Follow Us :              

Luncurkan Wakaf Sosial, Wagub Ajak Perbankan Perkuat Kesejahteraan Warga Jateng

  11 March 2026  |   17:30:00  |   dibaca : 115 
Kategori :
Bagikan :


Luncurkan Wakaf Sosial, Wagub Ajak Perbankan Perkuat Kesejahteraan Warga Jateng

11 March 2026 | 17:30:00 | dibaca : 115
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong penguatan gerakan wakaf sosial sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri peluncuran program Wakaf Sosial yang diinisiasi oleh Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, dan Dompet Dhuafa di Kota Semarang pada Rabu, 11 Maret 2026 malam.

Wagub mengatakan, Wakaf Sosial menjadi terobosan untuk mendukung kegiatan sosial keagamaan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Wakaf Sosial ini diperuntukkan bagi kegiatan yang sifatnya keagamaan dan sosial, mulai dari pengadaan air bersih, ambulans, hingga renovasi masjid,” ucapnya.

Menurutnya, gerakan wakaf perlu terus diperluas sebagai sarana amal berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan umat.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong penguatan wakaf uang melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jawa Tengah. Program tersebut mendapatkan sambutan positif, termasuk dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Wagub mengatakan, Jateng memiliki modal kuat untuk mengembangkan gerakan filantropi Islam. Salah satunya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah yang dinilai sebagai rujukan di tingkat nasional.

Ia menyebut, selama sekitar satu dekade terakhir ASN di lingkungan Pemprov Jateng secara konsisten menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.

“Setiap bulan alhamdulillah terkumpul paling tidak sekitar Rp8 miliar dari ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah,” jelasnya.

Kemudian, dana tersebut disalurkan bagi masyarakat yang berhak menerima zakat atau mustahik di berbagai wilayah di Jateng.

Wagub menyampaikan, keberhasilan pengelolaan zakat menjadi inspirasi untuk memperkuat pengelolaan wakaf agar manfaatnya bisa semakin luas.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga menekankan pentingnya memberi teladan dalam menggerakkan wakaf. Bahkan pada hari yang sama, ia mengaku telah dua kali melakukan peluncuran QR wakaf sebagai bentuk ajakan nyata kepada masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengajak pimpinan dan pegawai lembaga keuangan, termasuk Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk turut berpartisipasi dalam gerakan wakaf.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua BMPD Jateng–Semarang, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan, peluncuran program Wakaf Sosial merupakan sinergi BI bersama Dompet Dhuafa untuk memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat.

Program Wakaf Sosial Bank Indonesia menghadirkan tiga program utama, yakni wakaf air melalui pembangunan sumur bor sebagai sumber air bersih bagi masyarakat, wakaf renovasi masjid untuk meningkatkan kelayakan tempat ibadah, serta wakaf ambulans untuk mendukung layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dhuafa di Jateng.

Melalui inisiatif tersebut diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses air bersih, fasilitas ibadah yang lebih layak, serta layanan kesehatan yang memadai.

Pada kesempatan itu, BMPD Jateng-Semarang bersama OJK dan BI juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah lembaga sosial, antara lain Panti Asuhan Sunan Gresik Al Bukhori, Panti Asuhan Dar Attaqwa Wadda’wah, Panti Sosial Anak Asuh Sunan Drajat, Panti Asuhan Anak Asuh Sunan Kalijaga, Panti Asuhan Al-Amanah, serta Special Olympics Indonesia Jawa Tengah. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp70 juta.


Bagikan :

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong penguatan gerakan wakaf sosial sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri peluncuran program Wakaf Sosial yang diinisiasi oleh Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, dan Dompet Dhuafa di Kota Semarang pada Rabu, 11 Maret 2026 malam.

Wagub mengatakan, Wakaf Sosial menjadi terobosan untuk mendukung kegiatan sosial keagamaan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Wakaf Sosial ini diperuntukkan bagi kegiatan yang sifatnya keagamaan dan sosial, mulai dari pengadaan air bersih, ambulans, hingga renovasi masjid,” ucapnya.

Menurutnya, gerakan wakaf perlu terus diperluas sebagai sarana amal berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan umat.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong penguatan wakaf uang melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jawa Tengah. Program tersebut mendapatkan sambutan positif, termasuk dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Wagub mengatakan, Jateng memiliki modal kuat untuk mengembangkan gerakan filantropi Islam. Salah satunya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah yang dinilai sebagai rujukan di tingkat nasional.

Ia menyebut, selama sekitar satu dekade terakhir ASN di lingkungan Pemprov Jateng secara konsisten menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.

“Setiap bulan alhamdulillah terkumpul paling tidak sekitar Rp8 miliar dari ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah,” jelasnya.

Kemudian, dana tersebut disalurkan bagi masyarakat yang berhak menerima zakat atau mustahik di berbagai wilayah di Jateng.

Wagub menyampaikan, keberhasilan pengelolaan zakat menjadi inspirasi untuk memperkuat pengelolaan wakaf agar manfaatnya bisa semakin luas.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga menekankan pentingnya memberi teladan dalam menggerakkan wakaf. Bahkan pada hari yang sama, ia mengaku telah dua kali melakukan peluncuran QR wakaf sebagai bentuk ajakan nyata kepada masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengajak pimpinan dan pegawai lembaga keuangan, termasuk Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk turut berpartisipasi dalam gerakan wakaf.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua BMPD Jateng–Semarang, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan, peluncuran program Wakaf Sosial merupakan sinergi BI bersama Dompet Dhuafa untuk memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat.

Program Wakaf Sosial Bank Indonesia menghadirkan tiga program utama, yakni wakaf air melalui pembangunan sumur bor sebagai sumber air bersih bagi masyarakat, wakaf renovasi masjid untuk meningkatkan kelayakan tempat ibadah, serta wakaf ambulans untuk mendukung layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dhuafa di Jateng.

Melalui inisiatif tersebut diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses air bersih, fasilitas ibadah yang lebih layak, serta layanan kesehatan yang memadai.

Pada kesempatan itu, BMPD Jateng-Semarang bersama OJK dan BI juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah lembaga sosial, antara lain Panti Asuhan Sunan Gresik Al Bukhori, Panti Asuhan Dar Attaqwa Wadda’wah, Panti Sosial Anak Asuh Sunan Drajat, Panti Asuhan Anak Asuh Sunan Kalijaga, Panti Asuhan Al-Amanah, serta Special Olympics Indonesia Jawa Tengah. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp70 juta.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu