnah dan uang ganti rugi atau uang kerohiman. 

“Tentu kita harus segera membereskan karena waktu satu tahun setelah keputusan dari  pengadilan atas gugatan masyarakat. Ini penting untuk segera kita tindak lanjuti agar tidak terlambat,” ujarnya. 

Gubernur mengatakan keterlambatan pengerjaan bisa memunculkan persoalan lalulintas. Seperti halnya beberapa waktu lalu, ketika Tol Semarang-Demak Seksi 2 dibuka dan menjadi solusi kemacetan di sekitarnya. 

“Artinya kalau kemudian masyarakat ikhlas untuk membantu dan dengan tanahnya atau dengan tanah yang ya masih berdebat ini musnah atau tidak itu diikhlaskan untuk kita bantu, dugaan saya kontribusi ini akan membantu kelancaran yang ada di sana,” tuturnya. 

Apalagi Tol Semarang-Demak seksi 2 juga berfungsi sebagai tanggul laut. Sehingga manfaatnya tidak sekadar persoalan lalu lintas, tapi juga solusi pada masalah rob dan banjir di wilayah sekitarnya. 

“Saya terima kasih kepada warga yang sudah ikhlas untuk membantu dan kemudian yang belum  tolong kami dibantu. Kita siap dialog,” ucapnya. 

Gubernur mengatakan pihaknya akan membentuk tim khusus yang secara umum untuk membantu menyelesaikan kendala proyek tol. Pendekatannya mengutamakan personal dan diskusi hingga mencapai kesepakatan bersama. 

“Tapi intinya ya soal ganti rugi atau uang kerohiman, tinggal kita bicarakan sama mereka. Nanti akan dilakukan pendekatan secara personal. Timsus nanti dibentuk secara menyeluruh begitu,” tandasnya. 

Sebagai informasi, Tol Semarang-Demak memiliki panjang 26,95 kilometer dan terdiri dari 2 seksi yang dibangun melalui skema Kerja Sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU). 

Seksi 1 Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,64 kilometer menjadi porsi pemerintah (APBN) dengan kebutuhan biaya Rp10 triliun. Sementara Seksi 2 Sayung-Demak sepanjang 16,31 kilometer porsi BUJT yaitu PT PP Semarang Demak dengan biaya konstruksi Rp4,7 triliun.


Bagikan :

SURAKARTA - Setelah tersendat sekian lama akibat masalah pembebasan lahan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya membentuk tim yang akan bertugas untuk membereskan persoalan pada pelaksanaan Proyek Tol Semarang-Demak seksi 1. Gubernur memastikan tim tersebut akan mengutamakan pendekatan personal dan diskusi hingga mencapai kesepakatan bersama. 

Gubernur menyampaikan hal itu usai membuka Musyawarah Nasional XIX Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) di Novotel Hotel, Surakarta, Jumat (25/11). Sebelumnya, Gubernur sempat mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta kementerian terkait proyek tersebut. 

Pada rapat tersebut diketahui terdapat warga yang menolak lahannya dibebaskan untuk proyek tol itu. Penolakan itu terkait dengan perdebatan tanah musnah dan uang ganti rugi atau uang kerohiman. 

“Tentu kita harus segera membereskan karena waktu satu tahun setelah keputusan dari  pengadilan atas gugatan masyarakat. Ini penting untuk segera kita tindak lanjuti agar tidak terlambat,” ujarnya. 

Gubernur mengatakan keterlambatan pengerjaan bisa memunculkan persoalan lalulintas. Seperti halnya beberapa waktu lalu, ketika Tol Semarang-Demak Seksi 2 dibuka dan menjadi solusi kemacetan di sekitarnya. 

“Artinya kalau kemudian masyarakat ikhlas untuk membantu dan dengan tanahnya atau dengan tanah yang ya masih berdebat ini musnah atau tidak itu diikhlaskan untuk kita bantu, dugaan saya kontribusi ini akan membantu kelancaran yang ada di sana,” tuturnya. 

Apalagi Tol Semarang-Demak seksi 2 juga berfungsi sebagai tanggul laut. Sehingga manfaatnya tidak sekadar persoalan lalu lintas, tapi juga solusi pada masalah rob dan banjir di wilayah sekitarnya. 

“Saya terima kasih kepada warga yang sudah ikhlas untuk membantu dan kemudian yang belum  tolong kami dibantu. Kita siap dialog,” ucapnya. 

Gubernur mengatakan pihaknya akan membentuk tim khusus yang secara umum untuk membantu menyelesaikan kendala proyek tol. Pendekatannya mengutamakan personal dan diskusi hingga mencapai kesepakatan bersama. 

“Tapi intinya ya soal ganti rugi atau uang kerohiman, tinggal kita bicarakan sama mereka. Nanti akan dilakukan pendekatan secara personal. Timsus nanti dibentuk secara menyeluruh begitu,” tandasnya. 

Sebagai informasi, Tol Semarang-Demak memiliki panjang 26,95 kilometer dan terdiri dari 2 seksi yang dibangun melalui skema Kerja Sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU). 

Seksi 1 Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,64 kilometer menjadi porsi pemerintah (APBN) dengan kebutuhan biaya Rp10 triliun. Sementara Seksi 2 Sayung-Demak sepanjang 16,31 kilometer porsi BUJT yaitu PT PP Semarang Demak dengan biaya konstruksi Rp4,7 triliun.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu