Follow Us :              

Investasi di Jateng Terus Tumbuh, Lapangan Pekerjaan Makin Terbuka Lebar

  13 May 2024  |   10:00:00  |   dibaca : 140 
Kategori :
Bagikan :


Investasi di Jateng Terus Tumbuh, Lapangan Pekerjaan Makin Terbuka Lebar

13 May 2024 | 10:00:00 | dibaca : 140
Kategori :
Bagikan :

Foto : (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : (Humas Jateng)

SEMARANG - Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mengatakan, investasi yang terus tumbuh menjadi faktor utama menurunnya angka pengangguran terbuka di Jateng.

"Banyaknya investor yang masuk ke Jawa Tengah, (termasuk) dengan dibukanya rumah makan dan pabrik-pabrik, semakin menumbuhkan perekonomian masyarakat dan menekan pengangguran," ucapnya usai meresmikan Rumah Makan Padang Payakumbuah di Kota Semarang pada Senin, 13 Mei 2024.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka di Jateng pada Februari 2024 sebesar 4,39% atau turun 0,85% dari Februari 2023. Bahkan, persentase ini berada di bawah angka pengangguran terbuka nasional yang mencapai 4,82%.

Adapun jumlah penduduk bekerja di Jateng pada Februari 2024, sebanyak 20,41 juta orang atau bertambah 0,45 juta orang dibandingkan Februari 2023. Lapangan pekerjaan yang menyerap pekerja terbanyak adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (153 ribu orang), Sektor Administrasi Pemerintahan (120 ribu orang), serta Jasa Lainnya (109 ribu orang).

Terkait peresmian Rumah Makan Padang Payakumbuah di Kota Semarang, keberadaan tempat tersebut diharapkan mampu memberikan dampak bagi pertumbuhan pariwisata dan sektor-sektor lainnya.

"Ini bisa menambah khazanah masakan lokal di Kota Semarang, dan menjadi destinasi kuliner di Kota Semarang," kata Pj Gubernur.

Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Sebagaimana diketahui, Kota Semarang menjadi salah satu daerah yang digemari para investor untuk menanamkan modalnya.

"Kami berharap lebih banyak lagi investor yang masuk, sehingga akan menambah lapangan pekerjaan. Ketika (jumlah) pengangguran turun, maka angka kemiskinan juga akan ikut turun," ucap Pj Gubernur.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, capaian realisasi investasi triwulan I 2024 di Jateng sebesar Rp15,167 triliun atau meningkat 19% dibandingkan triwulan I 2023. Dengan pencapaian ini, Jateng bahkan bisa menyerap sebanyak 78.204 orang pekerja.

Kepala DPMPTSP Jateng, Sakina Rosellasari optimis, pihaknya mampu mencapai target realisasi investasi yang diberikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI sebesar Rp77,43 triliun di akhir tahun 2024.

Ia memaparkan, pada triwulan I 2024, Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi investasi di Jateng. Tercatat pada Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp9,313 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp5,854 triliun. Sementara, jumlah proyek yang dibuat mencapai 13.927 unit dengan serapan tenaga kerja sebanyak 78.204 orang.

Bila dibandingkan dengan triwulan I 2023, realisasi PMA naik sebanyak 2,66%, sementara realisasi PMDN naik sebesar 15,98%. Adapun total realisasi triwulan I 2023 mencapai Rp12,78 triliun, sementara pada triwulan I 2024 mencapai 15,167 triliun.

Beberapa kemudahan diberikan Pemprov Jateng untuk menarik investor, antara lain dengan adanya layanan call center maupun tatap muka di kantor DPMPTSP, serta tersedianya 33 Mall Pelayanan Publik (MPP) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jateng.

Meski kini layanan investasi semakin dipermudah dengan adanya Online Single Submission (OSS), tetapi layanan tatap muka juga masih tersedia. Layanan ini ditujukan bagi calon investor yang ingin mengajukan pertanyaan terkait investasi di Jateng secara langsung


Bagikan :

SEMARANG - Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mengatakan, investasi yang terus tumbuh menjadi faktor utama menurunnya angka pengangguran terbuka di Jateng.

"Banyaknya investor yang masuk ke Jawa Tengah, (termasuk) dengan dibukanya rumah makan dan pabrik-pabrik, semakin menumbuhkan perekonomian masyarakat dan menekan pengangguran," ucapnya usai meresmikan Rumah Makan Padang Payakumbuah di Kota Semarang pada Senin, 13 Mei 2024.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka di Jateng pada Februari 2024 sebesar 4,39% atau turun 0,85% dari Februari 2023. Bahkan, persentase ini berada di bawah angka pengangguran terbuka nasional yang mencapai 4,82%.

Adapun jumlah penduduk bekerja di Jateng pada Februari 2024, sebanyak 20,41 juta orang atau bertambah 0,45 juta orang dibandingkan Februari 2023. Lapangan pekerjaan yang menyerap pekerja terbanyak adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (153 ribu orang), Sektor Administrasi Pemerintahan (120 ribu orang), serta Jasa Lainnya (109 ribu orang).

Terkait peresmian Rumah Makan Padang Payakumbuah di Kota Semarang, keberadaan tempat tersebut diharapkan mampu memberikan dampak bagi pertumbuhan pariwisata dan sektor-sektor lainnya.

"Ini bisa menambah khazanah masakan lokal di Kota Semarang, dan menjadi destinasi kuliner di Kota Semarang," kata Pj Gubernur.

Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Sebagaimana diketahui, Kota Semarang menjadi salah satu daerah yang digemari para investor untuk menanamkan modalnya.

"Kami berharap lebih banyak lagi investor yang masuk, sehingga akan menambah lapangan pekerjaan. Ketika (jumlah) pengangguran turun, maka angka kemiskinan juga akan ikut turun," ucap Pj Gubernur.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, capaian realisasi investasi triwulan I 2024 di Jateng sebesar Rp15,167 triliun atau meningkat 19% dibandingkan triwulan I 2023. Dengan pencapaian ini, Jateng bahkan bisa menyerap sebanyak 78.204 orang pekerja.

Kepala DPMPTSP Jateng, Sakina Rosellasari optimis, pihaknya mampu mencapai target realisasi investasi yang diberikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI sebesar Rp77,43 triliun di akhir tahun 2024.

Ia memaparkan, pada triwulan I 2024, Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi investasi di Jateng. Tercatat pada Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp9,313 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp5,854 triliun. Sementara, jumlah proyek yang dibuat mencapai 13.927 unit dengan serapan tenaga kerja sebanyak 78.204 orang.

Bila dibandingkan dengan triwulan I 2023, realisasi PMA naik sebanyak 2,66%, sementara realisasi PMDN naik sebesar 15,98%. Adapun total realisasi triwulan I 2023 mencapai Rp12,78 triliun, sementara pada triwulan I 2024 mencapai 15,167 triliun.

Beberapa kemudahan diberikan Pemprov Jateng untuk menarik investor, antara lain dengan adanya layanan call center maupun tatap muka di kantor DPMPTSP, serta tersedianya 33 Mall Pelayanan Publik (MPP) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jateng.

Meski kini layanan investasi semakin dipermudah dengan adanya Online Single Submission (OSS), tetapi layanan tatap muka juga masih tersedia. Layanan ini ditujukan bagi calon investor yang ingin mengajukan pertanyaan terkait investasi di Jateng secara langsung


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu