Follow Us :              

Kuota Haji Jateng Tahun 2024 Bertambah, Pj Gubernur Dorong Realisasi Embarkasi Baru

  06 December 2023  |   09:30:00  |   dibaca : 1272 
Kategori :
Bagikan :


Kuota Haji Jateng Tahun 2024 Bertambah, Pj Gubernur Dorong Realisasi Embarkasi Baru

06 December 2023 | 09:30:00 | dibaca : 1272
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

SEMARANG – Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mendorong realisasi pembangunan embarkasi baru di daerah, seiring dengan bertambahnya kuota haji tahun 2024. 

"Ada penambahan kuota, kurang lebih tiga ribu jemaah haji, di Jawa Tengah pada tahun 2024. Saya rasa, ini bisa untuk mengurangi daftar tunggu masyarakat," katanya usai menerima kunjungan reses Komisi VIII DPR RI masa persidangan II tahun 2023-2024 di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu, 6 Desember 2023.

Hingga kini, ada sebanyak 880.522 calon jemaah haji asal Jateng yang sudah masuk dalam daftar tunggu. Diketahui perhitungan lama masa tunggunya sekitar 31 tahun. 

Oleh karena itu, penambahan kuota jemaah haji dianggap sangat membantu dalam mengurangi lama masa tunggu keberangkatan.

“Jadi, memang tiap tahun masalah haji ini menjadi isu sentral, sehingga pelayanan terhadap haji memang harus ditingkatkan," imbuh Pj Gubernur. 

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menerima masukan mengenai pembuatan embarkasi baru di Jateng. Kabupaten Demak menjadi wilayah yang dibidik oleh Komisi VIII DPR. 

Alasan pemilihan lokasi tersebut, karena daerah Demak dianggap cukup strategis untuk melayani jemaah haji di wilayah pantura hingga bagian tengah dari Jawa Tengah. 

"Ada masukan untuk dibuatkan embarkasi di Demak. Selama ini untuk jemaah haji, kita siapkan di Donohudan (Boyolali). Ini akan kami koordinasikan dengan Bupati Demak, untuk mencari lokasinya," katanya. 

Sementara itu, Ketua Tim Reses Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengatakan, Provinsi Jawa Tengah berada di peringkat dua dengan jumlah jemaah haji tertinggi di Indonesia, setelah Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan hal tersebut, dapat dilihat bahwa memang perlu adanya tambahan kuota haji di Jawa Tengah pada tahun 2024. 

“Kuota haji di Jawa Tengah, dapat tambahan cukup besar, sekitar 3.093 dari sekitar 30 ribuan," kata Wachid.

Saat ini, biaya haji tahun 2024 sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama, dan sedang menunggu Keputusan Presiden. Angka yang ditanggung oleh jemaah pada tahun depan, ditetapkan sebesar Rp56 juta. 

Sebelumnya, pemerintah mengusulkan biaya haji sebesar Rp105 juta, kemudian atas permintaan DPR, biayanya diturunkan menjadi Rp93 juta. Berikutnya ada bantuan dari Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH) sekitar 40%, sehingga hasil akhir dari biaya haji, yakni sebesar Rp56 juta.

"Jemaah itu punya tabungan Rp25 juta, artinya tinggal membayar sekitar Rp31 jutaan. Kami juga mintakan agar ada virtual account (akun virtual), dengan rata-rata setiap jemaah haji (sebesar) Rp2 juta, jadi angka pelunasannya, untuk jemaah haji tinggal membayar Rp29 juta," papar Wachid.


Bagikan :

SEMARANG – Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mendorong realisasi pembangunan embarkasi baru di daerah, seiring dengan bertambahnya kuota haji tahun 2024. 

"Ada penambahan kuota, kurang lebih tiga ribu jemaah haji, di Jawa Tengah pada tahun 2024. Saya rasa, ini bisa untuk mengurangi daftar tunggu masyarakat," katanya usai menerima kunjungan reses Komisi VIII DPR RI masa persidangan II tahun 2023-2024 di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu, 6 Desember 2023.

Hingga kini, ada sebanyak 880.522 calon jemaah haji asal Jateng yang sudah masuk dalam daftar tunggu. Diketahui perhitungan lama masa tunggunya sekitar 31 tahun. 

Oleh karena itu, penambahan kuota jemaah haji dianggap sangat membantu dalam mengurangi lama masa tunggu keberangkatan.

“Jadi, memang tiap tahun masalah haji ini menjadi isu sentral, sehingga pelayanan terhadap haji memang harus ditingkatkan," imbuh Pj Gubernur. 

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menerima masukan mengenai pembuatan embarkasi baru di Jateng. Kabupaten Demak menjadi wilayah yang dibidik oleh Komisi VIII DPR. 

Alasan pemilihan lokasi tersebut, karena daerah Demak dianggap cukup strategis untuk melayani jemaah haji di wilayah pantura hingga bagian tengah dari Jawa Tengah. 

"Ada masukan untuk dibuatkan embarkasi di Demak. Selama ini untuk jemaah haji, kita siapkan di Donohudan (Boyolali). Ini akan kami koordinasikan dengan Bupati Demak, untuk mencari lokasinya," katanya. 

Sementara itu, Ketua Tim Reses Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengatakan, Provinsi Jawa Tengah berada di peringkat dua dengan jumlah jemaah haji tertinggi di Indonesia, setelah Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan hal tersebut, dapat dilihat bahwa memang perlu adanya tambahan kuota haji di Jawa Tengah pada tahun 2024. 

“Kuota haji di Jawa Tengah, dapat tambahan cukup besar, sekitar 3.093 dari sekitar 30 ribuan," kata Wachid.

Saat ini, biaya haji tahun 2024 sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama, dan sedang menunggu Keputusan Presiden. Angka yang ditanggung oleh jemaah pada tahun depan, ditetapkan sebesar Rp56 juta. 

Sebelumnya, pemerintah mengusulkan biaya haji sebesar Rp105 juta, kemudian atas permintaan DPR, biayanya diturunkan menjadi Rp93 juta. Berikutnya ada bantuan dari Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH) sekitar 40%, sehingga hasil akhir dari biaya haji, yakni sebesar Rp56 juta.

"Jemaah itu punya tabungan Rp25 juta, artinya tinggal membayar sekitar Rp31 jutaan. Kami juga mintakan agar ada virtual account (akun virtual), dengan rata-rata setiap jemaah haji (sebesar) Rp2 juta, jadi angka pelunasannya, untuk jemaah haji tinggal membayar Rp29 juta," papar Wachid.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu