Follow Us :              

Gubernur Optimis Bantuan Pengering Padi Sokusi Tingkatkan Serapan Padi Petani

  11 March 2023  |   10:00:00  |   dibaca : 705 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Optimis Bantuan Pengering Padi Sokusi Tingkatkan Serapan Padi Petani

11 March 2023 | 10:00:00 | dibaca : 705
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SRAGEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut gembira keberadaan sentra-sentra penggilingan padi (rice milling) modern yang dikembangkan Pemerintah Pusat. Keberadaan mesin pengering gabah (dryer) di sentra tersebut, akan menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas gabah kering petani di musim hujan ekstrem seperti saat ini.

"Kemarin itu problem besarnya dryer. Daerah-daerah butuh lebih banyak karena cuaca ekstrem seperti ini, petani tidak bisa mengeringkan, karena tidak punya alat. Maka kalau di beberapa titik petani bisa dibantu dryer,  ini akan sangat membantu, dan pasti kualitasnya bagus (gabah), harganya juga bagus," ujar Gubernur usai mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan sentra penggilingan padi di Desa Karang Malang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Sabtu (11/3/2023).

Gubernur juga menerangkan, sulitnya petani mengeringkan padi hasil panen, membuat kualitas gabah kering giling menurun. Dampak dari kondisi ini adalah, harga beras di pasaran sempat melambung tinggi. Karena itu, keberadaan sentra penggilingan padi yang dilengkapi mesin pengering, sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas. 

"Bagus sekali, kita melakukan modernisasi. Ada dryer yang bagus, rice milling unit-nya juga bagus, rasanya Indonesia perlu membuat jauh lebih banyak lagi. Problemnya sekarang sudah ketahuan, jadi produktivitas kita musti ditingkatkan," kata Gubernur.

Keberadaan sentra penggilingan padi modern diberbagai daerah diyakini dapat memperkuat Bulog agar bisa menyerap lebih banyak gabah petani. Selama ini dalam penyerapan gabah petani masih terkendala masih tingginya kadar air. 

"Ketika Bulog bisa punya lebih banyak peralatan seperti ini maka serapannya jauh lebih bagus. Mulai kita pikirkan jangan meliberalisasi pangan. Jangan. Kita musti kembalikan lagi. Menurut saya penting untuk memperkuat Bulog agar kemudian pangan nasional bisa tercukupi, sehingga harapannya bisa lebih banyak lagi yang seperti ini dibikin," katanya.

Terkait peningkatan produktivitas padi, Gubernur mengakui hal itu memang perlu ditingkatkan lagi. Apabila satu hektare sawah dapat menghasilkan padi sekitar 7-8 ton, diyakini kebutuhan pangan akan tercukupi, bahkan stok beras bisa melebihi kebutuhan pasar sehingga harga dapat stabil. Namun kurangnya pasokan pupuk termasuk obat-obatan, masih menjadi kendala. Pada sisi lain, skema harga padi panen dan harga padi kering di tingkat petani juga perlu dipertimbangkan.

"Maka kita butuh mempertimbangkan masukan petani, pupuk kita kurang banyak. Kemudian juga saprotan obat-obatan. Terakhir tinggal berapa harga di tingkat petani, itu yang sekarang sedang dihitung oleh Badan Pangan Nasional. Ini cukup complicated (rumit) tapi rice milling unit seperti ini menurut saya butuh lebih banyak," paparnya.

Saat meresmikan sentra penggilingan padi modern di Sragen, Presiden menginstruksikan agar Bulog harus berperan dengan menyerap sebanyak-banyaknya gabah dari petani hasil panen raya itu. Bulog ditarget dapat menyerap sekitar 2,4 juta ton gabah petani untuk menjaga stabilitas harga.

"Hari ini saya minta pada Bulog agar sebanyak-banyaknya menyerap gabah yang ada di Petani, dengan harga GKP yang nanti akan ditentukan oleh kepala Badan Pangan Nasional. Kita ingin harga di petani wajar, harga di pedagang wajar, harga konsumen juga wajar, semua dapat untung," katanya.

Presiden menjelaskan, Sentra penggilingan padi di Sragen merupakan yang ketujuh di Indonesia. Keberadaan sentra itu diharapkan dapat memperkuat peran Bulog dengan cara penyerapan gabah petani. "Ini akan memperkuat kekuatan Bulog untuk menyerap gabah petani dengan kapasitas yang sangat besar," pungkasnya.


Bagikan :

SRAGEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut gembira keberadaan sentra-sentra penggilingan padi (rice milling) modern yang dikembangkan Pemerintah Pusat. Keberadaan mesin pengering gabah (dryer) di sentra tersebut, akan menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas gabah kering petani di musim hujan ekstrem seperti saat ini.

"Kemarin itu problem besarnya dryer. Daerah-daerah butuh lebih banyak karena cuaca ekstrem seperti ini, petani tidak bisa mengeringkan, karena tidak punya alat. Maka kalau di beberapa titik petani bisa dibantu dryer,  ini akan sangat membantu, dan pasti kualitasnya bagus (gabah), harganya juga bagus," ujar Gubernur usai mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan sentra penggilingan padi di Desa Karang Malang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Sabtu (11/3/2023).

Gubernur juga menerangkan, sulitnya petani mengeringkan padi hasil panen, membuat kualitas gabah kering giling menurun. Dampak dari kondisi ini adalah, harga beras di pasaran sempat melambung tinggi. Karena itu, keberadaan sentra penggilingan padi yang dilengkapi mesin pengering, sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas. 

"Bagus sekali, kita melakukan modernisasi. Ada dryer yang bagus, rice milling unit-nya juga bagus, rasanya Indonesia perlu membuat jauh lebih banyak lagi. Problemnya sekarang sudah ketahuan, jadi produktivitas kita musti ditingkatkan," kata Gubernur.

Keberadaan sentra penggilingan padi modern diberbagai daerah diyakini dapat memperkuat Bulog agar bisa menyerap lebih banyak gabah petani. Selama ini dalam penyerapan gabah petani masih terkendala masih tingginya kadar air. 

"Ketika Bulog bisa punya lebih banyak peralatan seperti ini maka serapannya jauh lebih bagus. Mulai kita pikirkan jangan meliberalisasi pangan. Jangan. Kita musti kembalikan lagi. Menurut saya penting untuk memperkuat Bulog agar kemudian pangan nasional bisa tercukupi, sehingga harapannya bisa lebih banyak lagi yang seperti ini dibikin," katanya.

Terkait peningkatan produktivitas padi, Gubernur mengakui hal itu memang perlu ditingkatkan lagi. Apabila satu hektare sawah dapat menghasilkan padi sekitar 7-8 ton, diyakini kebutuhan pangan akan tercukupi, bahkan stok beras bisa melebihi kebutuhan pasar sehingga harga dapat stabil. Namun kurangnya pasokan pupuk termasuk obat-obatan, masih menjadi kendala. Pada sisi lain, skema harga padi panen dan harga padi kering di tingkat petani juga perlu dipertimbangkan.

"Maka kita butuh mempertimbangkan masukan petani, pupuk kita kurang banyak. Kemudian juga saprotan obat-obatan. Terakhir tinggal berapa harga di tingkat petani, itu yang sekarang sedang dihitung oleh Badan Pangan Nasional. Ini cukup complicated (rumit) tapi rice milling unit seperti ini menurut saya butuh lebih banyak," paparnya.

Saat meresmikan sentra penggilingan padi modern di Sragen, Presiden menginstruksikan agar Bulog harus berperan dengan menyerap sebanyak-banyaknya gabah dari petani hasil panen raya itu. Bulog ditarget dapat menyerap sekitar 2,4 juta ton gabah petani untuk menjaga stabilitas harga.

"Hari ini saya minta pada Bulog agar sebanyak-banyaknya menyerap gabah yang ada di Petani, dengan harga GKP yang nanti akan ditentukan oleh kepala Badan Pangan Nasional. Kita ingin harga di petani wajar, harga di pedagang wajar, harga konsumen juga wajar, semua dapat untung," katanya.

Presiden menjelaskan, Sentra penggilingan padi di Sragen merupakan yang ketujuh di Indonesia. Keberadaan sentra itu diharapkan dapat memperkuat peran Bulog dengan cara penyerapan gabah petani. "Ini akan memperkuat kekuatan Bulog untuk menyerap gabah petani dengan kapasitas yang sangat besar," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu