Follow Us :              

Hampir 90 Persen Lulusan Sekolah Vokasi di Jateng Terserap ke Dunia Industri

  12 March 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 313 
Kategori :
Bagikan :


Hampir 90 Persen Lulusan Sekolah Vokasi di Jateng Terserap ke Dunia Industri

12 March 2026 | 10:00:00 | dibaca : 313
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

KUDUS – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan, hampir 90 persen lulusan dari 1.529 sekolah vokasi Jateng, berhasil  terserap ke dunia industri. 

“10 persen yang belum terserap, karena belum cukup umur untuk melanjutkan kerja,” ucapnya saat melakukan kunjungan bersama Menteri Perdagangan, Budi Santoso, di SMK Raden Umar Said, SMK NU Banat, dan SMK Wisudha Karya Kabupaten Kudus,  pada Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam kunjungan itu, Gubernur juga didampingi oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris; Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia; dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin.

Rombongan melihat langsung berbagai kegiatan pembelajaran serta hasil karya siswa di sejumlah bidang keahlian.

Saat berkunjung ke SMK Raden Umar Said, rombongan melihat langsung karya-karya animasi yang diciptakan oleh para siswa. Kemudian di SMK NU Banat Kudus, mereka melihat hasil karya siswa di bidang fesyen dan kewirausahaan, termasuk peragaan busana serta berbagai produk yang dikembangkan oleh siswa-siswi di sekolah itu. 

Kemudian di SMK Wisudha Karya Kudus, rombongan meninjau kegiatan pembelajaran vokasi di bidang pelayaran, yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor maritim.

Gubernur menilai, sekolah vokasi menjadi salah satu kekuatan daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja. Ia mengatakan, keberagaman bidang keahlian di sekolah vokasi menunjukkan kesiapan generasi muda di Jateng untuk masuk ke berbagai sektor industri.

“Ini merupakan bentuk (bukti) bahwa masyarakat kita sudah siap pakai. Anak-anak muda kita di sekolah-sekolah vokasi di Jawa Tengah, siap bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kita,” ujarnya.
 
Oleh karena itu, pihaknya gencar mendorong sekolah vokasi, investasi padat karya, hingga memperbanyak Balai Latihan kerja (BLK) di kabupaten/kota di wilayahnya. 

Salah seorang siswa SMK Raden Umar Said Kudus, Haidar, mengaku, meskipun baru duduk di kelas XI, kemampuannya di bidang animasi sudah berkembang pesat sejak belajar di sekolah tersebut.

Ia berharap, suatu saat bisa menjadi animator profesional dan berkarya di industri animasi.

Para siswa di SMK Raden Umar Said sudah dibiasakan mengerjakan proyek-proyek dari industri agar memiliki pengalaman kerja sebelum lulus. Bahkan, sebagian karya siswa sudah ada yang terjual ke Amerika dan Jepang. Maka dari itu, para siswa tidak hanya didorong untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang bisa menjadi portofolio ketika mereka masuk ke dunia kerja.

Pada kesempatan itu, siswa SMK NU Banat Kudus, Hannah Rahmania Putri, mengatakan bahwa para siswa tidak hanya belajar desain, tetapi juga mengembangkan produk-produk yang siap dipasarkan.

“Untuk semester ini kami sedang mengembangkan beberapa produk, seperti card holder, lanyard, dompet, dan sabuk,” ujarnya.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan, pemerintah siap membantu membuka akses pasar internasional bagi produk-produk kreatif, termasuk jasa animasi, yang ditawarkan oleh para siswa.

Ia menyampaikan, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara yang bertugas untuk membantu mempromosikan produk Indonesia ke pasar global.

“Kalau ada produk jasa, seperti animasi dari teman-teman SMK ini, kami bisa membantu mempertemukan dengan permintaan pasar di luar negeri,” ucap Mendag.


Bagikan :

KUDUS – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan, hampir 90 persen lulusan dari 1.529 sekolah vokasi Jateng, berhasil  terserap ke dunia industri. 

“10 persen yang belum terserap, karena belum cukup umur untuk melanjutkan kerja,” ucapnya saat melakukan kunjungan bersama Menteri Perdagangan, Budi Santoso, di SMK Raden Umar Said, SMK NU Banat, dan SMK Wisudha Karya Kabupaten Kudus,  pada Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam kunjungan itu, Gubernur juga didampingi oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris; Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia; dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin.

Rombongan melihat langsung berbagai kegiatan pembelajaran serta hasil karya siswa di sejumlah bidang keahlian.

Saat berkunjung ke SMK Raden Umar Said, rombongan melihat langsung karya-karya animasi yang diciptakan oleh para siswa. Kemudian di SMK NU Banat Kudus, mereka melihat hasil karya siswa di bidang fesyen dan kewirausahaan, termasuk peragaan busana serta berbagai produk yang dikembangkan oleh siswa-siswi di sekolah itu. 

Kemudian di SMK Wisudha Karya Kudus, rombongan meninjau kegiatan pembelajaran vokasi di bidang pelayaran, yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor maritim.

Gubernur menilai, sekolah vokasi menjadi salah satu kekuatan daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja. Ia mengatakan, keberagaman bidang keahlian di sekolah vokasi menunjukkan kesiapan generasi muda di Jateng untuk masuk ke berbagai sektor industri.

“Ini merupakan bentuk (bukti) bahwa masyarakat kita sudah siap pakai. Anak-anak muda kita di sekolah-sekolah vokasi di Jawa Tengah, siap bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kita,” ujarnya.
 
Oleh karena itu, pihaknya gencar mendorong sekolah vokasi, investasi padat karya, hingga memperbanyak Balai Latihan kerja (BLK) di kabupaten/kota di wilayahnya. 

Salah seorang siswa SMK Raden Umar Said Kudus, Haidar, mengaku, meskipun baru duduk di kelas XI, kemampuannya di bidang animasi sudah berkembang pesat sejak belajar di sekolah tersebut.

Ia berharap, suatu saat bisa menjadi animator profesional dan berkarya di industri animasi.

Para siswa di SMK Raden Umar Said sudah dibiasakan mengerjakan proyek-proyek dari industri agar memiliki pengalaman kerja sebelum lulus. Bahkan, sebagian karya siswa sudah ada yang terjual ke Amerika dan Jepang. Maka dari itu, para siswa tidak hanya didorong untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang bisa menjadi portofolio ketika mereka masuk ke dunia kerja.

Pada kesempatan itu, siswa SMK NU Banat Kudus, Hannah Rahmania Putri, mengatakan bahwa para siswa tidak hanya belajar desain, tetapi juga mengembangkan produk-produk yang siap dipasarkan.

“Untuk semester ini kami sedang mengembangkan beberapa produk, seperti card holder, lanyard, dompet, dan sabuk,” ujarnya.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan, pemerintah siap membantu membuka akses pasar internasional bagi produk-produk kreatif, termasuk jasa animasi, yang ditawarkan oleh para siswa.

Ia menyampaikan, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara yang bertugas untuk membantu mempromosikan produk Indonesia ke pasar global.

“Kalau ada produk jasa, seperti animasi dari teman-teman SMK ini, kami bisa membantu mempertemukan dengan permintaan pasar di luar negeri,” ucap Mendag.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu