Follow Us :              

Puncak HPN, Gubernur Tekankan Perlunya Kolaborasi Media Mainstream dan Media Sosial

  03 March 2023  |   17:00:00  |   dibaca : 487 
Kategori :
Bagikan :


Puncak HPN, Gubernur Tekankan Perlunya Kolaborasi Media Mainstream dan Media Sosial

03 March 2023 | 17:00:00 | dibaca : 487
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan media mainstream dan media sosial saat ini tidak lagi harus bersaing. Malahan media mainstream bisa menjadi mentor bagi para pegiat media sosial.

Hal itu disampaikan Gubernur dalam acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2023 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan HUT ke-77 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) , di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (3/3/2023).

Acara tersebut dihadiri juga oleh Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko dan Ketua PWI Jawa Tengah Amir Mahmud. Selain itu, hadir pula Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu.

Beberapa peserta dari akademisi juha hadir, di antaranya Rektor Unika Soegijapranata Ferdinand Hindiarto, Rektor USM Supari dan Rektor Unwahas Mudzakkir Ali. Selain itu juga hadir perwakilan PWI daerah di Jawa Tengah.

Dalam acara itu, Gubernur mengangkat contoh-contoh kasus yang diunggah di media sosial yang memudahkan pengungkapan kasus-kasus lebih cepat. Misal kasus viral di media sosial yang melibatkan korban anak di bawah umur yang diunggah nitizen.  “Bahkan KPK kemarin menyampaikan ‘halo netizen kalau Anda tahu pejabat yang harta kekayaannya ditaruh di sana di sini, tampilkan’. Wow,” ungkap Gubernur.

Media massa dan media sosial, menurutnya era ini sama-sama memiliki peranan yang kuat. Perbedaannya adalah, media massa punya etika dan regulasi yang mengatur. “Hari ini rasa-rasanya dua (media) ini mesti berkolaborasi. Maka saya sampaikan agar ada edukasi,” ujarnya.

Gubernur mengatakan, wartawan dan orang-orang yang ada di media mainstream atau media massa bisa bekerja sama dengan pegiat media sosial.

“Rasa-rasanya mereka yang buat konten, kemudian mereka menjadi influencer itu perlu belajar ke media mainstream juga. Sehingga ketika ngonten itu mereka juga mengerti etika, mengerti aturan dan sebagainya,” ucapnya.

Gubernur Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persada ID itu juga mengatakan, hari ini media massa telah melalui masa transisi dari konvensional menuju digital. Ke depan, kata kolaborasi medsos dan media massa akan menjadi ruang untuk informasi bisa disebarkan semakin luas

“Yang dulu hanya mengandalkan oplah, maka sekarang mesti multiplatform sehingga informasi-informasinya bisa tersebar semakin banyak lagi. Kolaborasi hari ini penting untuk dilakukan dan semua harus saling belajar,” tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan media mainstream dan media sosial saat ini tidak lagi harus bersaing. Malahan media mainstream bisa menjadi mentor bagi para pegiat media sosial.

Hal itu disampaikan Gubernur dalam acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2023 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan HUT ke-77 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) , di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (3/3/2023).

Acara tersebut dihadiri juga oleh Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko dan Ketua PWI Jawa Tengah Amir Mahmud. Selain itu, hadir pula Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu.

Beberapa peserta dari akademisi juha hadir, di antaranya Rektor Unika Soegijapranata Ferdinand Hindiarto, Rektor USM Supari dan Rektor Unwahas Mudzakkir Ali. Selain itu juga hadir perwakilan PWI daerah di Jawa Tengah.

Dalam acara itu, Gubernur mengangkat contoh-contoh kasus yang diunggah di media sosial yang memudahkan pengungkapan kasus-kasus lebih cepat. Misal kasus viral di media sosial yang melibatkan korban anak di bawah umur yang diunggah nitizen.  “Bahkan KPK kemarin menyampaikan ‘halo netizen kalau Anda tahu pejabat yang harta kekayaannya ditaruh di sana di sini, tampilkan’. Wow,” ungkap Gubernur.

Media massa dan media sosial, menurutnya era ini sama-sama memiliki peranan yang kuat. Perbedaannya adalah, media massa punya etika dan regulasi yang mengatur. “Hari ini rasa-rasanya dua (media) ini mesti berkolaborasi. Maka saya sampaikan agar ada edukasi,” ujarnya.

Gubernur mengatakan, wartawan dan orang-orang yang ada di media mainstream atau media massa bisa bekerja sama dengan pegiat media sosial.

“Rasa-rasanya mereka yang buat konten, kemudian mereka menjadi influencer itu perlu belajar ke media mainstream juga. Sehingga ketika ngonten itu mereka juga mengerti etika, mengerti aturan dan sebagainya,” ucapnya.

Gubernur Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persada ID itu juga mengatakan, hari ini media massa telah melalui masa transisi dari konvensional menuju digital. Ke depan, kata kolaborasi medsos dan media massa akan menjadi ruang untuk informasi bisa disebarkan semakin luas

“Yang dulu hanya mengandalkan oplah, maka sekarang mesti multiplatform sehingga informasi-informasinya bisa tersebar semakin banyak lagi. Kolaborasi hari ini penting untuk dilakukan dan semua harus saling belajar,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu