Follow Us :              

Gubernur Bangun Kolaborasi dengan Ormas Guna Percepat Bantuan Penyandang Disabilitas

  14 January 2023  |   09:00:00  |   dibaca : 482 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Bangun Kolaborasi dengan Ormas Guna Percepat Bantuan Penyandang Disabilitas

14 January 2023 | 09:00:00 | dibaca : 482
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali mengingatkan peran penting  masyarakat dalam membantu upaya pemerintah untuk memberdayakan penyandang disabilitas. Keberadaan Perkumpulan Tunanetra Kristiani Indonesia (PETKI) adalah salah satu wujud kepedulian yang dapat dikolaborasikan dengan program pemerintah agar mempercepat para penyandang disabilitas dalam mengakses berbagai pelatihan dari pemerintah. 

Gubernur menilai positif kiprah PEKTI, meski organisasi ini berlatar belakang agama namun kegiatan yang diberikan kepada anggota PETKI tidak hanya soal keagamaan. Sinergi antara kebijakan pemerintah dengan kegiatan PETKI akan membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelatihan keterampilan. 

"Kami sudah punya Perda, punya Pergub untuk kawan-kawan disabilitas. Maka kawan-kawan PETKI, khususnya yang di Jawa Tengah ini bisa memanfaatkan itu. Tadi saya tawarkan, apa sih yang menjadi problem mereka, kemudian bagaimana mereka bisa kita latih, diberikan akses yang banyak sehingga bisa mandiri," kata Gubernur usai membuka Rakernas DPP PETKI di BPM DIKJUR, Jalan Brotojoyo, Kota Semarang, Sabtu (14/1/2023). 

"Mudah-mudahan mereka yang dari kelompok tunanetra makin terbantu karena banyak aktivitas atau keterampilan yang bisa membuat mereka bisa lebih mandiri. Kegiatannya tidak hanya keagamaan, kawan tunanetra dari Nasrani juga membuat kegiatan yang sifatnya keterampilan, life skill, sehingga bisa mendorong kemandirian," tambahnya lagi. 

Untuk itu, Gubernur meminta kesediaan PETKI membantu pendataan penyandang disabilitas. Pendataan yang mereka lakukan akan mempercepat proses penyaluran bantuan. 

"Kita pernah sampaikan kepada kawan-kawan kades, berapa jumlah penyandang disabilitas di desa kalian dan mereka bisa mendata tidak, mana yang tunanetra, mana yang kelompok tuli, dan berkebutuhan khusus lainnya," ungkapnya. 

Keberadaan data yang valid menjadi penting dalam upaya mempercepat pemberian pelatihan maupun akses kepada penyandang disabilitas. Pelatihan itu akan diberikan secara terprogram sampai penyandang disabilitas menyatakan siap untuk mandiri. 

"Ini penting untuk didata, kalau PETKI kemudian bisa membantu tentu ini akan bisa mempercepat kita memberikan pelatihan, kemandirian, dukungan kepada mereka sampai mereka menyatakan diri siap mandiri," katanya. 

Sekjen DPP PETKI, Yakobus Tri Bagio mengatakan, Rakernas PEKTI oleh perwakilan DPD PETKI dari berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, tunanetra yang terdaftar sebagai anggota PETKI secara nasional sebanyak 805 ribu orang. 

"PETKI sebagai organisasi kemasyarakatan tingkat nasional dan mendapatkan tugas khusus untuk memberikan pendampingan kepada tunanetra. Kegiatan kami bukan hanya sisi kerohanian melainkan juga sisi sosial, ekonomi, dan keluarga. Kami berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam memberikan kemandirian kepada tunanetra," ujarnya saat sambutan acara.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali mengingatkan peran penting  masyarakat dalam membantu upaya pemerintah untuk memberdayakan penyandang disabilitas. Keberadaan Perkumpulan Tunanetra Kristiani Indonesia (PETKI) adalah salah satu wujud kepedulian yang dapat dikolaborasikan dengan program pemerintah agar mempercepat para penyandang disabilitas dalam mengakses berbagai pelatihan dari pemerintah. 

Gubernur menilai positif kiprah PEKTI, meski organisasi ini berlatar belakang agama namun kegiatan yang diberikan kepada anggota PETKI tidak hanya soal keagamaan. Sinergi antara kebijakan pemerintah dengan kegiatan PETKI akan membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelatihan keterampilan. 

"Kami sudah punya Perda, punya Pergub untuk kawan-kawan disabilitas. Maka kawan-kawan PETKI, khususnya yang di Jawa Tengah ini bisa memanfaatkan itu. Tadi saya tawarkan, apa sih yang menjadi problem mereka, kemudian bagaimana mereka bisa kita latih, diberikan akses yang banyak sehingga bisa mandiri," kata Gubernur usai membuka Rakernas DPP PETKI di BPM DIKJUR, Jalan Brotojoyo, Kota Semarang, Sabtu (14/1/2023). 

"Mudah-mudahan mereka yang dari kelompok tunanetra makin terbantu karena banyak aktivitas atau keterampilan yang bisa membuat mereka bisa lebih mandiri. Kegiatannya tidak hanya keagamaan, kawan tunanetra dari Nasrani juga membuat kegiatan yang sifatnya keterampilan, life skill, sehingga bisa mendorong kemandirian," tambahnya lagi. 

Untuk itu, Gubernur meminta kesediaan PETKI membantu pendataan penyandang disabilitas. Pendataan yang mereka lakukan akan mempercepat proses penyaluran bantuan. 

"Kita pernah sampaikan kepada kawan-kawan kades, berapa jumlah penyandang disabilitas di desa kalian dan mereka bisa mendata tidak, mana yang tunanetra, mana yang kelompok tuli, dan berkebutuhan khusus lainnya," ungkapnya. 

Keberadaan data yang valid menjadi penting dalam upaya mempercepat pemberian pelatihan maupun akses kepada penyandang disabilitas. Pelatihan itu akan diberikan secara terprogram sampai penyandang disabilitas menyatakan siap untuk mandiri. 

"Ini penting untuk didata, kalau PETKI kemudian bisa membantu tentu ini akan bisa mempercepat kita memberikan pelatihan, kemandirian, dukungan kepada mereka sampai mereka menyatakan diri siap mandiri," katanya. 

Sekjen DPP PETKI, Yakobus Tri Bagio mengatakan, Rakernas PEKTI oleh perwakilan DPD PETKI dari berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, tunanetra yang terdaftar sebagai anggota PETKI secara nasional sebanyak 805 ribu orang. 

"PETKI sebagai organisasi kemasyarakatan tingkat nasional dan mendapatkan tugas khusus untuk memberikan pendampingan kepada tunanetra. Kegiatan kami bukan hanya sisi kerohanian melainkan juga sisi sosial, ekonomi, dan keluarga. Kami berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam memberikan kemandirian kepada tunanetra," ujarnya saat sambutan acara.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu