Follow Us :              

Natalan Bareng ASN Pemprov, Gubernur Apresiasi Aksi Konkret Umat Kristiani Bantu Masyarakat

  14 January 2023  |   13:00:00  |   dibaca : 65 
Kategori :
Bagikan :


Natalan Bareng ASN Pemprov, Gubernur Apresiasi Aksi Konkret Umat Kristiani Bantu Masyarakat

14 January 2023 | 13:00:00 | dibaca : 65
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Aksi kemanusiaan umat Kristiani membuka pos pengungsian di Gereja Kudus untuk membantu warga korban banjir. Kegiatan ini diapresiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bukan hanya menjadi wajah toleransi dan kerukunan, inisiatif tersebut juga menjadi bentuk nyata membantu pemerintah dalam menghadapi situasi bencana. 

"Menurut saya contoh yang sangat bagus. Di masjid juga dilakukan kegiatan yang sama. Ketika korban-korban bencana masuk ke gereja, ke masjid, itu kemudian ditolong," ujar Gubernur seusai menghadiri Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 bersama umat Kristiani di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Sabtu (14/1/2023). 

Suasana damai dan penuh toleransi seperti itu, menurut Gubernur sangat dibutuhkan oleh seluruh warga Jawa Tengah dalam menghadapi kondisi kebencanaan seperti saat ini.

"Maka alhamdulillah di Jawa Tengah bisa menunjukkan sebuah sikap kebersamaan, persatuan dan kemanusiaan dengan spirit gotong-royongnya," ungkapnya.

Semangat gotong-royong membantu masyarakat tanpa melihat perbedaan suku agama dan lainnya. Ini adalah aksi konkret masyarakat dalam menunjukkan kerukunan beragama di Jawa Tengah.

"Menurut saya sebuah tindakan kemanusiaan yang nyata riil dan konkret, sekaligus menunjukkan bagaimana kerukunan umat beragama di Jawa Tengah terjaga," ujarnya.

Semangat solidaritas seperti itu diakui Gubernur, ia rasakan dalam perayaan Natal ASN Kristiani di Pemprov Jawa Tengah. Mereka bukan hanya membuat perayaan saja, namun juga membuat aksi sosial yang manfaatnya langsung bisa dirasakan masyarakat secara umum.

"Ini menunjukkan bahwa umat Kristiani juga peduli (kemanusiaan) dan menurut saya ini membahagiakan," katanya.

Dari contoh umat Kristiani membuka pos pengungsian korban banjir di Gereja Kristen Mulia Indonesia Kudus, Gubernur melihat fakta bahwa kerukunan antar umat beragama di Jawa Tengah dan juga di Indonesia terjaga dengan baik. Tidak ada friksi yang muncul dan mempermasalahkan hal tersebut. 

Bahkan Romo Sugiyono dari FIKAB Semarang mengaku Perayaan Natal kali ini sangat nyaman dan penuh persaudaraan. "Penak, kabeh nyedulur, kabeh wani nyedak, (semua saudara, semua berani mendekat) sampai ada yang menggandeng, itu yang kita rasakan, kehadiran yang memberi makna," kata Romo Sugi yang ikut mengisi acara.

Gubernur juga memiliki penilaian yang sama terkait suasana Natal yang damai. Hal itu terlihat dari tidak dipermasalahkannya pengungsian korban banjir di gereja hingga saat ini.

"Karena urusannya bukan urusan agamanya, tapi urusan kemanusiaan yang lebih mengemuka. Jadi kami terimakasih buat umat nasrani yang selama ini sudah banyak membantu berperan konkret dan ini tentu bagian dari sumberdaya Jawa Tengah yang membanggakan kita semua, kerjasamanya jalan terus, hebat," tandasnya.

Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 di lingkungan Pemprov Jawa Tengah dihadiri sebanyak 700 ASN Kristiani. Sedangkan yang tidak bisa hadir langsung, dapat mengikuti secara daring melalui siaran di kanal YouTube Pemprov Jawa Tengah.


Bagikan :

SEMARANG - Aksi kemanusiaan umat Kristiani membuka pos pengungsian di Gereja Kudus untuk membantu warga korban banjir. Kegiatan ini diapresiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bukan hanya menjadi wajah toleransi dan kerukunan, inisiatif tersebut juga menjadi bentuk nyata membantu pemerintah dalam menghadapi situasi bencana. 

"Menurut saya contoh yang sangat bagus. Di masjid juga dilakukan kegiatan yang sama. Ketika korban-korban bencana masuk ke gereja, ke masjid, itu kemudian ditolong," ujar Gubernur seusai menghadiri Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 bersama umat Kristiani di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Sabtu (14/1/2023). 

Suasana damai dan penuh toleransi seperti itu, menurut Gubernur sangat dibutuhkan oleh seluruh warga Jawa Tengah dalam menghadapi kondisi kebencanaan seperti saat ini.

"Maka alhamdulillah di Jawa Tengah bisa menunjukkan sebuah sikap kebersamaan, persatuan dan kemanusiaan dengan spirit gotong-royongnya," ungkapnya.

Semangat gotong-royong membantu masyarakat tanpa melihat perbedaan suku agama dan lainnya. Ini adalah aksi konkret masyarakat dalam menunjukkan kerukunan beragama di Jawa Tengah.

"Menurut saya sebuah tindakan kemanusiaan yang nyata riil dan konkret, sekaligus menunjukkan bagaimana kerukunan umat beragama di Jawa Tengah terjaga," ujarnya.

Semangat solidaritas seperti itu diakui Gubernur, ia rasakan dalam perayaan Natal ASN Kristiani di Pemprov Jawa Tengah. Mereka bukan hanya membuat perayaan saja, namun juga membuat aksi sosial yang manfaatnya langsung bisa dirasakan masyarakat secara umum.

"Ini menunjukkan bahwa umat Kristiani juga peduli (kemanusiaan) dan menurut saya ini membahagiakan," katanya.

Dari contoh umat Kristiani membuka pos pengungsian korban banjir di Gereja Kristen Mulia Indonesia Kudus, Gubernur melihat fakta bahwa kerukunan antar umat beragama di Jawa Tengah dan juga di Indonesia terjaga dengan baik. Tidak ada friksi yang muncul dan mempermasalahkan hal tersebut. 

Bahkan Romo Sugiyono dari FIKAB Semarang mengaku Perayaan Natal kali ini sangat nyaman dan penuh persaudaraan. "Penak, kabeh nyedulur, kabeh wani nyedak, (semua saudara, semua berani mendekat) sampai ada yang menggandeng, itu yang kita rasakan, kehadiran yang memberi makna," kata Romo Sugi yang ikut mengisi acara.

Gubernur juga memiliki penilaian yang sama terkait suasana Natal yang damai. Hal itu terlihat dari tidak dipermasalahkannya pengungsian korban banjir di gereja hingga saat ini.

"Karena urusannya bukan urusan agamanya, tapi urusan kemanusiaan yang lebih mengemuka. Jadi kami terimakasih buat umat nasrani yang selama ini sudah banyak membantu berperan konkret dan ini tentu bagian dari sumberdaya Jawa Tengah yang membanggakan kita semua, kerjasamanya jalan terus, hebat," tandasnya.

Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 di lingkungan Pemprov Jawa Tengah dihadiri sebanyak 700 ASN Kristiani. Sedangkan yang tidak bisa hadir langsung, dapat mengikuti secara daring melalui siaran di kanal YouTube Pemprov Jawa Tengah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu