Follow Us :              

Taj Yasin Minta RS di Jateng Sosialisasikan Sistem Rujukan & Penyakit Berbahaya ke Masyarakat

  23 May 2023  |   11:00:00  |   dibaca : 235 
Kategori :
Bagikan :


Taj Yasin Minta RS di Jateng Sosialisasikan Sistem Rujukan & Penyakit Berbahaya ke Masyarakat

23 May 2023 | 11:00:00 | dibaca : 235
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta jajaran rumah sakit di Jateng terus melakukan sosialisasi mengenai layanan kesehatan pada masyarakat. Hal itu disampaikan wagub saat menghadiri penandatanganan nota kesepakatan dan rencana kerja penguatan transformasi layanan kesehatan rujukan, di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Selasa (23/05/2023). Ia menilai, kesadaran masyarakat atas kesehatan sudah sangat tinggi. Namun, hal itu perlu diimbangi dengan informasi yang cukup.

"Sebab saya sampaikan bahwa awareness masyarakat terhadap kesehatan ini pada puncaknya. Kepercayaan masyarakat sudah pada puncaknya. Dan ini tentu, menjadi tantangan kita untuk memberikan layanan yang terbaik buat masyarakat," kata Taj Yasin.

Taj Yasin menambahkan, salah satu informasi yang harus gamblang disampaikan adalah mengenai sistem rujukan. Menurutnya, masyarakat perlu diberitahu secara detil oleh tenaga kesehatan ketika mendapat layanan rujukan. Mulai dari hari, waktu, hingga alur rujukan. Agar, lanjutnya, mereka paham betul dan tidak terburu-buru untuk datang ke rumah sakit.

"Yang namanya melayani masyarakat kita tidak boleh hanya menyampaikan saja. Yang ada di depan (petugas medis) memberikan surat rujukan ini harus menyampaikan, lebih lebih kalau pasiennya sudah tua. Yang namanya pelayanan yaitu, kita akan capek. Tapi saya yakin, kalau ini sering kita ulangi, mereka akan paham alurnya," paparnya.

Lebih jauh, wagub menyampaikan rumah sakit juga perlu menyosialisasikan soal penyakit-penyakit berbahaya. Tujuannya, agar masyarakat memahami gejala-gejala yang dirasakan. Ia mencontohkan, ada masyarakat yang masih belum paham mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC). Menurutnya, jika masyarakat tidak paham, maka ini akan sangat beresiko bagi keselamatan.

"Masyarakat ternyata memang belum mengetahui karena gejalanya tidak langsung dirasa. Dikira ya hanya batuk biasa. Ternyata dari batuk itu banyak penyakit yang mengarah ke penyakit yang membahayakan," tutupnya.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta jajaran rumah sakit di Jateng terus melakukan sosialisasi mengenai layanan kesehatan pada masyarakat. Hal itu disampaikan wagub saat menghadiri penandatanganan nota kesepakatan dan rencana kerja penguatan transformasi layanan kesehatan rujukan, di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Selasa (23/05/2023). Ia menilai, kesadaran masyarakat atas kesehatan sudah sangat tinggi. Namun, hal itu perlu diimbangi dengan informasi yang cukup.

"Sebab saya sampaikan bahwa awareness masyarakat terhadap kesehatan ini pada puncaknya. Kepercayaan masyarakat sudah pada puncaknya. Dan ini tentu, menjadi tantangan kita untuk memberikan layanan yang terbaik buat masyarakat," kata Taj Yasin.

Taj Yasin menambahkan, salah satu informasi yang harus gamblang disampaikan adalah mengenai sistem rujukan. Menurutnya, masyarakat perlu diberitahu secara detil oleh tenaga kesehatan ketika mendapat layanan rujukan. Mulai dari hari, waktu, hingga alur rujukan. Agar, lanjutnya, mereka paham betul dan tidak terburu-buru untuk datang ke rumah sakit.

"Yang namanya melayani masyarakat kita tidak boleh hanya menyampaikan saja. Yang ada di depan (petugas medis) memberikan surat rujukan ini harus menyampaikan, lebih lebih kalau pasiennya sudah tua. Yang namanya pelayanan yaitu, kita akan capek. Tapi saya yakin, kalau ini sering kita ulangi, mereka akan paham alurnya," paparnya.

Lebih jauh, wagub menyampaikan rumah sakit juga perlu menyosialisasikan soal penyakit-penyakit berbahaya. Tujuannya, agar masyarakat memahami gejala-gejala yang dirasakan. Ia mencontohkan, ada masyarakat yang masih belum paham mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC). Menurutnya, jika masyarakat tidak paham, maka ini akan sangat beresiko bagi keselamatan.

"Masyarakat ternyata memang belum mengetahui karena gejalanya tidak langsung dirasa. Dikira ya hanya batuk biasa. Ternyata dari batuk itu banyak penyakit yang mengarah ke penyakit yang membahayakan," tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu