Follow Us :              

Tindaklanjuti Keluhan Walikota Semarang, Gubernur Langsung Cek Jalan Brigjen Sudiarto

  16 March 2023  |   07:00:00  |   dibaca : 406 
Kategori :
Bagikan :


Tindaklanjuti Keluhan Walikota Semarang, Gubernur Langsung Cek Jalan Brigjen Sudiarto

16 March 2023 | 07:00:00 | dibaca : 406
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menindaklajuti keluhan Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu tentang kondisi ruas Jalan Brigjen Sudiarto, Semarang. Didampingi Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya AR Hanung Triyono, Gubernur melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud, Kamis (16/3/2023).

"Tadi dari Jalan Brigjen Sudiarto, karena kemarin itu ada komplain dari Bu Wali Kota, Bu Ita. Jadi kami cek,” terang Gubernur usai meninjau lokasi dengan bersepeda pagi bersama istri, Siti Atikoh. 

Gubernur mengatakan, dari pengecekan memang menemukan ruas Jalan Brigjen Sudiarto mulai exit tol Gayamsari sampai persimpangan Jalan Supriyadi, kondisinya bergelombang. Kurang nyaman bagi para pengendara. “Kalau posisi jalannya rusak banget tidak, tapi tidak terlalu nyaman memang. Apalagi untuk pengendara roda dua," jelasnya. 

Kerusakan jalan tersebut disinyalir akibat berbagai faktor. Salah satu faktor tersebut adalah  tingginya sedimen dalam drainase yang ada di kanan kiri jalan. Akibatnya saat hujan deras air meluap dan mengakibatkan struktur jalan mudah rusak.

“Ternyata (kerusakan) ini memang lebih sistematis. Satu, karena hujan kemarin luar biasa, genangannya tinggi. Ternyata teknisnya sebelahnya (jalan) selokan. Selokannya tanggung jawab kami. Kami akan coba perbaiki lagi selokannya agar sedimennya bisa diangkat,” jelasnya.

Dari hasil pantauannya diputuskan cara perbaikan jalan nantinya akan dilakukan dengan memotong bagian ruas jalan yang rusak. Bagian yang dipotong tersebut selanjutnya akan dibeton.

“Harapan kita dengan cara itu nanti akan bisa memberikan kenyamanan. Sekali lagi, untuk drainasenya nanti kami perbaiki,” tambahnya.

Agar proses pengerukan sedimen lebih mudah, masyarakat diimbau untuk tidak menutup secara permanen lubang drainase. “Problemnya banyak (drainade) yang di depan rumah, ada toko, dicornya permanen. Maka kita akan sosialisasikan, kalau tidak (nurut) kita bongkar. Kalau itu tidak dilakukan (sosialisasi) maka nanti  terjadi protes luar biasa. Itu contoh saja,” katanya.

Gubernur senang karena pekerjaan betonisasi di sepanjang Jalan Medoho Raya itu hasilnya bagus. Di sisi lain, dalam masa penyusunan RAPBD tahun anggaran 2024 ini Gubernur berharap pos anggaran bantuan akan bisa tersebar merata. 

“Ini bantuan keuangan kami ke pemerintah kota untuk kita bisa membantu mempercepat (pembangunan) infrastuktur-infrastruktur yang memang membutuhkan bantuan, dukungan kami. Ini juga kami lakukan di kabupaten/kota yang lain,” ujar Gubernur.

“Sehingga nanti bisa kita bagi untuk ke kabupaten/kota yang mohon maaf lebih rendah kapasitasnya, yang sumber pendapatan tidak tinggi tapi butuh bantuan lebih gede. Ini yang coba kita bantu,” jelasnya.

Apalagi selama dua tahun belakang banyak pos anggaran yang direfocusing untuk penanganan Pandemi Covid-19. Sehingga pos anggaran yang disusun di RAPBD tahun anggaran 2024 harus maksimal.

“Nah berapa banyaknya kami minta perkiraan dari Dinas Bina Marga untuk menghitung, sehingga di akhir Musrenbang nanti kami sudah tahu berapa angka yang dibutuhkan karena dua tahun kemarin kami tidak memperbaiki (jalan). Dugaan saya gede (biaya), kalau gede nanti kami minta persetujuan DPRD,” tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menindaklajuti keluhan Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu tentang kondisi ruas Jalan Brigjen Sudiarto, Semarang. Didampingi Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya AR Hanung Triyono, Gubernur melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud, Kamis (16/3/2023).

"Tadi dari Jalan Brigjen Sudiarto, karena kemarin itu ada komplain dari Bu Wali Kota, Bu Ita. Jadi kami cek,” terang Gubernur usai meninjau lokasi dengan bersepeda pagi bersama istri, Siti Atikoh. 

Gubernur mengatakan, dari pengecekan memang menemukan ruas Jalan Brigjen Sudiarto mulai exit tol Gayamsari sampai persimpangan Jalan Supriyadi, kondisinya bergelombang. Kurang nyaman bagi para pengendara. “Kalau posisi jalannya rusak banget tidak, tapi tidak terlalu nyaman memang. Apalagi untuk pengendara roda dua," jelasnya. 

Kerusakan jalan tersebut disinyalir akibat berbagai faktor. Salah satu faktor tersebut adalah  tingginya sedimen dalam drainase yang ada di kanan kiri jalan. Akibatnya saat hujan deras air meluap dan mengakibatkan struktur jalan mudah rusak.

“Ternyata (kerusakan) ini memang lebih sistematis. Satu, karena hujan kemarin luar biasa, genangannya tinggi. Ternyata teknisnya sebelahnya (jalan) selokan. Selokannya tanggung jawab kami. Kami akan coba perbaiki lagi selokannya agar sedimennya bisa diangkat,” jelasnya.

Dari hasil pantauannya diputuskan cara perbaikan jalan nantinya akan dilakukan dengan memotong bagian ruas jalan yang rusak. Bagian yang dipotong tersebut selanjutnya akan dibeton.

“Harapan kita dengan cara itu nanti akan bisa memberikan kenyamanan. Sekali lagi, untuk drainasenya nanti kami perbaiki,” tambahnya.

Agar proses pengerukan sedimen lebih mudah, masyarakat diimbau untuk tidak menutup secara permanen lubang drainase. “Problemnya banyak (drainade) yang di depan rumah, ada toko, dicornya permanen. Maka kita akan sosialisasikan, kalau tidak (nurut) kita bongkar. Kalau itu tidak dilakukan (sosialisasi) maka nanti  terjadi protes luar biasa. Itu contoh saja,” katanya.

Gubernur senang karena pekerjaan betonisasi di sepanjang Jalan Medoho Raya itu hasilnya bagus. Di sisi lain, dalam masa penyusunan RAPBD tahun anggaran 2024 ini Gubernur berharap pos anggaran bantuan akan bisa tersebar merata. 

“Ini bantuan keuangan kami ke pemerintah kota untuk kita bisa membantu mempercepat (pembangunan) infrastuktur-infrastruktur yang memang membutuhkan bantuan, dukungan kami. Ini juga kami lakukan di kabupaten/kota yang lain,” ujar Gubernur.

“Sehingga nanti bisa kita bagi untuk ke kabupaten/kota yang mohon maaf lebih rendah kapasitasnya, yang sumber pendapatan tidak tinggi tapi butuh bantuan lebih gede. Ini yang coba kita bantu,” jelasnya.

Apalagi selama dua tahun belakang banyak pos anggaran yang direfocusing untuk penanganan Pandemi Covid-19. Sehingga pos anggaran yang disusun di RAPBD tahun anggaran 2024 harus maksimal.

“Nah berapa banyaknya kami minta perkiraan dari Dinas Bina Marga untuk menghitung, sehingga di akhir Musrenbang nanti kami sudah tahu berapa angka yang dibutuhkan karena dua tahun kemarin kami tidak memperbaiki (jalan). Dugaan saya gede (biaya), kalau gede nanti kami minta persetujuan DPRD,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu