Follow Us :              

Kisruh Suporter di Semarang Terkendali, Gubernur Tunggu Laporan Kepolisian Untuk Evaluasi

  17 February 2023  |   17:00:00  |   dibaca : 465 
Kategori :
Bagikan :


Kisruh Suporter di Semarang Terkendali, Gubernur Tunggu Laporan Kepolisian Untuk Evaluasi

17 February 2023 | 17:00:00 | dibaca : 465
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berharap kericuhan antara suporter PSIS Semarang dengan aparat kepolisian saat pertandingan PSIS vs Persis Solo di Stadion Jatidiri Kota Semarang, Jumat (17/2) menjadi bahan evaluasi. Di tengah upaya mendorong kondusifitas dunia olah raga sepak bola, kejadian ini tidak boleh terulang kembali.

"Alhamdulillah sampai sore tadi sudah terkendali. Tidak ada korban dan tidak ada kerusakan dan sebagainya. Saya dikirimi video ada dialog antara pihak kepolisian dan suporter, dan inilah yang penting untuk diomongkan. Pasti kami akan mengevaluasi semuanya dan saya masih menunggu laporan dari pihak kepolisian," kata Gubernur.

Turut disampaikan, pertandingan PSIS Semarang vs Persis Solo memang digelar tanpa penonton. Pihak keamanan dalam hal ini Polrestabes Semarang dan panitia pelaksana sebenarnya telah mengeluarkan surat terkait hal itu. Namun saat pertandingan digelar, para suporter masih ada yang datang ke stadion.

"Memang saya dengar, mereka sudah terlanjur membeli tiket. Tapi saya juga dapat informasi, bahwa pihak manajemen dan panitia akan mengganti dan mengembalikan. Memang ini butuh kecepatan agar mereka para suporter ini bisa tenang," jelasnya.

Sebagai sesama penggemar pertandingan Sepak Bola, Gubernur memahami suasana emosional para suporter. Mereka pasti kecewa saat tidak bisa menonton secara langsung tim favoritnya bermain. "Saya saja sebenarnya pengen nonton, karena pertandingannya pasti menarik. Tapi karena ada ketentuan yang dikeluarkan pihak kepolisian, ya sudah kita ikuti. Mungkin ini bagian dari antisipasi yang harus kita pahami bersama," jelasnya.

Lebih lanjut Gubernur meminta kejadian ini menjadi evaluasi. Turut disampaikan, penting bagi para suporter bertemu untuk membuat code of conduct atau pedoman bagaimana memberikan dukungan yang baik dan menarik.

"Para koordinator suporter ngobrol yuk, ngopi. Kita bikin suasana yang lebih menarik untuk mengevaluasi, agar seluruh pertandingan tim kita, bisa kita tonton. Kita senang bareng dan melihat prestasi. Kita kan sudah belajar banyak dari kejadian sebelumnya," tegasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berharap kericuhan antara suporter PSIS Semarang dengan aparat kepolisian saat pertandingan PSIS vs Persis Solo di Stadion Jatidiri Kota Semarang, Jumat (17/2) menjadi bahan evaluasi. Di tengah upaya mendorong kondusifitas dunia olah raga sepak bola, kejadian ini tidak boleh terulang kembali.

"Alhamdulillah sampai sore tadi sudah terkendali. Tidak ada korban dan tidak ada kerusakan dan sebagainya. Saya dikirimi video ada dialog antara pihak kepolisian dan suporter, dan inilah yang penting untuk diomongkan. Pasti kami akan mengevaluasi semuanya dan saya masih menunggu laporan dari pihak kepolisian," kata Gubernur.

Turut disampaikan, pertandingan PSIS Semarang vs Persis Solo memang digelar tanpa penonton. Pihak keamanan dalam hal ini Polrestabes Semarang dan panitia pelaksana sebenarnya telah mengeluarkan surat terkait hal itu. Namun saat pertandingan digelar, para suporter masih ada yang datang ke stadion.

"Memang saya dengar, mereka sudah terlanjur membeli tiket. Tapi saya juga dapat informasi, bahwa pihak manajemen dan panitia akan mengganti dan mengembalikan. Memang ini butuh kecepatan agar mereka para suporter ini bisa tenang," jelasnya.

Sebagai sesama penggemar pertandingan Sepak Bola, Gubernur memahami suasana emosional para suporter. Mereka pasti kecewa saat tidak bisa menonton secara langsung tim favoritnya bermain. "Saya saja sebenarnya pengen nonton, karena pertandingannya pasti menarik. Tapi karena ada ketentuan yang dikeluarkan pihak kepolisian, ya sudah kita ikuti. Mungkin ini bagian dari antisipasi yang harus kita pahami bersama," jelasnya.

Lebih lanjut Gubernur meminta kejadian ini menjadi evaluasi. Turut disampaikan, penting bagi para suporter bertemu untuk membuat code of conduct atau pedoman bagaimana memberikan dukungan yang baik dan menarik.

"Para koordinator suporter ngobrol yuk, ngopi. Kita bikin suasana yang lebih menarik untuk mengevaluasi, agar seluruh pertandingan tim kita, bisa kita tonton. Kita senang bareng dan melihat prestasi. Kita kan sudah belajar banyak dari kejadian sebelumnya," tegasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu