Follow Us :              

Luncurkan Media Promosi BToC, Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Pariwisata Daerah

  17 December 2022  |   13:00:00  |   dibaca : 225 
Kategori :
Bagikan :


Luncurkan Media Promosi BToC, Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Pariwisata Daerah

17 December 2022 | 13:00:00 | dibaca : 225
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

MAGELANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Solahuddin Uno meluncurkan media promosi Borobudur Trail of Civilization (BToC) di Balkondes Ngadiharjo Magelang, Sabtu (17/12/2022). Peluncuran laman jelajah jalur peradaban Borobudur itu, diharapkan dapat menarik wisatawan mengunjungi objek wisata lain di sekitar Candi Borobudur. 

Sekda mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkolaborasi bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), pemerintah kabupaten dan kota untuk pengembangan pariwisata. Termasuk  kolaborasi dalam pengembangan wisata heritage, desa wisata, Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di kawasan Candi Borobudur. 

"Dari pemprov selalu mengalokasikan bantuan dana desa kepada pemerintah desa. Harapannya ini juga untuk desa wisata dan desa-desa lain. Bantuan keuangan ini untuk sarana prasarana, termasuk pembangunan jalan dan sebagainya," kata Sekda. 

Kemajuan desa wisata dengan berbagai sarana prasarana merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk pembangunan desa wisata di sekitar Kawasan Candi Borobudur, 

"Ini adalah bentuk kolaborasi, Kemenparekraf untuk destinasi wisatanya, sedangkan Pemprov untuk pembangunan jalan atau akses di kawasan objek wisata," kata Sekda. 

Usai meluncurkan media promosi BToC yang ditandai dengan menekan tombol follow di laman BToC secara bersama Menparekraf, Sekda menyaksikan serah terima fasilitas pengembangan produk wisata heritage BToC dari Kemenparekraf kepada 16 desa di kawasan Candi Borobudur. 

Menparekraf mengatakan, pihaknya mendorong wisatawan menyebar di kawasan Borobudur dengan menikmati wisata heritage BToC. Dengan adanya jelajah jalur peradaban Borobudur,  diharapkan wisatawan dapat mengunjungi Balkondes dan desa wisata, sehingga tidak hanya menumpuk di Candi Borobudur. 

"Borobudur telah dilengkapi dengan jelajah jalur peradaban Borobudur. Kepada seluruh masyarakat pariwisata ekonomi kreatif Indonesia berwisatalah ke Borobudur," kata Menparekraf. 

Peluncuran 9 jalur peradaban yang tertuang dalam BToC meliputi berbagai sub tema. Antara lain tentang Jataka atau cerita binatang, skill hand seperti memahat batu dan membuat batik, menyusuri sungai, kebugaran atau seni memijat lengkap dengan ramuan rempah-rempah, manohara atau romantisme, mengamati bintang, waluku, dan sebagainya. 

"Hari ini menyerahkan secara resmi, fasilitas-fasilitas untuk mendukung jelajah 9 jalur peradaban ini. Harapannya targetnya 20 juta pengunjung wisatawan yang akan berkunjung ke Borobudur ini akan merasakan wisata yang aman, nyaman dan menyenangkan," katanya.


Bagikan :

MAGELANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Solahuddin Uno meluncurkan media promosi Borobudur Trail of Civilization (BToC) di Balkondes Ngadiharjo Magelang, Sabtu (17/12/2022). Peluncuran laman jelajah jalur peradaban Borobudur itu, diharapkan dapat menarik wisatawan mengunjungi objek wisata lain di sekitar Candi Borobudur. 

Sekda mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkolaborasi bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), pemerintah kabupaten dan kota untuk pengembangan pariwisata. Termasuk  kolaborasi dalam pengembangan wisata heritage, desa wisata, Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di kawasan Candi Borobudur. 

"Dari pemprov selalu mengalokasikan bantuan dana desa kepada pemerintah desa. Harapannya ini juga untuk desa wisata dan desa-desa lain. Bantuan keuangan ini untuk sarana prasarana, termasuk pembangunan jalan dan sebagainya," kata Sekda. 

Kemajuan desa wisata dengan berbagai sarana prasarana merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk pembangunan desa wisata di sekitar Kawasan Candi Borobudur, 

"Ini adalah bentuk kolaborasi, Kemenparekraf untuk destinasi wisatanya, sedangkan Pemprov untuk pembangunan jalan atau akses di kawasan objek wisata," kata Sekda. 

Usai meluncurkan media promosi BToC yang ditandai dengan menekan tombol follow di laman BToC secara bersama Menparekraf, Sekda menyaksikan serah terima fasilitas pengembangan produk wisata heritage BToC dari Kemenparekraf kepada 16 desa di kawasan Candi Borobudur. 

Menparekraf mengatakan, pihaknya mendorong wisatawan menyebar di kawasan Borobudur dengan menikmati wisata heritage BToC. Dengan adanya jelajah jalur peradaban Borobudur,  diharapkan wisatawan dapat mengunjungi Balkondes dan desa wisata, sehingga tidak hanya menumpuk di Candi Borobudur. 

"Borobudur telah dilengkapi dengan jelajah jalur peradaban Borobudur. Kepada seluruh masyarakat pariwisata ekonomi kreatif Indonesia berwisatalah ke Borobudur," kata Menparekraf. 

Peluncuran 9 jalur peradaban yang tertuang dalam BToC meliputi berbagai sub tema. Antara lain tentang Jataka atau cerita binatang, skill hand seperti memahat batu dan membuat batik, menyusuri sungai, kebugaran atau seni memijat lengkap dengan ramuan rempah-rempah, manohara atau romantisme, mengamati bintang, waluku, dan sebagainya. 

"Hari ini menyerahkan secara resmi, fasilitas-fasilitas untuk mendukung jelajah 9 jalur peradaban ini. Harapannya targetnya 20 juta pengunjung wisatawan yang akan berkunjung ke Borobudur ini akan merasakan wisata yang aman, nyaman dan menyenangkan," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu