Follow Us :              

Jelang Pemilu, Masyarakat Diminta Waspadai Gelagat Pemecah Belah Persatuan

  02 November 2023  |   19:30:00  |   dibaca : 705 
Kategori :
Bagikan :


Jelang Pemilu, Masyarakat Diminta Waspadai Gelagat Pemecah Belah Persatuan

02 November 2023 | 19:30:00 | dibaca : 705
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

DEMAK – Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., meminta masyarakat Jawa Tengah turut mewaspadai gelagat yang berpotensi memecah belah persatuan jelang Pemilu 2024. Hal itu disampaikannya pada kegiatan Jateng Bersholawat di Alun-alun Kabupaten Demak, Kamis (2/11/2023) malam. 

Menurut Pj Gubernur, setiap gelaran pesta demokrasi berpotensi menimbulkan konflik, sebab Pemilu merupakan arena untuk mempertahankan dan mendapatkan kekuasaan yang sah. 

“Tetapi yang perlu digarisbawahi, konflik jangan sampai meledak,” ujarnya. 

Pj Gubernur berharap, masyarakat harus cerdas untuk mewaspadai segala perkembangan yang terjadi selama tahapan Pemilu dan Pilkada. Setiap gelagat yang mengarah pada perpecahan bangsa harus diwaspadai. 

Perpecahan biasanya terjadi, sebab seseorang atau kelompok lebih mengutamakan kepentingan golongan, daripada rasa kerukunan dan kesatuan. Pihaknya juga mengingatkan, bahwa perbedaan merupakan hal yang wajar di tengah kemajemukan Indonesia. 

“Saya harap untuk selalu menjaga kekompakan, bersama-sama handarbeni, merasa memiliki Jawa Tengah ini. Maka, kita jaga keamanan dan kenyamanan wilayah, dimulai dari lingkungan masing-masing," katanya. 

Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi berita bohong maupun ujaran kebencian yang berpotensi juga akan marak di media sosial. 

“Saya harapkan para hadirin cerdas untuk membaca hal ini," pintanya. 

Senada, Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf meminta jamaahnya yang biasa bermain media sosial, untuk berhati-hati dan tidak mudah terpancing dengan hal-hal negatif. 

“Jangan terprovokasi. Jangan kau sia-siakan ibadahmu yang selama ini kamu lakukan," ujarnya.

Siapapun yang terpilih menjadi pemimpin nantinya, berarti sudah menjadi kehendak Tuhan. Oleh karena itu, masyarakat hanya perlu mendoakan, semoga pemimpin yang terpilih, menjadikan Indonesia lebih baik dan semakin dekat dengan Tuhannya.  

“Kalau seperti ini semua, Indonesia aman dan tidak ruwet," ujarnya.


Bagikan :

DEMAK – Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., meminta masyarakat Jawa Tengah turut mewaspadai gelagat yang berpotensi memecah belah persatuan jelang Pemilu 2024. Hal itu disampaikannya pada kegiatan Jateng Bersholawat di Alun-alun Kabupaten Demak, Kamis (2/11/2023) malam. 

Menurut Pj Gubernur, setiap gelaran pesta demokrasi berpotensi menimbulkan konflik, sebab Pemilu merupakan arena untuk mempertahankan dan mendapatkan kekuasaan yang sah. 

“Tetapi yang perlu digarisbawahi, konflik jangan sampai meledak,” ujarnya. 

Pj Gubernur berharap, masyarakat harus cerdas untuk mewaspadai segala perkembangan yang terjadi selama tahapan Pemilu dan Pilkada. Setiap gelagat yang mengarah pada perpecahan bangsa harus diwaspadai. 

Perpecahan biasanya terjadi, sebab seseorang atau kelompok lebih mengutamakan kepentingan golongan, daripada rasa kerukunan dan kesatuan. Pihaknya juga mengingatkan, bahwa perbedaan merupakan hal yang wajar di tengah kemajemukan Indonesia. 

“Saya harap untuk selalu menjaga kekompakan, bersama-sama handarbeni, merasa memiliki Jawa Tengah ini. Maka, kita jaga keamanan dan kenyamanan wilayah, dimulai dari lingkungan masing-masing," katanya. 

Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi berita bohong maupun ujaran kebencian yang berpotensi juga akan marak di media sosial. 

“Saya harapkan para hadirin cerdas untuk membaca hal ini," pintanya. 

Senada, Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf meminta jamaahnya yang biasa bermain media sosial, untuk berhati-hati dan tidak mudah terpancing dengan hal-hal negatif. 

“Jangan terprovokasi. Jangan kau sia-siakan ibadahmu yang selama ini kamu lakukan," ujarnya.

Siapapun yang terpilih menjadi pemimpin nantinya, berarti sudah menjadi kehendak Tuhan. Oleh karena itu, masyarakat hanya perlu mendoakan, semoga pemimpin yang terpilih, menjadikan Indonesia lebih baik dan semakin dekat dengan Tuhannya.  

“Kalau seperti ini semua, Indonesia aman dan tidak ruwet," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu