Follow Us :              

Kolaborasi Pemprov Jateng Dengan TNI-Polri Jaga Kestabilan Harga dan Ketahanan Pangan

  16 September 2023  |   13:00:00  |   dibaca : 482 
Kategori :
Bagikan :


Kolaborasi Pemprov Jateng Dengan TNI-Polri Jaga Kestabilan Harga dan Ketahanan Pangan

16 September 2023 | 13:00:00 | dibaca : 482
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

SEMARANG - Keberhasilan Provinsi Jawa Tengah menjadi provinsi terbaik dalam Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Badan Pangan Nasional merupakan sinergi dari berbagai pihak. Peran Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Komando Daerah Militer IV/Diponegoro menjadi salah satu pendorong terciptanya ketahanan pangan dan stabilisasi harga pangan masyarakat.

Hal itu disampaikan Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., saat menghadiri acara silaturahmi Atmani Wedana atau alumni Akademi Kepolisian angkatan 1988 di Wisma Perdamaian, Sabtu (16/9/2023). Acara itu dihadiri oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Ketua Atmani Wedana Irjen Pol (P) Rikwanto, dan alumni Akpol lainnya.

"Kemarin ada acara pertemuan di Bali terkait dengan masalah pangan, inflasi, dan lain-lain. Salah satunya penghargaan terkait masalah pangan, yaitu Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat pertama terbaik," kata Pj Gubernur.

Pj Gubernur menjelaskan, keterlibatan kepolisian dan TNI sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga pangan. Kodam IV/Diponegoro beserta kepolisian, terutama Polda Jateng, sangat aktif dalam Satuan Tugas Pangan bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Badan Urusan Logistik, serta Kejaksaan. Mulai dari turun ke lapangan memantau harga pangan di pasar, hingga menjalankan berbagai program untuk menjaga pasokan pangan melalui diversifikasi pangan masyarakat.

Pantauan dilakukan secara terus-menerus oleh Satgas Pangan Jawa Tengah, baik dari penyimpanan, distribusi, maupun pasokan di pasar. Respons cepat saat ada indikasi kenaikan harga komoditas pangan menjadi salah satu penilaian dari Badan Pangan Nasional RI. Di sinilah kolaborasi dan elaborasi itu dilakukan antara kepolisian, TNI, dan instansi terkait.

"Sinergi dan kolaborasi diantara jajaran terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, BUMN, BUMD, dan TNI/ Polri sangat penting. Kami berharap ini bisa terus dilakukan dan ditingkatkan," katanya.

Diversifikasi pangan yang digalakkan oleh pemerintah pusat juga direspons dengan baik oleh Kepolisian dan TNI. Misalnya dalam memanfaatkan lahan tidur dan pemberdayaan masyarakat untuk gerakan menanam tanaman pangan alternatif. Hal ini ditunjukkan dari sejumlah program yang sudah dilakukan, baik oleh Polda Jateng maupun Kodam IV/Diponegoro, seperti penanaman jagung serta umbi-umbian di lahan tidur milik TNI/Polri.

"Kemudian kami juga akan menggencarkan gerakan diversifikasi pangan. Itu mulai dari jagung, umbi-umbian, dan sumber karbohidrat lainnya. Polda Jateng dan Kodam IV/Diponegoro sudah melakukan ini," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Keberhasilan Provinsi Jawa Tengah menjadi provinsi terbaik dalam Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Badan Pangan Nasional merupakan sinergi dari berbagai pihak. Peran Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Komando Daerah Militer IV/Diponegoro menjadi salah satu pendorong terciptanya ketahanan pangan dan stabilisasi harga pangan masyarakat.

Hal itu disampaikan Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., saat menghadiri acara silaturahmi Atmani Wedana atau alumni Akademi Kepolisian angkatan 1988 di Wisma Perdamaian, Sabtu (16/9/2023). Acara itu dihadiri oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Ketua Atmani Wedana Irjen Pol (P) Rikwanto, dan alumni Akpol lainnya.

"Kemarin ada acara pertemuan di Bali terkait dengan masalah pangan, inflasi, dan lain-lain. Salah satunya penghargaan terkait masalah pangan, yaitu Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat pertama terbaik," kata Pj Gubernur.

Pj Gubernur menjelaskan, keterlibatan kepolisian dan TNI sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga pangan. Kodam IV/Diponegoro beserta kepolisian, terutama Polda Jateng, sangat aktif dalam Satuan Tugas Pangan bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Badan Urusan Logistik, serta Kejaksaan. Mulai dari turun ke lapangan memantau harga pangan di pasar, hingga menjalankan berbagai program untuk menjaga pasokan pangan melalui diversifikasi pangan masyarakat.

Pantauan dilakukan secara terus-menerus oleh Satgas Pangan Jawa Tengah, baik dari penyimpanan, distribusi, maupun pasokan di pasar. Respons cepat saat ada indikasi kenaikan harga komoditas pangan menjadi salah satu penilaian dari Badan Pangan Nasional RI. Di sinilah kolaborasi dan elaborasi itu dilakukan antara kepolisian, TNI, dan instansi terkait.

"Sinergi dan kolaborasi diantara jajaran terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, BUMN, BUMD, dan TNI/ Polri sangat penting. Kami berharap ini bisa terus dilakukan dan ditingkatkan," katanya.

Diversifikasi pangan yang digalakkan oleh pemerintah pusat juga direspons dengan baik oleh Kepolisian dan TNI. Misalnya dalam memanfaatkan lahan tidur dan pemberdayaan masyarakat untuk gerakan menanam tanaman pangan alternatif. Hal ini ditunjukkan dari sejumlah program yang sudah dilakukan, baik oleh Polda Jateng maupun Kodam IV/Diponegoro, seperti penanaman jagung serta umbi-umbian di lahan tidur milik TNI/Polri.

"Kemudian kami juga akan menggencarkan gerakan diversifikasi pangan. Itu mulai dari jagung, umbi-umbian, dan sumber karbohidrat lainnya. Polda Jateng dan Kodam IV/Diponegoro sudah melakukan ini," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu