Follow Us :              

Ramadan 1444 H, Gubernur Kunjungi Panti Asuhan untuk Serahkan Bantuan

  24 March 2023  |   08:00:00  |   dibaca : 596 
Kategori :
Bagikan :


Ramadan 1444 H, Gubernur Kunjungi Panti Asuhan untuk Serahkan Bantuan

24 March 2023 | 08:00:00 | dibaca : 596
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Sejak hari pertama Ramadan 1444 H, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo rutin mengisi waktu jelang berbuka puasa dengan mengunjungi panti-panti asuhan. Pada kunjungan-kunjungan tersebut, Gubernur menyaksikan orang-orang baik yang merelakan diri membantu dan mengasuh anak-anak yang sudah tidak lagi memiliki orang tua.

"Kami melihat banyak anak-anak kita yang butuh asuhan, maka banyak panti yang kemudian didirikan dan banyak di antara para pengurus merelakan dirinya membantu untuk memperhatikan anak-anak, tentu pemerintah senang sekali dibantu oleh mereka," kata Gubernur saat berkunjung ke panti asuhan Fafirruu Ilallah Yayasan LM 99 Blambangan, Bangetayu Wetan, Kota Semarang, Jumat (24/3/2023).

Melihat perjuangan para dermawan itu, Gubernur menaruh apresiasi yang sangat tinggi. Maka dari itu selama bulan ramadan ia sengaja menyediakan waktu untuk menyapa anak-anak di panti asuhan. Pada kunjungan ini Gubernur juga menyerahkan sembako bagi anak-anak tersebut.

"Tugas kita (pemerintah) adalah memperhatikan mereka, membantu mereka, apalagi sekarang di bulan ramadan. Mudah-mudahan banyak orang yang peduli sesama, khusus kepada anak yatim piatu. Mudah-mudahan yang sedikit ini bisa memberikan kebahagiaan dan juga membikin mereka tersenyum," katanya.

Pengasuh panti asuhan, Khoironi, saat ditemui di lokasi menjelaskan, bahwa di panti asuhan tersebut terdapat 26 anak asuh yang berasal dari warga sekitar. Ada juga anak-anak dari Demak dan Purwodadi. "Yayasan ini sudah berdiri sejak tahun 2006. Namun untuk eksis berkegiatan dengan anak-anak ini kita sejak tahun 2007. Awalnya pesantren dulu terus baru kita ada panti asuhannya juga," jelasnya.

Turut ditambahkan, sejak awal berdiri sampai sekarang ini, baik panti asuhan maupun pondok pesantren, menopang segala kegiatannya secara mandiri. Salah satu upaya mereka untuk membantu mendapatkan tambahan penghasilan adalah membuka usaha penjualan madu dan obat herbal.

"Mohon kami lebih diperhatikan (bantu) dalam mengasuh anak-anak ini. Kami belum ada bantuan dari Dinsos, sumber dana dari independen. Jadi kami dan anak-anak melaksanakan kegiatan wirausaha untuk menopang kegiatan. Untuk donatur kami memang tidak terikat. Ada kalanya yang memang mau datang, sumbangsih, kami terima," ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG - Sejak hari pertama Ramadan 1444 H, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo rutin mengisi waktu jelang berbuka puasa dengan mengunjungi panti-panti asuhan. Pada kunjungan-kunjungan tersebut, Gubernur menyaksikan orang-orang baik yang merelakan diri membantu dan mengasuh anak-anak yang sudah tidak lagi memiliki orang tua.

"Kami melihat banyak anak-anak kita yang butuh asuhan, maka banyak panti yang kemudian didirikan dan banyak di antara para pengurus merelakan dirinya membantu untuk memperhatikan anak-anak, tentu pemerintah senang sekali dibantu oleh mereka," kata Gubernur saat berkunjung ke panti asuhan Fafirruu Ilallah Yayasan LM 99 Blambangan, Bangetayu Wetan, Kota Semarang, Jumat (24/3/2023).

Melihat perjuangan para dermawan itu, Gubernur menaruh apresiasi yang sangat tinggi. Maka dari itu selama bulan ramadan ia sengaja menyediakan waktu untuk menyapa anak-anak di panti asuhan. Pada kunjungan ini Gubernur juga menyerahkan sembako bagi anak-anak tersebut.

"Tugas kita (pemerintah) adalah memperhatikan mereka, membantu mereka, apalagi sekarang di bulan ramadan. Mudah-mudahan banyak orang yang peduli sesama, khusus kepada anak yatim piatu. Mudah-mudahan yang sedikit ini bisa memberikan kebahagiaan dan juga membikin mereka tersenyum," katanya.

Pengasuh panti asuhan, Khoironi, saat ditemui di lokasi menjelaskan, bahwa di panti asuhan tersebut terdapat 26 anak asuh yang berasal dari warga sekitar. Ada juga anak-anak dari Demak dan Purwodadi. "Yayasan ini sudah berdiri sejak tahun 2006. Namun untuk eksis berkegiatan dengan anak-anak ini kita sejak tahun 2007. Awalnya pesantren dulu terus baru kita ada panti asuhannya juga," jelasnya.

Turut ditambahkan, sejak awal berdiri sampai sekarang ini, baik panti asuhan maupun pondok pesantren, menopang segala kegiatannya secara mandiri. Salah satu upaya mereka untuk membantu mendapatkan tambahan penghasilan adalah membuka usaha penjualan madu dan obat herbal.

"Mohon kami lebih diperhatikan (bantu) dalam mengasuh anak-anak ini. Kami belum ada bantuan dari Dinsos, sumber dana dari independen. Jadi kami dan anak-anak melaksanakan kegiatan wirausaha untuk menopang kegiatan. Untuk donatur kami memang tidak terikat. Ada kalanya yang memang mau datang, sumbangsih, kami terima," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu