Follow Us :              

SPBU Modular dan BBM Kemasan, Dapat Kurangi Kemacetan

  19 April 2023  |   11:00:00  |   dibaca : 691 
Kategori :
Bagikan :


SPBU Modular dan BBM Kemasan, Dapat Kurangi Kemacetan

19 April 2023 | 11:00:00 | dibaca : 691
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

KABUPATEN SEMARANG - Dua hari jelang hari menjelang Idul Fitri 1444 H, kebutuhan BBM di Jawa Tengah meningkat hingga 78 persen. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat informasi tersebut ketika mendampingi Menteri ESDM, Arifin Tasrif, saat meninjau sejumlah Rest Area dan SPBU di Kabupaten Semarang, Rabu (19/4/2023).

“Dari sisi ketersediaan BBM hari ini dicek langsung oleh Pak Menteri ESDM, terima kasih dari Dirut Pertamina datang langsung, kenaikannya (stok) 78 persen,” kata Gubernur saat mendampingi Menteri ESDM Arifin Tasrif meninjau rest area dan SPBU di KM 429 B dan 456. Turut mendampingi pula Dirut Pertamina, Nicke Widyawati.

Gubernur menjelaskan, agar bisa memberikan kenyamanan bagi pemudik, Pemprov Jawa Tengah berupaya agar BBM tersedia dalam jumlah melimpah dan mudah diakses. Untuk itu Gubernur telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menyiapkan SPBU modular.

“Dari sisi ketersediaan cukup, dari sisi kecepatan tadi Pak Menteri ngetes langsung, dan kami butuh pelayanan yang cukup cepat agar kami tidak membikin bagian dari kemacetan,” kata Gubernur. Hal itu terbukti dari pengakuan beberapa pemudik di lokasi tersebut yang mengatakan tidak mengalami kemacetan yang signifikan. 

Gubernur  juga menyampaikan apresiasi kepada para menteri yang turun langsung mengecek situasi mudik. “Mudah-mudahan kontrol-kontrol ini membuat semakin lancar. Kita masih standby terus sampai beberapa hari jelang Idul Fitri ini. Rasa-rasanya masih ada fluktuasi kenaikan angkutan yang masuk,” ujarnya.

Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya telah menyediakan stok yang cukup di periode puncak arus mudik lebaran hingga Kamis (20/4), khususnya di ruas tol yang melintasi Provinsi Jawa Tengah.

“Jawa Tengah ini yang mendapat perhatian khusus karena paling tertinggi (prediksi pemudik). Kalau kita lihat di historical sejarah data ketika mudik itu yang tertinggi karena ada yang mudik juga dari Jawa Tengah,” katanya.

Nicke berharap SPBU modular yang disiapkan di beberapa rest area bisa memecah kepadatan dan kemacetan. Upaya ini didukung pula dengan menyediakan layanan antar jemput BBM kemasan.

“Untuk memecah kemacetan dan antrean SPBU, kita menambah SPBU seperti ini yang sifatnya adalah sementara. Kami juga sediakan, ada motoris untuk yang di tengah perjalanan sebelum sampai SPBU sudah butuh BBM,” katanya.

Sependapat dengan Dirut Pertamina, Menteri ESDM menilai, sepanjang pemantauannya, keberadaan SPBU Modular sudah cukup membantu mengurai kemacetan akibat antrean pengisian BBM. Meskipun begitu ia tidak menutup kemungkinan akan menambah SPBU modular baru jika hasil evaluasi menunjukkan jumlah SPBU yang disediakan masih kurang.  

Di luar rest area yang sudah tersedia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini sendiri sedang membangun rest area fungsional di ruas Tol Semarang-Solo. Salah satu tujuannya untuk memperlancar arus mudik dan balik lebaran 2023.

Rest area fungsional ini berada di KM 444b tepatnya di ruas tol antara Bawen dan Salatiga. Meski belum selesai, rest area tersebut saat ini sementara difungsikan sementara untuk melayani pemudik.

“Jadi saya di rest area Km 444b di tol antara Bawen-Salatiga. Ini adalah rest area dari Pemprov Jateng yang sifatnya fungsional, belum selesai,” kata Gubernur saat meninjau rest area Km 444b.

Gubernur menyebutkan, berbagai fasilitas penunjang yang ada di rest area ini. Mulai dari tempat jualan UMKM, layanan terapi modern, layanan kesehatan, hingga mushola.

Rest area 444b selain tersedia area untuk UMKM,  tersedia pula mushola, toilet umum, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) modular, hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). “Jadi kalau capek bisa mampir. Ada SPKLU juga di sini. Jadi kalau yang pakai mobil listrik ini bisa istirahat sambil ngecas,” ujar Gubernur.

Tidak hanya memiliki fasilitas lengkap, menurut Gubernur rest area 444b  juga memiliki panorama yang sangat indah. “Tempatnya enak, pemandangannya bagus, ke kiri bisa melihat gunung ungaran, kalau ke kanan bisa melihat pohon durian," pungkasnya.


Bagikan :

KABUPATEN SEMARANG - Dua hari jelang hari menjelang Idul Fitri 1444 H, kebutuhan BBM di Jawa Tengah meningkat hingga 78 persen. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat informasi tersebut ketika mendampingi Menteri ESDM, Arifin Tasrif, saat meninjau sejumlah Rest Area dan SPBU di Kabupaten Semarang, Rabu (19/4/2023).

“Dari sisi ketersediaan BBM hari ini dicek langsung oleh Pak Menteri ESDM, terima kasih dari Dirut Pertamina datang langsung, kenaikannya (stok) 78 persen,” kata Gubernur saat mendampingi Menteri ESDM Arifin Tasrif meninjau rest area dan SPBU di KM 429 B dan 456. Turut mendampingi pula Dirut Pertamina, Nicke Widyawati.

Gubernur menjelaskan, agar bisa memberikan kenyamanan bagi pemudik, Pemprov Jawa Tengah berupaya agar BBM tersedia dalam jumlah melimpah dan mudah diakses. Untuk itu Gubernur telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menyiapkan SPBU modular.

“Dari sisi ketersediaan cukup, dari sisi kecepatan tadi Pak Menteri ngetes langsung, dan kami butuh pelayanan yang cukup cepat agar kami tidak membikin bagian dari kemacetan,” kata Gubernur. Hal itu terbukti dari pengakuan beberapa pemudik di lokasi tersebut yang mengatakan tidak mengalami kemacetan yang signifikan. 

Gubernur  juga menyampaikan apresiasi kepada para menteri yang turun langsung mengecek situasi mudik. “Mudah-mudahan kontrol-kontrol ini membuat semakin lancar. Kita masih standby terus sampai beberapa hari jelang Idul Fitri ini. Rasa-rasanya masih ada fluktuasi kenaikan angkutan yang masuk,” ujarnya.

Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya telah menyediakan stok yang cukup di periode puncak arus mudik lebaran hingga Kamis (20/4), khususnya di ruas tol yang melintasi Provinsi Jawa Tengah.

“Jawa Tengah ini yang mendapat perhatian khusus karena paling tertinggi (prediksi pemudik). Kalau kita lihat di historical sejarah data ketika mudik itu yang tertinggi karena ada yang mudik juga dari Jawa Tengah,” katanya.

Nicke berharap SPBU modular yang disiapkan di beberapa rest area bisa memecah kepadatan dan kemacetan. Upaya ini didukung pula dengan menyediakan layanan antar jemput BBM kemasan.

“Untuk memecah kemacetan dan antrean SPBU, kita menambah SPBU seperti ini yang sifatnya adalah sementara. Kami juga sediakan, ada motoris untuk yang di tengah perjalanan sebelum sampai SPBU sudah butuh BBM,” katanya.

Sependapat dengan Dirut Pertamina, Menteri ESDM menilai, sepanjang pemantauannya, keberadaan SPBU Modular sudah cukup membantu mengurai kemacetan akibat antrean pengisian BBM. Meskipun begitu ia tidak menutup kemungkinan akan menambah SPBU modular baru jika hasil evaluasi menunjukkan jumlah SPBU yang disediakan masih kurang.  

Di luar rest area yang sudah tersedia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini sendiri sedang membangun rest area fungsional di ruas Tol Semarang-Solo. Salah satu tujuannya untuk memperlancar arus mudik dan balik lebaran 2023.

Rest area fungsional ini berada di KM 444b tepatnya di ruas tol antara Bawen dan Salatiga. Meski belum selesai, rest area tersebut saat ini sementara difungsikan sementara untuk melayani pemudik.

“Jadi saya di rest area Km 444b di tol antara Bawen-Salatiga. Ini adalah rest area dari Pemprov Jateng yang sifatnya fungsional, belum selesai,” kata Gubernur saat meninjau rest area Km 444b.

Gubernur menyebutkan, berbagai fasilitas penunjang yang ada di rest area ini. Mulai dari tempat jualan UMKM, layanan terapi modern, layanan kesehatan, hingga mushola.

Rest area 444b selain tersedia area untuk UMKM,  tersedia pula mushola, toilet umum, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) modular, hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). “Jadi kalau capek bisa mampir. Ada SPKLU juga di sini. Jadi kalau yang pakai mobil listrik ini bisa istirahat sambil ngecas,” ujar Gubernur.

Tidak hanya memiliki fasilitas lengkap, menurut Gubernur rest area 444b  juga memiliki panorama yang sangat indah. “Tempatnya enak, pemandangannya bagus, ke kiri bisa melihat gunung ungaran, kalau ke kanan bisa melihat pohon durian," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu