Follow Us :              

Atasi Kemiskinan Ekstrem, Pemprov Jateng Gandeng Baznas dan Swasta 

  19 October 2023  |   14:00:00  |   dibaca : 436 
Kategori :
Bagikan :


Atasi Kemiskinan Ekstrem, Pemprov Jateng Gandeng Baznas dan Swasta 

19 October 2023 | 14:00:00 | dibaca : 436
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan perusahaan swasta PT Astra International Tbk untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di daerah. 

Komitmen itu ditunjukkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (19/10/2023). Perjanjian tersebut berlangsung selama tiga tahun terhitung dari tanggal penandatanganan.

Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mengatakan, bantuan dari berbagai pihak dibutuhkan dalam menangani persoalan tersebut. Pemprov Jateng menggandeng Baznas Jateng dan PT Astra International, sebab keduanya dinilai cukup efektif dalam membantu penanganan persoalan kemiskinan.

Berdasarkan data BPS per Maret 2023, penduduk miskin di Jawa Tengah berjumlah sekitar 3,791 juta orang atau 10,77% dari total jumlah penduduk di 35 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,97% masuk kategori miskin ekstrem yang tersebar di 923 desa. 

“Ada 17 kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi prioritas percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem," kata Pj Gubernur.

Percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem itu akan terus digenjot hingga akhir tahun 2024. Pemprov Jateng mengupayakannya melalui 8 komponen sasaran, yaitu bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), listrik, sumber air, jamban, stunting, anak tidak sekolah, disabilitas, dan pengangguran. 

“Sesuai target nasional pada akhir 2024 nanti, kita memaksimalkan untuk mencapai nol persen untuk kemiskinan ekstrem," imbuh Pj Gubernur. 

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi kelembagaan dan pembiayaan yang bersumber dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, desa, Baznas, Company Sosial Responsibility (CSR), BUMN, BUMD, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan filantropi.  Oleh karena itu, diharapkan lebih banyak pihak yang dapat bekerja sama untuk masalah kemanusiaan dan berinisiatif membantu berbagai persoalan masyarakat. 

Bantuan yang diberikan oleh Baznas Jateng pada tahun 2023 berupa 255 unit RTLH, 500 unit jamban, dan 1.664 modal usaha. Selanjutnya pada tahun 2024 dan 2025, direncanakan akan ada bantuan berupa 750 peningkatan RTLH, 750 unit jamban, dan air bersih sebanyak 1.700 unit setiap tahunnya.

Sementara bantuan dari PT Astra International, pada tahun 2023 berupa 100 unit RTLH, 32 unit jamban komunal, dan 32 unit titik sumber air bersih.

"Ini menjadi perhatian dan prioritas kami, ada RTLH, jamban, dan bila tidak ada air bersih, kita carikan sumber air bersih di kampung tersebut. Di samping itu, juga kita kaitkan dengan beasiswa anak dari keluarga miskin, dan modal usaha," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan perusahaan swasta PT Astra International Tbk untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di daerah. 

Komitmen itu ditunjukkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (19/10/2023). Perjanjian tersebut berlangsung selama tiga tahun terhitung dari tanggal penandatanganan.

Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mengatakan, bantuan dari berbagai pihak dibutuhkan dalam menangani persoalan tersebut. Pemprov Jateng menggandeng Baznas Jateng dan PT Astra International, sebab keduanya dinilai cukup efektif dalam membantu penanganan persoalan kemiskinan.

Berdasarkan data BPS per Maret 2023, penduduk miskin di Jawa Tengah berjumlah sekitar 3,791 juta orang atau 10,77% dari total jumlah penduduk di 35 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,97% masuk kategori miskin ekstrem yang tersebar di 923 desa. 

“Ada 17 kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi prioritas percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem," kata Pj Gubernur.

Percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem itu akan terus digenjot hingga akhir tahun 2024. Pemprov Jateng mengupayakannya melalui 8 komponen sasaran, yaitu bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), listrik, sumber air, jamban, stunting, anak tidak sekolah, disabilitas, dan pengangguran. 

“Sesuai target nasional pada akhir 2024 nanti, kita memaksimalkan untuk mencapai nol persen untuk kemiskinan ekstrem," imbuh Pj Gubernur. 

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi kelembagaan dan pembiayaan yang bersumber dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, desa, Baznas, Company Sosial Responsibility (CSR), BUMN, BUMD, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan filantropi.  Oleh karena itu, diharapkan lebih banyak pihak yang dapat bekerja sama untuk masalah kemanusiaan dan berinisiatif membantu berbagai persoalan masyarakat. 

Bantuan yang diberikan oleh Baznas Jateng pada tahun 2023 berupa 255 unit RTLH, 500 unit jamban, dan 1.664 modal usaha. Selanjutnya pada tahun 2024 dan 2025, direncanakan akan ada bantuan berupa 750 peningkatan RTLH, 750 unit jamban, dan air bersih sebanyak 1.700 unit setiap tahunnya.

Sementara bantuan dari PT Astra International, pada tahun 2023 berupa 100 unit RTLH, 32 unit jamban komunal, dan 32 unit titik sumber air bersih.

"Ini menjadi perhatian dan prioritas kami, ada RTLH, jamban, dan bila tidak ada air bersih, kita carikan sumber air bersih di kampung tersebut. Di samping itu, juga kita kaitkan dengan beasiswa anak dari keluarga miskin, dan modal usaha," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu