Follow Us :              

Kunker Ke Banjarnegara Gubernur Serahkan Bantuan untuk Puskesmas Hingga Bencana Alam

  24 May 2023  |   12:00:00  |   dibaca : 589 
Kategori :
Bagikan :


Kunker Ke Banjarnegara Gubernur Serahkan Bantuan untuk Puskesmas Hingga Bencana Alam

24 May 2023 | 12:00:00 | dibaca : 589
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

BANJARNEGARA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberi anggaran sekitar Rp7 Milliar untuk pembangunan gedung baru Puskesmas Punggelan 2 Banjarnegara. Bantuan itu diserahkan langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada petugas kesehatan di Puskesmas Punggelan 2, Rabu (24/5/2023). 

Gubernur mengatakan, pada gedung yang baru akan disediakan fasilitas yang lebih baik dan lengkap. “Bantuan yang kita berikan hari ini untuk puskesmas yang rusak. Kita mau bangun puskesmas baru dengan nilai kira-kira Rp 7Miliar,” ujarnya.

Sebagai informasi, kedatangan Gubernur ke Puskesmas Punggelan 2 tersebut merupakan agenda ke dua dalam kunjungan kerja hari ini di Kabupaten Banjarnegara. Sebelumnya Gubernur sempat mengisi acara Gubernur Mengajar di SMAN 1 Karangkobar.

Terkait pentingnya pembangunan gedung baru untuk Puskesmas Punggelan 2, hal ini karena meskipun sekilas bangunan yang dipakai sekarang terlihat terawat dan kokoh, namun tidak aman. Konstruksi atap dan eternitnya sudah lapuk. Bahkan di beberapa ruang sudah disangga dengan bambu.

Rencananya pembangunan gedung baru akan dimulai Juli mendatang dan ditarget selesai dalam 6 bulan. “Pesan saya (dana) jangan dikorupsi agar hasilnya bisa bagus, speknya juga mesti dipenuhi dan sesuai,” tegasnya.

Selain bantuan pembangunan puskesmas, Gubernur juga menyerahkan bantuan penyertaan modal BUMDes sebesar Rp 150juta, Instalasi Perpipaan Gas Rawa senilai Rp 200juta, Digester Biogas untuk 4 Kelompok senilai RP. 240.000.000 dan sejumlah bantuan lainnya.

Pada akhir kunjungan kerja di Banjarnegara,  Gubernur juga meninjau penanganan jalan amblas akibat tanah  longsor di jalur Banjarnegara-Kebumen. Musibah yang terjadi pada hari Minggu (7/5/2023) di Desa Pesangkalan Kecamatan Pagedongan tersebut, dipicu hujan deras semalaman. Kini jalan yang berjarak sekitar 50 meter dari pemukiman tersebut hanya dapat dilewati kendaraan roda dua. 

“Sudah ditangani sementara oleh pemkab, selebihnya kami akan siapkan desainnya. Sementara ini kami mau ajukan (penanganannya) ke BNPB, karena ini sifatnya bencana,” tutur Gubernur usai meninjau lokasi didampingi Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya, Hanung Triyanto.

Gubernur mengatakan, dalam proses desain ulang jalan, pengujian tanah harus dilakukan. Sebab di bawah jalan yang menjadi jalur alternatif Banjarnegara-Kebumen itu terindikasi ada aliran mata air di bawahnya.

“Soiling test-nya mesti dilakukan, di bawah (tanah/lahan) itu ada indikasi ada aliran mata airnya, maka tadi secara teknis itu mesti dibuatkan tempat untuk air itu bisa mengalir,” jelasnya.

Di sisi lain, warga yang masih menggunakan jalan tersebut diminta berhati-hati karena saat ini penanganan baru sebatas tanggul sementara dari sak pasir. Sedangkan terkait sulitnya akses pengiriman bantuan ke dua desa yang terisolir akibat musibah tersebut, Gubernur mendesak agar pihak terkait tetap mencari alternatif jalan keluar.

“Laporan dari Kades mobil yang naik ke sana tidak kuat, padahal ada dua desa di sana yang butuh suplai, mesti disediakan kendaraan yang mampu lewat, umpama yang 4wheel-drive (mobil off-road) sehingga aman. Tapi secara umum tindakan daruratnya sudah bagus,” tandas Gubernur memberi apresiasi.


Bagikan :

BANJARNEGARA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberi anggaran sekitar Rp7 Milliar untuk pembangunan gedung baru Puskesmas Punggelan 2 Banjarnegara. Bantuan itu diserahkan langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada petugas kesehatan di Puskesmas Punggelan 2, Rabu (24/5/2023). 

Gubernur mengatakan, pada gedung yang baru akan disediakan fasilitas yang lebih baik dan lengkap. “Bantuan yang kita berikan hari ini untuk puskesmas yang rusak. Kita mau bangun puskesmas baru dengan nilai kira-kira Rp 7Miliar,” ujarnya.

Sebagai informasi, kedatangan Gubernur ke Puskesmas Punggelan 2 tersebut merupakan agenda ke dua dalam kunjungan kerja hari ini di Kabupaten Banjarnegara. Sebelumnya Gubernur sempat mengisi acara Gubernur Mengajar di SMAN 1 Karangkobar.

Terkait pentingnya pembangunan gedung baru untuk Puskesmas Punggelan 2, hal ini karena meskipun sekilas bangunan yang dipakai sekarang terlihat terawat dan kokoh, namun tidak aman. Konstruksi atap dan eternitnya sudah lapuk. Bahkan di beberapa ruang sudah disangga dengan bambu.

Rencananya pembangunan gedung baru akan dimulai Juli mendatang dan ditarget selesai dalam 6 bulan. “Pesan saya (dana) jangan dikorupsi agar hasilnya bisa bagus, speknya juga mesti dipenuhi dan sesuai,” tegasnya.

Selain bantuan pembangunan puskesmas, Gubernur juga menyerahkan bantuan penyertaan modal BUMDes sebesar Rp 150juta, Instalasi Perpipaan Gas Rawa senilai Rp 200juta, Digester Biogas untuk 4 Kelompok senilai RP. 240.000.000 dan sejumlah bantuan lainnya.

Pada akhir kunjungan kerja di Banjarnegara,  Gubernur juga meninjau penanganan jalan amblas akibat tanah  longsor di jalur Banjarnegara-Kebumen. Musibah yang terjadi pada hari Minggu (7/5/2023) di Desa Pesangkalan Kecamatan Pagedongan tersebut, dipicu hujan deras semalaman. Kini jalan yang berjarak sekitar 50 meter dari pemukiman tersebut hanya dapat dilewati kendaraan roda dua. 

“Sudah ditangani sementara oleh pemkab, selebihnya kami akan siapkan desainnya. Sementara ini kami mau ajukan (penanganannya) ke BNPB, karena ini sifatnya bencana,” tutur Gubernur usai meninjau lokasi didampingi Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya, Hanung Triyanto.

Gubernur mengatakan, dalam proses desain ulang jalan, pengujian tanah harus dilakukan. Sebab di bawah jalan yang menjadi jalur alternatif Banjarnegara-Kebumen itu terindikasi ada aliran mata air di bawahnya.

“Soiling test-nya mesti dilakukan, di bawah (tanah/lahan) itu ada indikasi ada aliran mata airnya, maka tadi secara teknis itu mesti dibuatkan tempat untuk air itu bisa mengalir,” jelasnya.

Di sisi lain, warga yang masih menggunakan jalan tersebut diminta berhati-hati karena saat ini penanganan baru sebatas tanggul sementara dari sak pasir. Sedangkan terkait sulitnya akses pengiriman bantuan ke dua desa yang terisolir akibat musibah tersebut, Gubernur mendesak agar pihak terkait tetap mencari alternatif jalan keluar.

“Laporan dari Kades mobil yang naik ke sana tidak kuat, padahal ada dua desa di sana yang butuh suplai, mesti disediakan kendaraan yang mampu lewat, umpama yang 4wheel-drive (mobil off-road) sehingga aman. Tapi secara umum tindakan daruratnya sudah bagus,” tandas Gubernur memberi apresiasi.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu