Follow Us :              

KIK Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal Dengan Gaji Di Atas UMK, Gubernur : Sekolah Vokasi Mesti Disiapkan

  08 December 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 1326 
Kategori :
Bagikan :


KIK Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal Dengan Gaji Di Atas UMK, Gubernur : Sekolah Vokasi Mesti Disiapkan

08 December 2022 | 10:00:00 | dibaca : 1326
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KENDAL - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo optimis Kawasan Industri Kendal (KIK) memiliki masa depan yang cerah bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kendal dan sekitarnya. Sejauh ini sudah ada 82 perusahaan dari 11 negara yang masuk untuk investasi di KIK. Mereka menyerap tenaga kerja lokal dengan gaji di atas upah minimum kabupaten/kota (UMK) Kendal. 

"Temuan saya bagus, industri yang membutuhkan tenaga kerja banyak itu, ternyata tenaga kerjanya banyak diserap dari tenaga kerja wilayah Kendal. Itu menarik," ungkap Gubernur usai meninjau KIK, Kamis (8/12/2022). 

Tercatat dari 82 perusahaan yang ada di kabupaten tersebut,  telah menyerap kurang lebih 17.650 tenaga kerja lokal. 1.587 di antaranya adalah tenaga lulusan SMK di Jawa Tengah. Terserapnya ribuan lulusan SMK tersebut berkat adanya kerja sama sejumlah perusahaan yang memiliki pabrik di KIK dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. 

Selain menyerap tenaga kerja lokal, kabupaten tersebut  juga mengadakan pelatihan kerja yang saat ini sudah berjalan selama kurang lebih tiga pekan. Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk menyiapkan tenaga kerja agar lebih terampil bekerja dan menggunakan alat. Berbekal keterampilan itu diharapkan mereka mampu menghasilkan produk yang baik dan upah yang juga lebih tinggi. Meskipun saat ini upah yang diterima para pekerja sudah di atas UMK Kendal. 

"Surprise buat saya, take home pay-nya dia (pekerja) bisa Rp3 juta. Jadi artinya mereka yang bekerja di sini sudah melebihi UMK. Itu satu tahun masa kerja atau kurang dari satu tahun masa kerja. Tadi yang masa kerjanya lebih dari satu tahun, bayarannya juga sudah cukup bagus," aku Gubernur. 

Investasi yang sedang berkembang di Kendal diketahui telah menyerap tenaga kerja. Selain itu perusahaan yang berinvestasi di Kendal juga cukup serius dalam memberikan pelatihan. Selain itu pemerintah daerah juga ikut membantu proses rekrutmen tenaga kerja dalam menyediakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. 

"Tadi ada pelatihan yang dibantu oleh Kementerian Perindustrian, lalu rekrutmennya bahkan dibiayai oleh APBD. Kalau nanti seluruh kawasan industri ini tumbuh, membutuhkan banyak tenaga kerja, maka sekolah-sekolah vokasi musti kita siapkan," tegas Gubernur.  

Berdasarkan data DPMPTSP Jawa Tengah, sampai akhir tahun 2022 ini, sudah ada 82 perusahaan dari 11 negara yang mendirikan pabrik di KIK. Nilai investasi yang masuk sejumlah Rp32 triliun. Maka dari itu Gubernur optimis KIK dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. 

"Signifikan pertumbuhannya. Di sini ada banyak relokasi, ada sekitar 11 negara masuk di kawasan industri Kendal. Di antaranya dari Taiwan, Jepang, Jerman, Tiongkok, Korea Selatan yang sudah masuk ke sini. Kita melihat kawasan industri Kendal ini betul-betul bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Satu PR-nya, pelabuhannya belum ada dan itu menjadi tugas kita nanti," jelasnya. 

Gubernur menambahkan, sejauh ini sudah 97 pabrik yang pindah ke Jawa Tengah. Paling terkini adalah relokasi pabrik PT HWI di Kabupaten Pati. Mereka memilih memindahkan dan mengembangkan industri di Jawa Tengah karena iklim investasi yang kondusif. 

"Menurut catatan saya, setidaknya ada 97 pabrik pindah ke sini. Dari satu perusahaan yang kemarin kita datangi di Pati (mengatakan), beberapa perusahaan dia di tempat lain sudah mengurangi jam kerjanya, buruhnya, tapi di kita masih stabil. Maka ini perlu kita sampaikan kepada publik agar kita sangat berhati-hati menjaga kondusivitas dan hubungan industrial agar saling menguntungkan, sehingga investasi yang masuk betul-betul baik," katanya.


Bagikan :

KENDAL - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo optimis Kawasan Industri Kendal (KIK) memiliki masa depan yang cerah bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kendal dan sekitarnya. Sejauh ini sudah ada 82 perusahaan dari 11 negara yang masuk untuk investasi di KIK. Mereka menyerap tenaga kerja lokal dengan gaji di atas upah minimum kabupaten/kota (UMK) Kendal. 

"Temuan saya bagus, industri yang membutuhkan tenaga kerja banyak itu, ternyata tenaga kerjanya banyak diserap dari tenaga kerja wilayah Kendal. Itu menarik," ungkap Gubernur usai meninjau KIK, Kamis (8/12/2022). 

Tercatat dari 82 perusahaan yang ada di kabupaten tersebut,  telah menyerap kurang lebih 17.650 tenaga kerja lokal. 1.587 di antaranya adalah tenaga lulusan SMK di Jawa Tengah. Terserapnya ribuan lulusan SMK tersebut berkat adanya kerja sama sejumlah perusahaan yang memiliki pabrik di KIK dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. 

Selain menyerap tenaga kerja lokal, kabupaten tersebut  juga mengadakan pelatihan kerja yang saat ini sudah berjalan selama kurang lebih tiga pekan. Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk menyiapkan tenaga kerja agar lebih terampil bekerja dan menggunakan alat. Berbekal keterampilan itu diharapkan mereka mampu menghasilkan produk yang baik dan upah yang juga lebih tinggi. Meskipun saat ini upah yang diterima para pekerja sudah di atas UMK Kendal. 

"Surprise buat saya, take home pay-nya dia (pekerja) bisa Rp3 juta. Jadi artinya mereka yang bekerja di sini sudah melebihi UMK. Itu satu tahun masa kerja atau kurang dari satu tahun masa kerja. Tadi yang masa kerjanya lebih dari satu tahun, bayarannya juga sudah cukup bagus," aku Gubernur. 

Investasi yang sedang berkembang di Kendal diketahui telah menyerap tenaga kerja. Selain itu perusahaan yang berinvestasi di Kendal juga cukup serius dalam memberikan pelatihan. Selain itu pemerintah daerah juga ikut membantu proses rekrutmen tenaga kerja dalam menyediakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. 

"Tadi ada pelatihan yang dibantu oleh Kementerian Perindustrian, lalu rekrutmennya bahkan dibiayai oleh APBD. Kalau nanti seluruh kawasan industri ini tumbuh, membutuhkan banyak tenaga kerja, maka sekolah-sekolah vokasi musti kita siapkan," tegas Gubernur.  

Berdasarkan data DPMPTSP Jawa Tengah, sampai akhir tahun 2022 ini, sudah ada 82 perusahaan dari 11 negara yang mendirikan pabrik di KIK. Nilai investasi yang masuk sejumlah Rp32 triliun. Maka dari itu Gubernur optimis KIK dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. 

"Signifikan pertumbuhannya. Di sini ada banyak relokasi, ada sekitar 11 negara masuk di kawasan industri Kendal. Di antaranya dari Taiwan, Jepang, Jerman, Tiongkok, Korea Selatan yang sudah masuk ke sini. Kita melihat kawasan industri Kendal ini betul-betul bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Satu PR-nya, pelabuhannya belum ada dan itu menjadi tugas kita nanti," jelasnya. 

Gubernur menambahkan, sejauh ini sudah 97 pabrik yang pindah ke Jawa Tengah. Paling terkini adalah relokasi pabrik PT HWI di Kabupaten Pati. Mereka memilih memindahkan dan mengembangkan industri di Jawa Tengah karena iklim investasi yang kondusif. 

"Menurut catatan saya, setidaknya ada 97 pabrik pindah ke sini. Dari satu perusahaan yang kemarin kita datangi di Pati (mengatakan), beberapa perusahaan dia di tempat lain sudah mengurangi jam kerjanya, buruhnya, tapi di kita masih stabil. Maka ini perlu kita sampaikan kepada publik agar kita sangat berhati-hati menjaga kondusivitas dan hubungan industrial agar saling menguntungkan, sehingga investasi yang masuk betul-betul baik," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu