Follow Us :              

21 Tahun Menjalin Hubungan, Pemprov Jateng dan Provinsi Fujian Tiongkok Tingkatkan Kerja Sama di Berbagai Bidang

  01 July 2024  |   19:00:00  |   dibaca : 321 
Kategori :
Bagikan :


21 Tahun Menjalin Hubungan, Pemprov Jateng dan Provinsi Fujian Tiongkok Tingkatkan Kerja Sama di Berbagai Bidang

01 July 2024 | 19:00:00 | dibaca : 321
Kategori :
Bagikan :

Foto : (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin hubungan dengan Provinsi Fujian, Tiongkok selama 21 tahun. Kolaborasi tersebut, bahkan menghasilkan kerja sama di berbagai bidang dan sektor.

"Ada beberapa bidang (kerja sama) yang akan ditingkatkan, yaitu pendidikan, wisata, industri, perdagangan, serta penanaman modal. Kami berharap, ada peningkatan investasi juga di Jawa Tengah," ucap Pj Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., saat menerima Delegasi Pemerintah Provinsi Fujian dan Jurnalis dari Tiongkok di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Senin, 1 Juli 2024 malam.

Pj Gubernur mengatakan, kerja sama sister province antara Pemprov Jateng dan Fujian juga berperan penting dalam kerja sama bilateral Indonesia-Tiongkok. Khususnya dalam menyukseskan kerja sama ekonomi, seperti kemitraan Jalur Sutra “One Belt One Road” dan program kerja sama bilateral Indonesia-Tiongkok ”Two Countries, Twin Parks”.

Dalam bidang investasi, Tiongkok merupakan salah satu investor terbesar di Jawa Tengah. Pada tahun 2023, tercatat nilai investasinya mencapai lebih dari Rp1,5 triliun.

Sementara di bidang ekspor, Tiongkok menduduki peringkat 3 negara tujuan ekspor nonmigas Jateng, setelah Amerika Serikat dan Jepang. Pada periode Januari 2024, nilai ekspor nonmigas Jateng ke Tiongkok tercatat sebesar US$ 53,74 juta dengan produk ekspor berupa ikan dan udang; alas kaki; susu, mentega, telur; kayu dan barang dari kayu; serta barang-barang dari kulit.

Selama berada di Jateng pada 1-5 Juni 2024, delegasi pemerintah dan jurnalis Fujian akan melakukan Journalist Trip dan mengunjungi beberapa lokasi, antara lain Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Klenteng Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Museum Sangiran, Kampung Batik Laweyan, dan Candi Borobudur.

"Salah satu tujuan mereka ke Jawa Tengah, adalah untuk melihat investasi mereka di KITB (Kawasan Industri Terpadu Batang)," kata Pj Gubernur.

Harapannya, journalist trip tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Jateng. Sebab berdasarkan data bulan Januari- April 2024, wisatawan Tiongkok berkontribusi sebanyak 9,14% terhadap kunjungan pariwisata, atau ada 372.332 kunjungan ke Jateng dari total kunjungan wisman di Indonesia.

"Kami berharap, lima hari ke depan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendokumentasikan dan liputan riil, supaya membantu promosi pariwisata dan menarik turis Tiongkok datang ke Jateng," ucap Pj Gubernur.

Sementara itu, Direktur Kantor Urusan Luar Negeri Provinsi Fujian, Chen Jialin mengatakan, kunjungan ini merupakan perjalanan persahabatan. Beberapa agenda yang dilakukan, antara lain mengadakan pertemuan kerja sama dengan jurnalis Jawa Tengah, berkomunikasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, serta bidang lain yang memiliki peluang kerja sama di masa depan.

“Secara lebih mendalam, perjalanan ini untuk menemukan cerita sejarah Indonesia-Tiongkok. Kemudian menemukan keindahan-keindahan di Jawa Tengah,” katanya.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin hubungan dengan Provinsi Fujian, Tiongkok selama 21 tahun. Kolaborasi tersebut, bahkan menghasilkan kerja sama di berbagai bidang dan sektor.

"Ada beberapa bidang (kerja sama) yang akan ditingkatkan, yaitu pendidikan, wisata, industri, perdagangan, serta penanaman modal. Kami berharap, ada peningkatan investasi juga di Jawa Tengah," ucap Pj Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., saat menerima Delegasi Pemerintah Provinsi Fujian dan Jurnalis dari Tiongkok di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Senin, 1 Juli 2024 malam.

Pj Gubernur mengatakan, kerja sama sister province antara Pemprov Jateng dan Fujian juga berperan penting dalam kerja sama bilateral Indonesia-Tiongkok. Khususnya dalam menyukseskan kerja sama ekonomi, seperti kemitraan Jalur Sutra “One Belt One Road” dan program kerja sama bilateral Indonesia-Tiongkok ”Two Countries, Twin Parks”.

Dalam bidang investasi, Tiongkok merupakan salah satu investor terbesar di Jawa Tengah. Pada tahun 2023, tercatat nilai investasinya mencapai lebih dari Rp1,5 triliun.

Sementara di bidang ekspor, Tiongkok menduduki peringkat 3 negara tujuan ekspor nonmigas Jateng, setelah Amerika Serikat dan Jepang. Pada periode Januari 2024, nilai ekspor nonmigas Jateng ke Tiongkok tercatat sebesar US$ 53,74 juta dengan produk ekspor berupa ikan dan udang; alas kaki; susu, mentega, telur; kayu dan barang dari kayu; serta barang-barang dari kulit.

Selama berada di Jateng pada 1-5 Juni 2024, delegasi pemerintah dan jurnalis Fujian akan melakukan Journalist Trip dan mengunjungi beberapa lokasi, antara lain Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Klenteng Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Museum Sangiran, Kampung Batik Laweyan, dan Candi Borobudur.

"Salah satu tujuan mereka ke Jawa Tengah, adalah untuk melihat investasi mereka di KITB (Kawasan Industri Terpadu Batang)," kata Pj Gubernur.

Harapannya, journalist trip tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Jateng. Sebab berdasarkan data bulan Januari- April 2024, wisatawan Tiongkok berkontribusi sebanyak 9,14% terhadap kunjungan pariwisata, atau ada 372.332 kunjungan ke Jateng dari total kunjungan wisman di Indonesia.

"Kami berharap, lima hari ke depan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendokumentasikan dan liputan riil, supaya membantu promosi pariwisata dan menarik turis Tiongkok datang ke Jateng," ucap Pj Gubernur.

Sementara itu, Direktur Kantor Urusan Luar Negeri Provinsi Fujian, Chen Jialin mengatakan, kunjungan ini merupakan perjalanan persahabatan. Beberapa agenda yang dilakukan, antara lain mengadakan pertemuan kerja sama dengan jurnalis Jawa Tengah, berkomunikasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, serta bidang lain yang memiliki peluang kerja sama di masa depan.

“Secara lebih mendalam, perjalanan ini untuk menemukan cerita sejarah Indonesia-Tiongkok. Kemudian menemukan keindahan-keindahan di Jawa Tengah,” katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu