Follow Us :              

Resmi Punya 11 PLUT KUMKM, Gubernur Berharap Usaha Kecil Jawa Tengah Bisa Naik Kelas

  27 December 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 765 
Kategori :
Bagikan :


Resmi Punya 11 PLUT KUMKM, Gubernur Berharap Usaha Kecil Jawa Tengah Bisa Naik Kelas

27 December 2022 | 09:00:00 | dibaca : 765
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KAB. SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendampingi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin meresmikan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT - KUMKM) di Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (27/12). Gubernur berharap penambahan jumlah PLUT KUMKM akan menambah juga kemampuan UMKM Jawa Tengah bisa naik kelas. 

Keberadaan PLUT-KUMKM ke 11 di provinsinya ini diyakini Gubernur, akan semakin membuka kesempatan bagi UMKM Jawa Tengah untuk untuk belajar. Mereka bukan hanya bisa meningkatkan kualitas produk tetapi juga memperluas pemasaran. 

Gubernur menjelaskan, keberadaan PLUT KUMKM selama ini telah direplikasi di Jawa Tengah. Saat ini di telah ada tiga co-working space atau ruang kerja bersama di provinsinya yang dikhususkan bagi pelaku UMKM dan pengusaha rintisan. 

“Kami mencoba menterjemahkan dan meniru Pak Teten, kita membuat semacam co-working space sehingga Usaha kecil, startup, mikro, semua bisa belajar,” ujarnya. 

Sebagai informasi, sebelas PLUT yang telah dimiliki Jawa Tengah selain di Kab. Semarang juga telah ada di Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Sukoharjo, Kota Surakarta, Kab. Magelang, Kab. Kendal, Kab. Pekalongan, dan Purworejo. 

Gubernur berharap keberadaan PLUT dan didukung co-working space, akan membuat UMKM di Jawa Tengah bisa menumbuhkan semangat kewirausahaan masyarakat dan membuat kualitas UMKM lebih naik kelas. 

“Sehingga kalau kita ingin membuat usaha kecil mikro untuk naik kelas, PLUT, co-working space yang dimiliki, itu sebenarnya akan meningkatkan usaha kecil dan mikro yang ada,” ujarnya. 

Turut dijelaskan, saat ini terdapat sekitar 4,2 juta unit sektor usaha. Rinciannya usaha mikro menempati porsi paling besar yakni 90,48 persen atau setara 3,37 juta unit. Adapun usaha kecil sebanyak 8,5 persen atau 354.884. Kemudian saha menengahnya tercatat ada 39.125 atau sekitar 0,94 persen. 

“Adanya PLUT ini, kita harapkan kawan-kawan yang startup, usaha kecil, mikro, lebih banyak bisa datang ke tempat ini untuk memberikan fasilitas, bertanya, atau kolaborasi. Sehingga kita mesti bisa mengukur agar nanti mereka bisa mendapatkan pelatihan-pelatihan untuk bisa naik kelas,” tandasnya. 

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengatakan, kehadiran layanan terpadu ini diharapkan menjadi akselerator UMKM yang selama ini ikut menggerakkan ekonomi di daerah masing-masing. 

“Jadi saya harapkan UMKM tidak terkena 'stunting' lagi, tidak kerdil terus tapi akan terus berkembang dan jadi perusahaan yang kebih besar lagi,” ujarnya. 

Wapres mengatakan pemerintah punya target di tahun 2024, rasio kewirausahaan Indonesia akan mencapai 3,95 persen. Selain itu, akses keuangan juga akan mencapai 90 persen, dan memiliki 30juta umkm go digital. 

“Saya mengimbau untuk memanfaatkan keberadaan PLUT ini sebaik-baiknya, sehingga UMKM bisa terus berkontribusi positif memajukan ekonomi daerah dan nasional,” tandas Ma’ruf.


Bagikan :

KAB. SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendampingi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin meresmikan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT - KUMKM) di Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (27/12). Gubernur berharap penambahan jumlah PLUT KUMKM akan menambah juga kemampuan UMKM Jawa Tengah bisa naik kelas. 

Keberadaan PLUT-KUMKM ke 11 di provinsinya ini diyakini Gubernur, akan semakin membuka kesempatan bagi UMKM Jawa Tengah untuk untuk belajar. Mereka bukan hanya bisa meningkatkan kualitas produk tetapi juga memperluas pemasaran. 

Gubernur menjelaskan, keberadaan PLUT KUMKM selama ini telah direplikasi di Jawa Tengah. Saat ini di telah ada tiga co-working space atau ruang kerja bersama di provinsinya yang dikhususkan bagi pelaku UMKM dan pengusaha rintisan. 

“Kami mencoba menterjemahkan dan meniru Pak Teten, kita membuat semacam co-working space sehingga Usaha kecil, startup, mikro, semua bisa belajar,” ujarnya. 

Sebagai informasi, sebelas PLUT yang telah dimiliki Jawa Tengah selain di Kab. Semarang juga telah ada di Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Sukoharjo, Kota Surakarta, Kab. Magelang, Kab. Kendal, Kab. Pekalongan, dan Purworejo. 

Gubernur berharap keberadaan PLUT dan didukung co-working space, akan membuat UMKM di Jawa Tengah bisa menumbuhkan semangat kewirausahaan masyarakat dan membuat kualitas UMKM lebih naik kelas. 

“Sehingga kalau kita ingin membuat usaha kecil mikro untuk naik kelas, PLUT, co-working space yang dimiliki, itu sebenarnya akan meningkatkan usaha kecil dan mikro yang ada,” ujarnya. 

Turut dijelaskan, saat ini terdapat sekitar 4,2 juta unit sektor usaha. Rinciannya usaha mikro menempati porsi paling besar yakni 90,48 persen atau setara 3,37 juta unit. Adapun usaha kecil sebanyak 8,5 persen atau 354.884. Kemudian saha menengahnya tercatat ada 39.125 atau sekitar 0,94 persen. 

“Adanya PLUT ini, kita harapkan kawan-kawan yang startup, usaha kecil, mikro, lebih banyak bisa datang ke tempat ini untuk memberikan fasilitas, bertanya, atau kolaborasi. Sehingga kita mesti bisa mengukur agar nanti mereka bisa mendapatkan pelatihan-pelatihan untuk bisa naik kelas,” tandasnya. 

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengatakan, kehadiran layanan terpadu ini diharapkan menjadi akselerator UMKM yang selama ini ikut menggerakkan ekonomi di daerah masing-masing. 

“Jadi saya harapkan UMKM tidak terkena 'stunting' lagi, tidak kerdil terus tapi akan terus berkembang dan jadi perusahaan yang kebih besar lagi,” ujarnya. 

Wapres mengatakan pemerintah punya target di tahun 2024, rasio kewirausahaan Indonesia akan mencapai 3,95 persen. Selain itu, akses keuangan juga akan mencapai 90 persen, dan memiliki 30juta umkm go digital. 

“Saya mengimbau untuk memanfaatkan keberadaan PLUT ini sebaik-baiknya, sehingga UMKM bisa terus berkontribusi positif memajukan ekonomi daerah dan nasional,” tandas Ma’ruf.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu