Follow Us :              

Sambut Hangat Pemudik Lebaran 2026, Jateng Pastikan Keamanan dan Kenyamanan

  12 March 2026  |   15:30:00  |   dibaca : 260 
Kategori :
Bagikan :


Sambut Hangat Pemudik Lebaran 2026, Jateng Pastikan Keamanan dan Kenyamanan

12 March 2026 | 15:30:00 | dibaca : 260
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah telah dimulai. Hal itu ditandai dengan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi di Markas Polda Jawa Tengah pada Kamis ,12 Maret 2026.

Apel yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ini sekaligus untuk memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.

Operasi Ketupat Candi difokuskan pada pengamanan arus lalu lintas, tempat ibadah, pusat keramaian, kawasan wisata, hingga objek vital lainnya, agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan rasa aman dan nyaman.

Dalam apel itu, Gubernur membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Amanat tersebut menegaskan apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen sinergi lintas sektoral dalam rangka menyukseskan pengamanan mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

“Keberhasilan tugas ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, terus tingkatkan solidaritas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan nyaman,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan oleh Gubernur.

Kapolri juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian.

“Selama bertugas, jadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap tantangan sebagai panggilan tugas, serta setiap pelayanan kepada masyarakat sebagai ladang ibadah,” ucap Gubernur.

Adapun di Jateng, mobilitas masyarakat selama periode mudik diperkirakan meningkat cukup signifikan. Potensi pergerakan masyarakat yang menuju ke Jateng mencapai sekitar 38,71 juta orang, dengan estimasi 17,7 juta orang masuk ke provinsi ini selama periode mudik.

Mobilitas warga diperkirakan meningkat terutama di jalur Tol Trans Jawa, jalur Pantura, jalur selatan, serta jalur wisata, mengingat Jateng tidak hanya menjadi tujuan mudik, tetapi juga daerah transit bagi pemudik yang menuju ke Jawa Timur maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan, seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, kepadatan di rest area, hingga gangguan keamanan.

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung kelancaran arus mudik, di antaranya mendirikan posko terpadu, melakukan patroli di titik rawan kemacetan, serta menambah CCTV dan rambu lalu lintas portable.

Selain itu, dilakukan pengecekan/ramp check kendaraan di terminal serta disediakan program Mudik dan Balik Rantau Gratis menggunakan bus dan kereta api bagi masyarakat.

Sementara di sektor kesehatan, pemerintah menyiapkan 369 rumah sakit, 883 puskesmas, 4 balai kesehatan masyarakat (balkesmas), 1 Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan (PAK) Provinsi, 430 klinik utama, serta 2.067 klinik pratama untuk mendukung layanan kesehatan selama periode Lebaran.

Pada kesempatan itu, Kapolda Jateng, Irjen Ribut Hari Wibowo, mengatakan bahwa kepolisian bersama instansi terkait juga telah menyiapkan berbagai layanan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan para pemudik.

Salah satunya melalui program valet and ride bagi para pemudik yang menggunakan sepeda motor dari Kabupaten Brebes menuju ke Kota Semarang.

“Program valet and ride ini disiapkan untuk membantu pemudik roda dua. Kendaraannya akan diangkut menggunakan towing, sementara pemudik diangkut menggunakan bus menuju Semarang,” ujarnya.

Program tersebut disiapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan, terutama pada jalur panjang yang menjadi titik rawan bagi para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Selain itu, aparat juga menyiapkan puluhan posko mudik di sepanjang jalur utama Jateng yang melibatkan sejumlah instansi, seperti TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, hingga BPBD. Upaya ini bertujuan untuk memberikan layanan terpadu bagi masyarakat selama perjalanan mudik.


Bagikan :

SEMARANG – Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah telah dimulai. Hal itu ditandai dengan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi di Markas Polda Jawa Tengah pada Kamis ,12 Maret 2026.

Apel yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ini sekaligus untuk memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.

Operasi Ketupat Candi difokuskan pada pengamanan arus lalu lintas, tempat ibadah, pusat keramaian, kawasan wisata, hingga objek vital lainnya, agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan rasa aman dan nyaman.

Dalam apel itu, Gubernur membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Amanat tersebut menegaskan apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen sinergi lintas sektoral dalam rangka menyukseskan pengamanan mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

“Keberhasilan tugas ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, terus tingkatkan solidaritas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan nyaman,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan oleh Gubernur.

Kapolri juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian.

“Selama bertugas, jadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap tantangan sebagai panggilan tugas, serta setiap pelayanan kepada masyarakat sebagai ladang ibadah,” ucap Gubernur.

Adapun di Jateng, mobilitas masyarakat selama periode mudik diperkirakan meningkat cukup signifikan. Potensi pergerakan masyarakat yang menuju ke Jateng mencapai sekitar 38,71 juta orang, dengan estimasi 17,7 juta orang masuk ke provinsi ini selama periode mudik.

Mobilitas warga diperkirakan meningkat terutama di jalur Tol Trans Jawa, jalur Pantura, jalur selatan, serta jalur wisata, mengingat Jateng tidak hanya menjadi tujuan mudik, tetapi juga daerah transit bagi pemudik yang menuju ke Jawa Timur maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan, seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, kepadatan di rest area, hingga gangguan keamanan.

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung kelancaran arus mudik, di antaranya mendirikan posko terpadu, melakukan patroli di titik rawan kemacetan, serta menambah CCTV dan rambu lalu lintas portable.

Selain itu, dilakukan pengecekan/ramp check kendaraan di terminal serta disediakan program Mudik dan Balik Rantau Gratis menggunakan bus dan kereta api bagi masyarakat.

Sementara di sektor kesehatan, pemerintah menyiapkan 369 rumah sakit, 883 puskesmas, 4 balai kesehatan masyarakat (balkesmas), 1 Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan (PAK) Provinsi, 430 klinik utama, serta 2.067 klinik pratama untuk mendukung layanan kesehatan selama periode Lebaran.

Pada kesempatan itu, Kapolda Jateng, Irjen Ribut Hari Wibowo, mengatakan bahwa kepolisian bersama instansi terkait juga telah menyiapkan berbagai layanan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan para pemudik.

Salah satunya melalui program valet and ride bagi para pemudik yang menggunakan sepeda motor dari Kabupaten Brebes menuju ke Kota Semarang.

“Program valet and ride ini disiapkan untuk membantu pemudik roda dua. Kendaraannya akan diangkut menggunakan towing, sementara pemudik diangkut menggunakan bus menuju Semarang,” ujarnya.

Program tersebut disiapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan, terutama pada jalur panjang yang menjadi titik rawan bagi para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Selain itu, aparat juga menyiapkan puluhan posko mudik di sepanjang jalur utama Jateng yang melibatkan sejumlah instansi, seperti TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, hingga BPBD. Upaya ini bertujuan untuk memberikan layanan terpadu bagi masyarakat selama perjalanan mudik.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu