Follow Us :              

Pj Gubernur bersama Presiden Tinjau Proyek Pengendalian Banjir dan Rob di Tambak Lorok Semarang

  17 June 2024  |   08:00:00  |   dibaca : 161 
Kategori :
Bagikan :


Pj Gubernur bersama Presiden Tinjau Proyek Pengendalian Banjir dan Rob di Tambak Lorok Semarang

17 June 2024 | 08:00:00 | dibaca : 161
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG - Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mendampingi Presiden RI, Joko Widodo meninjau Proyek Pengendalian Banjir dan Rob Kawasan Tambak Lorok Tahap II di Kota Semarang pada Senin, 17 Juni 2024. 

Proyek yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI ini, juga ditujukan untuk penataan kampung nelayan di Kawasan Tambak Lorok. 

Pj Gubernur mengatakan, apabila proyek pembangunan itu telah selesai dikerjakan, hal ini akan berdampak positif bagi iklim investasi di Kota Semarang maupun Jawa Tengah.

"Begitu banjir rob ini bisa dikendalikan, kita yakin bahwa para investor akan lebih nyaman untuk (datang) ke Kota Semarang, dan juga wilayah Jateng," tuturnya.

Dalam proyek ini, pembangunan yang dilakukan meliputi dua buah kolam retensi di sisi barat dan timur, lengkap dengan rumah pompanya, serta tanggul laut di sisi barat dan timur dengan panjang 3,6km.

Pj Gubernur menyebutkan, Jateng dilirik banyak investor dari dalam negeri dan luar negeri. Hal ini terjadi, sebab Jateng memiliki sejumlah kawasan industri yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Beberapa di antaranya, seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kawasan Industri Kendal (KIK), dan Kawasan Industri Wijaya Kusuma Semarang. 

“Kita sudah berkomunikasi dengan pemodal asing, dan mereka akan berinvestasi di Jateng. Ke depan, Jateng akan tumbuh (dan) berkembang menjadi daerah yang maju," ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa proyek pengendalian banjir dan rob Tambak Lorok tahap II ini ditargetkan selesai pada Agustus 2024. Ia mengatakan, biaya yang sudah dikeluarkan untuk pembangunan proyek tersebut sebesar Rp386 miliar. 

Presiden menambahkan, progres pembangunan proyek pengendalian banjir dan rob sudah terlihat, bahkan proses pengerjaannya sudah mencapai 85%. Ia mengungkapkan bahwa proyek ini diperkirakan dapat menahan rob atau luapan air laut dalam jangka waktu 30 tahun.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut, proyek ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Kota Semarang, khususnya daerah Tambak Lorok. Sebab, proyek ini juga mencakup penataan kampung nelayan dan kampung wisata bahari di daerah tersebut.


Bagikan :

SEMARANG - Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mendampingi Presiden RI, Joko Widodo meninjau Proyek Pengendalian Banjir dan Rob Kawasan Tambak Lorok Tahap II di Kota Semarang pada Senin, 17 Juni 2024. 

Proyek yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI ini, juga ditujukan untuk penataan kampung nelayan di Kawasan Tambak Lorok. 

Pj Gubernur mengatakan, apabila proyek pembangunan itu telah selesai dikerjakan, hal ini akan berdampak positif bagi iklim investasi di Kota Semarang maupun Jawa Tengah.

"Begitu banjir rob ini bisa dikendalikan, kita yakin bahwa para investor akan lebih nyaman untuk (datang) ke Kota Semarang, dan juga wilayah Jateng," tuturnya.

Dalam proyek ini, pembangunan yang dilakukan meliputi dua buah kolam retensi di sisi barat dan timur, lengkap dengan rumah pompanya, serta tanggul laut di sisi barat dan timur dengan panjang 3,6km.

Pj Gubernur menyebutkan, Jateng dilirik banyak investor dari dalam negeri dan luar negeri. Hal ini terjadi, sebab Jateng memiliki sejumlah kawasan industri yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Beberapa di antaranya, seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kawasan Industri Kendal (KIK), dan Kawasan Industri Wijaya Kusuma Semarang. 

“Kita sudah berkomunikasi dengan pemodal asing, dan mereka akan berinvestasi di Jateng. Ke depan, Jateng akan tumbuh (dan) berkembang menjadi daerah yang maju," ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa proyek pengendalian banjir dan rob Tambak Lorok tahap II ini ditargetkan selesai pada Agustus 2024. Ia mengatakan, biaya yang sudah dikeluarkan untuk pembangunan proyek tersebut sebesar Rp386 miliar. 

Presiden menambahkan, progres pembangunan proyek pengendalian banjir dan rob sudah terlihat, bahkan proses pengerjaannya sudah mencapai 85%. Ia mengungkapkan bahwa proyek ini diperkirakan dapat menahan rob atau luapan air laut dalam jangka waktu 30 tahun.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut, proyek ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Kota Semarang, khususnya daerah Tambak Lorok. Sebab, proyek ini juga mencakup penataan kampung nelayan dan kampung wisata bahari di daerah tersebut.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu