Follow Us :              

Mesin Pengolah Sampah Jadi BBM dari Jawa Tengah Masuk Nominasi IGA 2023

  25 September 2023  |   17:00:00  |   dibaca : 657 
Kategori :
Bagikan :


Mesin Pengolah Sampah Jadi BBM dari Jawa Tengah Masuk Nominasi IGA 2023

25 September 2023 | 17:00:00 | dibaca : 657
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

SEMARANG - Teknologi Faspol 5.0, sebuah inovasi mesin fast pyrolysis (pirolisis cepat), teknologi penguraian plastik secara kimia melalui proses pembakaran, karya warga Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, masuk nominasi Innovative Government Award (IGA) 2023 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri. Tidak hanya sebagai solusi penanganan sampah plastik, Faspol 5.0 mampu mengolah sampah plastik menjadi energi baru berupa Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mengatakan, teknologi Faspol 5.0 merupakan hasil inovasi dari Bank Sampah Banjarnegara yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah, terutama polusi sampah plastik di Indonesia yang mencapai 5,4 juta ton per tahun. Bahkan, sekitar 20 persen sampah plastik ini berakhir di laut. 

"Teknologi Faspol ini menjadi solusi penanganan sampah plastik secara tuntas, dan inovasi ini, sampah plastik diubah menjadi bahan bakar dengan memanfaatkan teknologi fast pyrolysis (pirolisis cepat) dengan menambahkan katalis, dan teknologi plasma yang aman bagi lingkungan," kata Pj Gubernur saat memaparkan inovasi tersebut kepada tim penilai IGA 2023 secara daring di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (25/9/2023).

Contoh ilustrasi yang diberikan, yakni dari 50 kg sampah plastik dapat diolah menjadi bahan bakar minyak setara solar sebanyak 30 liter, bensin 10 liter, minyak tanah sebanyak 5 liter, air 2 liter, serta residu karbon aktif sebanyak 3 kg.

"Hasil inovasi ini siap untuk dikomersialisasikan, karena telah melewati beberapa uji dan kajian. Hasil uji kualitas, setara dengan bio solar dan Pertamina Dex. Hasil BBM sudah diujicobakan ke kendaraan," katanya.

Budi Trisno Aji, inovator Faspol 5.0, menceritakan bahwa inovasinya tersebut merupakan hasil dari generasi kelima. Awalnya, pegiat lingkungan di Banjarnegara memiliki masalah dengan sampah yang tidak bisa diproses. Kalaupun sampah itu diproses, nilai ekonominya sangat rendah.

"Dari situ kita mencoba menginovasi mesin pyrolysis sampai ke generasi kelima, yaitu Faspol 5.0 yang menghasilkan produk yang bisa memenuhi standar pemerintah. Kemarin sudah dilakukan pengujian oleh BRIN (Badan Riset inovasi Nasional) dan bisa digunakan, baik pada mesin pertanian maupun mesin kendaraan bermotor, seperti mobil, kemarin yang diuji Fortuner tahun 2008 dan dinyatakan layak untuk digunakan pada kendaraan," ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Selain sudah diuji oleh BRIN, Faspol 5.0 itu juga sudah mulai digunakan dan hasilnya dimanfaatkan oleh warga Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara. Bahkan teknologi Faspol 5.0 itu juga mulai diaplikasikan pada 48 desa di Indonesia.

"Bisa mengurangi sampah plastik. Untuk skala desa, terutama di desa kami, sampah plastik bisa terselesaikan, ada solusi, dan solusinya bisa menghasilkan energi baru yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Budi yang juga Ketua Bank Sampah di desanya itu.

Sementara untuk produk olahan teknologi Faspol 5.0 itu dinamai Petasol dan sudah merilis logo bersama BRIN. Produk tersebut, saat ini masih dalam proses pendaftaran regulasi dan pengurusan izin untuk dapat dijual secara umum. Proses itu didampingi oleh BRIN dan Pemprov Jateng, melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jateng. 

"Saat ini perizinan sedang diupayakan. Nanti akan ada izin edar dan sebagainya. Proses dengan BRIN sudah sampai level nasional, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada informasi terkait proses perizinan tersebut," ungkapnya.

Selain Faspol 5.0, inovasi dari Jawa Tengah yang masuk nominasi IGA 2023 adalah aplikasi Paijo GR. Aplikasi yang sudah diperkenalkan sejak Covid-19 dan terus diperbarui itu, merupakan inovasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Aplikasi tersebut membantu masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan secara terintegrasi. Bahkan aplikasi tersebut bisa diakses tanpa membuat akun.

Kepala BRIDA Jawa Tengah, M. Arief Irwanto menambahkan, ekosistem inovasi di Jawa Tengah terus dibangun. Dimulai dengan program satu OPD satu inovasi, serta penjaringan inovasi masyarakat melalui lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova). Tercatat ada sekitar 1.800an inovasi yang terjaring dalam Krenova sampai bulan Juni 2023. Berdasarkan jumlah tersebut, kemudian dipilih 309 inovasi karya dari perguruan tinggi, swasta, dan masyarakat.

"Dari masyarakat ada 309 yang terpilih, dan kemudian kita pilih Faspol 5.0 untuk masuk nominasi IGA. Sebab, Faspol punya dua bidang besar, yaitu lingkungan hidup dan sumber daya energi. Bisa menjadi bank sampah dan sampah plastik dikembangkan menjadi BBM," katanya usai mendampingi PJ Gubernur Jawa Tengah memaparkan nominasi IGA.

Arief mengatakan, Innovation Government Award (IGA) menjadi standar untuk masing-masing pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing. Penilaiannya dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, BRIDA juga mendorong 19 hasil inovasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut dalam inovasi pelayanan publik bagi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Kami juga berikan apresiasi kepada masyarakat atau OPD yang berhasil membuat inovasi terbaik setiap tahunnya," ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG - Teknologi Faspol 5.0, sebuah inovasi mesin fast pyrolysis (pirolisis cepat), teknologi penguraian plastik secara kimia melalui proses pembakaran, karya warga Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, masuk nominasi Innovative Government Award (IGA) 2023 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri. Tidak hanya sebagai solusi penanganan sampah plastik, Faspol 5.0 mampu mengolah sampah plastik menjadi energi baru berupa Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mengatakan, teknologi Faspol 5.0 merupakan hasil inovasi dari Bank Sampah Banjarnegara yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah, terutama polusi sampah plastik di Indonesia yang mencapai 5,4 juta ton per tahun. Bahkan, sekitar 20 persen sampah plastik ini berakhir di laut. 

"Teknologi Faspol ini menjadi solusi penanganan sampah plastik secara tuntas, dan inovasi ini, sampah plastik diubah menjadi bahan bakar dengan memanfaatkan teknologi fast pyrolysis (pirolisis cepat) dengan menambahkan katalis, dan teknologi plasma yang aman bagi lingkungan," kata Pj Gubernur saat memaparkan inovasi tersebut kepada tim penilai IGA 2023 secara daring di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (25/9/2023).

Contoh ilustrasi yang diberikan, yakni dari 50 kg sampah plastik dapat diolah menjadi bahan bakar minyak setara solar sebanyak 30 liter, bensin 10 liter, minyak tanah sebanyak 5 liter, air 2 liter, serta residu karbon aktif sebanyak 3 kg.

"Hasil inovasi ini siap untuk dikomersialisasikan, karena telah melewati beberapa uji dan kajian. Hasil uji kualitas, setara dengan bio solar dan Pertamina Dex. Hasil BBM sudah diujicobakan ke kendaraan," katanya.

Budi Trisno Aji, inovator Faspol 5.0, menceritakan bahwa inovasinya tersebut merupakan hasil dari generasi kelima. Awalnya, pegiat lingkungan di Banjarnegara memiliki masalah dengan sampah yang tidak bisa diproses. Kalaupun sampah itu diproses, nilai ekonominya sangat rendah.

"Dari situ kita mencoba menginovasi mesin pyrolysis sampai ke generasi kelima, yaitu Faspol 5.0 yang menghasilkan produk yang bisa memenuhi standar pemerintah. Kemarin sudah dilakukan pengujian oleh BRIN (Badan Riset inovasi Nasional) dan bisa digunakan, baik pada mesin pertanian maupun mesin kendaraan bermotor, seperti mobil, kemarin yang diuji Fortuner tahun 2008 dan dinyatakan layak untuk digunakan pada kendaraan," ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Selain sudah diuji oleh BRIN, Faspol 5.0 itu juga sudah mulai digunakan dan hasilnya dimanfaatkan oleh warga Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara. Bahkan teknologi Faspol 5.0 itu juga mulai diaplikasikan pada 48 desa di Indonesia.

"Bisa mengurangi sampah plastik. Untuk skala desa, terutama di desa kami, sampah plastik bisa terselesaikan, ada solusi, dan solusinya bisa menghasilkan energi baru yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Budi yang juga Ketua Bank Sampah di desanya itu.

Sementara untuk produk olahan teknologi Faspol 5.0 itu dinamai Petasol dan sudah merilis logo bersama BRIN. Produk tersebut, saat ini masih dalam proses pendaftaran regulasi dan pengurusan izin untuk dapat dijual secara umum. Proses itu didampingi oleh BRIN dan Pemprov Jateng, melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jateng. 

"Saat ini perizinan sedang diupayakan. Nanti akan ada izin edar dan sebagainya. Proses dengan BRIN sudah sampai level nasional, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada informasi terkait proses perizinan tersebut," ungkapnya.

Selain Faspol 5.0, inovasi dari Jawa Tengah yang masuk nominasi IGA 2023 adalah aplikasi Paijo GR. Aplikasi yang sudah diperkenalkan sejak Covid-19 dan terus diperbarui itu, merupakan inovasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Aplikasi tersebut membantu masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan secara terintegrasi. Bahkan aplikasi tersebut bisa diakses tanpa membuat akun.

Kepala BRIDA Jawa Tengah, M. Arief Irwanto menambahkan, ekosistem inovasi di Jawa Tengah terus dibangun. Dimulai dengan program satu OPD satu inovasi, serta penjaringan inovasi masyarakat melalui lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova). Tercatat ada sekitar 1.800an inovasi yang terjaring dalam Krenova sampai bulan Juni 2023. Berdasarkan jumlah tersebut, kemudian dipilih 309 inovasi karya dari perguruan tinggi, swasta, dan masyarakat.

"Dari masyarakat ada 309 yang terpilih, dan kemudian kita pilih Faspol 5.0 untuk masuk nominasi IGA. Sebab, Faspol punya dua bidang besar, yaitu lingkungan hidup dan sumber daya energi. Bisa menjadi bank sampah dan sampah plastik dikembangkan menjadi BBM," katanya usai mendampingi PJ Gubernur Jawa Tengah memaparkan nominasi IGA.

Arief mengatakan, Innovation Government Award (IGA) menjadi standar untuk masing-masing pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing. Penilaiannya dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, BRIDA juga mendorong 19 hasil inovasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut dalam inovasi pelayanan publik bagi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Kami juga berikan apresiasi kepada masyarakat atau OPD yang berhasil membuat inovasi terbaik setiap tahunnya," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu