Follow Us :              

Anak dan Ortu Punya Hak dan Kewajiban yang Sama

  28 July 2023  |   08:00:00  |   dibaca : 665 
Kategori :
Bagikan :


Anak dan Ortu Punya Hak dan Kewajiban yang Sama

28 July 2023 | 08:00:00 | dibaca : 665
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

KUDUS - Orang tua dan anak, sejatinya memiliki hak dan kewajiban yang sama-sama harus dipenuhi. Pesan ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri Ulang Tahun ke-61 SMP 1 Gebog, Jumat (28/07/2023).

Wagub menuturkan, salah satu kewajiban yang harus dipenuhi orang tua adalah memberikan pendidikan yang baik. Tetapi berdasarkan pengamatannya, tidak semua orang tua yang mampu, mau memberikan pendidikan yang layak untuk anaknya.

"Karena ada sebagian orang tua itu berpikir, bahwa anak itu menjadi beban. Sehingga kadang orang tua untuk menyekolahkan anak itu eman-eman. Bukan karena tidak punya harta, tapi karena orang tuanya ini, tidak memikirkan anak," katanya.

Begitu juga sebaliknya bagi anak yang sudah mendapat fasilitas pendidikan yang baik, menurut wagub, belum tentu merasa punya kewajiban untuk serius belajar. Misalnya, pamit ke sekolah tapi ternyata membolos, atau lebih banyak mengobrol daripada memperhatikan guru ketika belajar. 

Wagub menandaskan, baik orang tua maupun anak, harus sama-sama  memenuhi hak dan kewajibannya. Bagi umat muslim, pemenuhan hak dan kewajiban antara orangtua dan anak, bukan hanya tanggungjawab di dunia, tapi juga di akhirat.

"Sehingga, antara orangtua dan anak (hak dan kewajibannya), berimbang. Kalau sudah berimbang, bukan hanya di dunia saja kita bisa akur, akan tetapi di akhirat juga kita bisa menjadi sahabat," tuturnya

Wagub menambahkan, tidak semua orang tua sempurna untuk bisa menjadi teladan anak. Dirinya mencontohkan, ada orang tua yang ilmu agamanya kurang, atau tidak disiplin. Ketika anak sudah lebih baik dalam menjalankannya, anak tidak boleh  memusuhi orang tuanya. Tetapi mereka wajib mengajak orangtuanya pada kebaikan.

"Ketika kita tahu, orang tua kita masih belum begitu paham dengan agama, kalian ajak. Jangan sungkan-sungkan. Kadang anak tahu agama, tapi membiarkan orang tuanya tidak ibadah. Jangan dimusuhi, tapi ajak," pesannya.


Bagikan :

KUDUS - Orang tua dan anak, sejatinya memiliki hak dan kewajiban yang sama-sama harus dipenuhi. Pesan ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri Ulang Tahun ke-61 SMP 1 Gebog, Jumat (28/07/2023).

Wagub menuturkan, salah satu kewajiban yang harus dipenuhi orang tua adalah memberikan pendidikan yang baik. Tetapi berdasarkan pengamatannya, tidak semua orang tua yang mampu, mau memberikan pendidikan yang layak untuk anaknya.

"Karena ada sebagian orang tua itu berpikir, bahwa anak itu menjadi beban. Sehingga kadang orang tua untuk menyekolahkan anak itu eman-eman. Bukan karena tidak punya harta, tapi karena orang tuanya ini, tidak memikirkan anak," katanya.

Begitu juga sebaliknya bagi anak yang sudah mendapat fasilitas pendidikan yang baik, menurut wagub, belum tentu merasa punya kewajiban untuk serius belajar. Misalnya, pamit ke sekolah tapi ternyata membolos, atau lebih banyak mengobrol daripada memperhatikan guru ketika belajar. 

Wagub menandaskan, baik orang tua maupun anak, harus sama-sama  memenuhi hak dan kewajibannya. Bagi umat muslim, pemenuhan hak dan kewajiban antara orangtua dan anak, bukan hanya tanggungjawab di dunia, tapi juga di akhirat.

"Sehingga, antara orangtua dan anak (hak dan kewajibannya), berimbang. Kalau sudah berimbang, bukan hanya di dunia saja kita bisa akur, akan tetapi di akhirat juga kita bisa menjadi sahabat," tuturnya

Wagub menambahkan, tidak semua orang tua sempurna untuk bisa menjadi teladan anak. Dirinya mencontohkan, ada orang tua yang ilmu agamanya kurang, atau tidak disiplin. Ketika anak sudah lebih baik dalam menjalankannya, anak tidak boleh  memusuhi orang tuanya. Tetapi mereka wajib mengajak orangtuanya pada kebaikan.

"Ketika kita tahu, orang tua kita masih belum begitu paham dengan agama, kalian ajak. Jangan sungkan-sungkan. Kadang anak tahu agama, tapi membiarkan orang tuanya tidak ibadah. Jangan dimusuhi, tapi ajak," pesannya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu