Follow Us :              

Pj Gubernur Dorong Jamkrida Jateng Tingkatkan Pendampingan dan Jaminan Kredit Bagi UMKM

  15 January 2024  |   13:00:00  |   dibaca : 487 
Kategori :
Bagikan :


Pj Gubernur Dorong Jamkrida Jateng Tingkatkan Pendampingan dan Jaminan Kredit Bagi UMKM

15 January 2024 | 13:00:00 | dibaca : 487
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

SEMARANG - Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., meminta PT Jamkrida Jateng (Perseroda) untuk meningkatkan pendampingan dan penjaminan kredit kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.

"Tugas kita dari pemda (pemerintah daerah) adalah mendampingi UMKM, supaya UMKM (bisa) hidup dan tumbuh,” ucapnya saat memberikan arahan kepada jajaran direksi PT Jamkrida Jateng di Kantor Gubernur Jawa Tengah pad Senin, 15 Januari 2024.

Pj Gubernur berharap, PT Jamkrida Jateng mampu meningkatkan kreativitasnya agar bisa memberikan jaminan kredit bagi UMKM. Sebab, kuatnya peningkatan usaha masyarakat ini akan berdampak pada berbagai sektor di Jawa Tengah, seperti ekonomi, sosial, dan lain sebagainya.

"Kemiskinan kita masih tinggi. UMKM bisa didorong, untuk mendukung penurunan kemiskinan. Kalau UMKM jalan di masing-masing daerah, maka akan bisa menyerap tenaga kerja," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jamkrida Jateng (Perseroda), M. Nazir Siregar mengatakan, Jamkrida Jateng merupakan salah satu BUMD yang berkomitmen dan siap membantu UMKM untuk naik level dari unbankable menjadi bankable.

Di mana, saat UMKM sudah bankable, nantinya para pelaku usaha dinilai mampu memenuhi syarat perbankan, sehingga akan lebih mudah mengakses berbagai fasilitas perkreditan/pembiayaan dari bank maupun Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Selama ini, mitra kerja dari PT Jamkrida Jateng adalah perbankan, beberapa di antaranya milik Pemprov Jateng, seperti Bank Jateng, BPR BKK Jateng, serta BPR BKK di seluruh Jawa Tengah.

Di samping itu, kerja sama juga dijalin dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dari Kementerian Koperasi dan UMKM, serta Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dari Kementerian Keuangan.

Total nasabah yang sudah mendapatkan jaminan dari PT Jamkrida Jateng ada sekitar 727 ribu. Berdasarkan jumlah tersebut, 35 persen di antaranya merupakan UMKM dan berbagai usaha produktif.

"Kami upayakan terus untuk lakukan peningkatan ke depan, khususnya meningkatkan jumlah UMKM yang kami jamin, sesuai arahan Pj Gubernur Jateng," katanya.

PT Jamkrida Jateng memberikan bantuan dengan meyakinkan perbankan, bahwa UMKM layak untuk memperoleh kredit dan menjamin angsuran kreditnya. Apabila UMKM tersebut tidak dapat membayar angsuran atau gagal, maka nantinya pihak Jamkrida yang akan membayar biayanya ke bank.

Adapun beberapa program yang sudah dilakukan selama ini, yakni penjaminan pada Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit yang ada di lembaga keuangan lain, serta koperasi di Jawa Tengah.

Selain itu, ada juga program Corporate Social Responsibility (CSR) yang penyalurannya bekerja sama dengan Pemprov Jateng sebagai upaya dalam menangani kemiskinan dan inflasi.


Bagikan :

SEMARANG - Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., meminta PT Jamkrida Jateng (Perseroda) untuk meningkatkan pendampingan dan penjaminan kredit kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.

"Tugas kita dari pemda (pemerintah daerah) adalah mendampingi UMKM, supaya UMKM (bisa) hidup dan tumbuh,” ucapnya saat memberikan arahan kepada jajaran direksi PT Jamkrida Jateng di Kantor Gubernur Jawa Tengah pad Senin, 15 Januari 2024.

Pj Gubernur berharap, PT Jamkrida Jateng mampu meningkatkan kreativitasnya agar bisa memberikan jaminan kredit bagi UMKM. Sebab, kuatnya peningkatan usaha masyarakat ini akan berdampak pada berbagai sektor di Jawa Tengah, seperti ekonomi, sosial, dan lain sebagainya.

"Kemiskinan kita masih tinggi. UMKM bisa didorong, untuk mendukung penurunan kemiskinan. Kalau UMKM jalan di masing-masing daerah, maka akan bisa menyerap tenaga kerja," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jamkrida Jateng (Perseroda), M. Nazir Siregar mengatakan, Jamkrida Jateng merupakan salah satu BUMD yang berkomitmen dan siap membantu UMKM untuk naik level dari unbankable menjadi bankable.

Di mana, saat UMKM sudah bankable, nantinya para pelaku usaha dinilai mampu memenuhi syarat perbankan, sehingga akan lebih mudah mengakses berbagai fasilitas perkreditan/pembiayaan dari bank maupun Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Selama ini, mitra kerja dari PT Jamkrida Jateng adalah perbankan, beberapa di antaranya milik Pemprov Jateng, seperti Bank Jateng, BPR BKK Jateng, serta BPR BKK di seluruh Jawa Tengah.

Di samping itu, kerja sama juga dijalin dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dari Kementerian Koperasi dan UMKM, serta Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dari Kementerian Keuangan.

Total nasabah yang sudah mendapatkan jaminan dari PT Jamkrida Jateng ada sekitar 727 ribu. Berdasarkan jumlah tersebut, 35 persen di antaranya merupakan UMKM dan berbagai usaha produktif.

"Kami upayakan terus untuk lakukan peningkatan ke depan, khususnya meningkatkan jumlah UMKM yang kami jamin, sesuai arahan Pj Gubernur Jateng," katanya.

PT Jamkrida Jateng memberikan bantuan dengan meyakinkan perbankan, bahwa UMKM layak untuk memperoleh kredit dan menjamin angsuran kreditnya. Apabila UMKM tersebut tidak dapat membayar angsuran atau gagal, maka nantinya pihak Jamkrida yang akan membayar biayanya ke bank.

Adapun beberapa program yang sudah dilakukan selama ini, yakni penjaminan pada Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit yang ada di lembaga keuangan lain, serta koperasi di Jawa Tengah.

Selain itu, ada juga program Corporate Social Responsibility (CSR) yang penyalurannya bekerja sama dengan Pemprov Jateng sebagai upaya dalam menangani kemiskinan dan inflasi.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu