Follow Us :              

Upayakan Ponpes Mandiri, Pemprov Jateng Berikan Pelatihan Usaha Laundry

  22 February 2023  |   09:00:00  |   dibaca : 608 
Kategori :
Bagikan :


Upayakan Ponpes Mandiri, Pemprov Jateng Berikan Pelatihan Usaha Laundry

22 February 2023 | 09:00:00 | dibaca : 608
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

BOYOLALI - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memacu pondok pesantren mencetak santri pengusaha. Bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, Pemprov Jateng menyelenggarakan berbagai pelatihan dan pemberian bantuan kepada masyarakat, termasuk para santri.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa santri memiliki potensi besar untuk dilatih menjadi pengusaha. Selain belajar agama, lanjutnya, santri bisa menekuni wirausaha sehingga, nantinya bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

"Ada banyak pelatihan, Juleha (juru sembelih halal), pelatihan konstruksi,(pelatihan mengolah) makanan, mengolah sampah. Kita melatih untuk menjadikan ponpes dan masyarakat (sekitar) menjadi mandiri untuk ketahanan ekonominya," kata Taj Yasin, saat membuka pelatihan laundry bagi ponpes se-Jateng di Asrama Haji Donohudan, Rabu (22/02/2023).

Pelatihan laundry bagi santri kali ini diharapkan dapat memberikan dampak positif sampai ke masyarakat. Para peserta selain mendapat latihan teknis, juga memperoleh wawasan manajemen yang telah disesuaikan dengan pondok pesantren. Taj Yasin ingin, agar santri yang telah mendapat pelatihan, bisa menularkan ilmunya kepada santri dan ponpes lain serta masyarakat sekitar.

"Ini kesempatan baik. Tolong peserta setelah ikut pelatihan, jangan disimpan sendiri. Sampaikan ke badan usaha milik ponpes seluruhnya, nanti disampaikan lagi. Syukur-syukur bisa jadi instruktur di kawasan ponpes. Karena kami (pemerintah) tidak bisa mengambil (melatih) seluruh ponpes," imbuh wagub.

Lebih jauh, wagub berpesan apabila usaha yang ditekuni berhasil, santri wajib menyalurkan zakat, infaq, sedekah (ZIS) untuk orang lain. Menurutnya, ZIS bisa diserahkan melalui Baznas atau lembaga zakat lainnya. Tujuannya, agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat lain yang membutuhkan.

"Harapan kami dari pemerintah, bagaimana menciptakan muzakki di ponpes sehingga dampaknya bukan hanya ke santri tapi bisa meluas ke masyarakat," tuturnya.

Menambahkan, Wakil Ketua III Baznas Jateng, KH. Rosihan, mengatakan pelatihan laundry ini merupakan kerjasama Baznas bersama Pemprov Jateng. Pelatihan diberikan kepada lebih dari 100 orang santri di Jateng selama tiga hari.

Usai membuka pelatihan, Wagub Taj Yasin menyerahkan bantuan berupa perangkat laundry kepada peserta. Saat penyerahan, wagub didampingi oleh wakil ketua III Baznas, Dr. KH. Rosihan serta Sekda Boyolali, Drs. Masruri.


Bagikan :

BOYOLALI - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memacu pondok pesantren mencetak santri pengusaha. Bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, Pemprov Jateng menyelenggarakan berbagai pelatihan dan pemberian bantuan kepada masyarakat, termasuk para santri.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa santri memiliki potensi besar untuk dilatih menjadi pengusaha. Selain belajar agama, lanjutnya, santri bisa menekuni wirausaha sehingga, nantinya bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

"Ada banyak pelatihan, Juleha (juru sembelih halal), pelatihan konstruksi,(pelatihan mengolah) makanan, mengolah sampah. Kita melatih untuk menjadikan ponpes dan masyarakat (sekitar) menjadi mandiri untuk ketahanan ekonominya," kata Taj Yasin, saat membuka pelatihan laundry bagi ponpes se-Jateng di Asrama Haji Donohudan, Rabu (22/02/2023).

Pelatihan laundry bagi santri kali ini diharapkan dapat memberikan dampak positif sampai ke masyarakat. Para peserta selain mendapat latihan teknis, juga memperoleh wawasan manajemen yang telah disesuaikan dengan pondok pesantren. Taj Yasin ingin, agar santri yang telah mendapat pelatihan, bisa menularkan ilmunya kepada santri dan ponpes lain serta masyarakat sekitar.

"Ini kesempatan baik. Tolong peserta setelah ikut pelatihan, jangan disimpan sendiri. Sampaikan ke badan usaha milik ponpes seluruhnya, nanti disampaikan lagi. Syukur-syukur bisa jadi instruktur di kawasan ponpes. Karena kami (pemerintah) tidak bisa mengambil (melatih) seluruh ponpes," imbuh wagub.

Lebih jauh, wagub berpesan apabila usaha yang ditekuni berhasil, santri wajib menyalurkan zakat, infaq, sedekah (ZIS) untuk orang lain. Menurutnya, ZIS bisa diserahkan melalui Baznas atau lembaga zakat lainnya. Tujuannya, agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat lain yang membutuhkan.

"Harapan kami dari pemerintah, bagaimana menciptakan muzakki di ponpes sehingga dampaknya bukan hanya ke santri tapi bisa meluas ke masyarakat," tuturnya.

Menambahkan, Wakil Ketua III Baznas Jateng, KH. Rosihan, mengatakan pelatihan laundry ini merupakan kerjasama Baznas bersama Pemprov Jateng. Pelatihan diberikan kepada lebih dari 100 orang santri di Jateng selama tiga hari.

Usai membuka pelatihan, Wagub Taj Yasin menyerahkan bantuan berupa perangkat laundry kepada peserta. Saat penyerahan, wagub didampingi oleh wakil ketua III Baznas, Dr. KH. Rosihan serta Sekda Boyolali, Drs. Masruri.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu